Atasi Ancaman PHK Massal di Sejumlah Industri, Pemerintah Diminta Perketat Produk Impor

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 04 Maret 2025
Atasi Ancaman PHK Massal di Sejumlah Industri, Pemerintah Diminta Perketat Produk Impor

Ekonom Achmad Nur Hidayat. Foto: Dok/Pribadi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah industri di Indonesia dilanda gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang semakin besar. Mulai dari industri tekstil hingga teknologi, ribuan pekerja kehilangan pekerjaan mereka dalam waktu singkat.

Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai, untuk mengatasi fenomena ini, langkah-langkah strategis perlu segera diambil oleh pemerintah dan pelaku industri. Pertama, kebijakan perdagangan harus lebih berpihak pada industri dalam negeri.

“Pengawasan terhadap impor perlu diperketat agar industri lokal tidak semakin tergerus oleh produk asing yang lebih murah,” jelas Achmad dalam keteranganya, Selasa (4/3).

Selain itu, pemerintah perlu memberikan insentif yang lebih besar bagi sektor manufaktur.

Baca juga:

PHK Massal Sritex, Pemerintah Diminta Jangan Biarkan Pekerja Terkatung-katung

“Seperti subsidi energi dan keringanan pajak, agar mereka dapat bertahan dalam kondisi ekonomi yang sulit ini,” tutur Achmad.

Sementara di sektor teknologi, pemerintah perlu memastikan adanya dukungan bagi startup yang memiliki model bisnis berkelanjutan.

Banyak startup yang tumbuh cepat tetapi tidak memiliki fundamental keuangan yang kuat, sehingga rentan terhadap krisis.

“Diperlukan kebijakan yang lebih ketat dalam pengelolaan investasi di sektor ini,” jelas Achmad.

Baca juga:

Pemerintah Impor Ribuan Sapi Perah Dari Australia, Susu Sapi Dalam Negeri Untuk Program Makan Bergizi Gratis

Selain itu, program pelatihan ulang (reskilling) bagi pekerja yang terkena PHK perlu diperluas agar mereka dapat beradaptasi dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berubah.

Sedangkan di sisi lain, perlu ada sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja untuk mencari solusi yang lebih komprehensif terhadap lonjakan PHK.

Dialog sosial yang lebih intensif dapat membantu menciptakan mekanisme mitigasi yang lebih baik sebelum PHK massal terjadi.

“Misalnya, perusahaan dapat diberi opsi untuk melakukan pengurangan jam kerja atau cuti tanpa bayaran sebagai alternatif sebelum melakukan PHK besar-besaran,” ungkap Achmad yang juga ekonom dari UPN Veteran Jakarta ini.

Baca juga:

Komnas HAM Pantau Gelombang PHK, Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi

Melihat kondisi ekonomi yang penuh tantangan ini, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi sebagai indikator bahwa semuanya baik-baik saja.

“Di balik angka makro yang positif, ada realitas pahit yang dialami ribuan pekerja yang kehilangan pekerjaan dan harus menghadapi ketidakpastian masa depan,” sebut Achmad.

Jika tidak ada intervensi kebijakan yang lebih konkret dan proaktif, gelombang PHK ini bisa menjadi sinyal awal dari krisis ketenagakerjaan yang lebih dalam.

“Saatnya bagi pemerintah dan dunia usaha untuk bekerja lebih keras dalam menciptakan solusi nyata agar dampak PHK ini bisa ditekan semaksimal mungkin,” pungkas Achmad.

Seperti diketahui, perusahaan-perusahaan besar seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dengan 10.965 pekerja terkena PHK, PT Victory Chingluh Indonesia yang memangkas 2.400 karyawannya. Lalu, startup eFishery yang memecat hampir 90 persen dari total tenaga kerjanya, yakni sekitar 1.350 orang.

PT Sanken Indonesia memberhentikan 459 pekerja karena kesulitan bersaing dengan produk impor, sementara PT Danbi International yang bergerak di industri bulu mata ekspor menutup pabriknya dan melakukan PHK terhadap 2.079 pekerja.

Sektor elektronik pun tidak luput dari badai PHK, dengan PT Yamaha Music Manufacturing Asia merumahkan 200 pekerja. Bahkan, perusahaan startup seperti Flip dan Tokopedia-TikTok Shop juga tak mampu menghindari pemangkasan tenaga kerja akibat reorganisasi dan efisiensi bisnis. (knu)

#Ekonom #Ancaman PHK Massal #Industri #Produk Impor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pameran All Print Indonesia Dorong Pertumbuhan Industri Grafika Nasional
Pengunjung melihat mesin cetak pada pameran All Print Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jum'at (9/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 09 Oktober 2026
Pameran All Print Indonesia Dorong Pertumbuhan Industri Grafika Nasional
Indonesia
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, perlambatan ekonomi China, menekan perdagangan global dan permintaan komoditas Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Indonesia
Rupiah Terancam Melemah usai Perry Warjiyo Mundur, Ekonom Beberkan Penyebabnya
Ekonom mengingatkan, Rupiah terancam melemah usai Perry Warjiyo mundur dari Gubernur BI.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Rupiah Terancam Melemah usai Perry Warjiyo Mundur, Ekonom Beberkan Penyebabnya
Indonesia
Perry Warjiyo Putuskan Mundur dari Gubernur BI, Ekonom Sebut Rupiah dan Pasar Bisa Tertekan
Ekonom menilai, mundurnya Perry Warjiyo dari Gubernur BI bisa memicu gejolak kondisi pasar.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Perry Warjiyo Putuskan Mundur dari Gubernur BI, Ekonom Sebut Rupiah dan Pasar Bisa Tertekan
Indonesia
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy menilai sekitar 115 UU perlu diubah karena dinilai berpihak pada ekonomi neoliberalisme.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Dunia
PHK di Industri Bank, OJK Sebut Langkah Penyehatan Internal
Dian memastikan,rasionalisasi tenaga kerja di KB Bank sendiri juga telah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
PHK di Industri Bank, OJK Sebut Langkah Penyehatan Internal
Indonesia
Ekonom Ingatkan Risiko Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tanpa Model Bisnis
Ekonom Universitas Brawijaya Noval Adib menilai pembangunan Koperasi Desa Merah Putih perlu dibarengi model bisnis, tata kelola, dan SDM agar tidak menjadi beban operasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Ekonom Ingatkan Risiko Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tanpa Model Bisnis
Indonesia
Kemenperin Pastikan PT JAI dan PT SAI Tak Relokasi Fasilitas Produksi ke Vietnam
Kemenperin memastikan PT JAI di Pasuruan dan PT SAI di Mojokerto tidak memindahkan fasilitas produksinya ke Vietnam. Rencana relokasi berhasil ditekan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Juni 2026
Kemenperin Pastikan PT JAI dan PT SAI Tak Relokasi Fasilitas Produksi ke Vietnam
Indonesia
DEN Sebut Fundamental Ekonomi RI masih Kuat meski Rupiah Melemah
Pembahasan juga menitikberatkan pada koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
DEN Sebut Fundamental Ekonomi RI masih Kuat meski Rupiah Melemah
Indonesia
Perusahaan Otomotif Bakal PHK Pekerja, Harus Diyakinkan Agar Tidak Pindah ke Vietnam
PT J saat ini mempekerjakan sekitar 7.000 orang pekerja, dengan 4.000 orang pekerja di antaranya berpotensi terdampak PHK.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
Perusahaan Otomotif Bakal PHK Pekerja, Harus Diyakinkan Agar Tidak Pindah ke Vietnam
Bagikan