Kesehatan

Terapi Placebo Sleep Jauh Lebih Baik Ketimbang Obat Tidur

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 15 Oktober 2021
Terapi Placebo Sleep Jauh Lebih Baik Ketimbang Obat Tidur

Menerapkan placebi sleep agar kualitas tidur meningkat. (Foto: Pixabay/Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APAKAH kamu termasuk orang yang sering mengalami insomnia? Jika ya, kamu pasti sudah berteman baik dengan obat tidur. Orang dengan gangguan insomnia akut memang membutuhkan bantuan obat-obatan sesuai resep dokter untuk bisa tidur dengan nyaman dan tenang di malam hari. Tetapi penggunaan obat tidur dan penenang dalam jangka waktu yang panjang bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Untungnya laman amerisleep memiliki solusi yang jitu. Sejatinya semua aktivitas manusia termasuk tidur memerlukan perintah dari otak. Maka otak juga perlu dilatih melakukan placebo sleep yaitu manipulasi sistem kerja tubuh agar bisa beristirahat sesuai pada waktu yang telah ditetapkan secara disiplin.

Baca juga:

Benarkah Tidur tanpa Baju Baik bagi Kesehatan?

Tentunya memanipulasi sistem tubuh tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada berbagai faktor eksternal yang dapat menunjang placebo sleep agar kamu bisa tidur nyaman dan tepat waktu.

1. Hindari kafein

Terapi Placebo Sleep Jauh Lebih Baik Ketimbang Obat Tidur
Menghindari minuman mengandung kafein enam jam sebelum tidur. (Foto: Pixabay/Sophkins)

Kalau yang ini sih kamu pasti sudah tahu. Kerja kafein dalam tubuh sangat manjur untuk kamu yang memang sengaja ingin terjaga.

Ketika kamu meminum kopi, zat kafein di dalamnya akan mengganti adenosin yaitu zat alami kimia dalam tubuh yang membuat tubuh terasa lelah dan mengantuk.

Pada akhirnya tubuh pun merasa segar kembali seperti belum melakukan aktivitas apa-apa. Itu lah alasan di balik insomnia akibat minum kafein di malam hari.

Salah satu cara untuk melakukan placebo sleep adalah menghindari konsumsi berbagai makanan dan minuman yang mengandung kafein minimal enam jam sebelum tidur. Biarkan zat kimia adenosin bekerja untuk memberikan sinyal bahwa sudah saatnya kamu untuk istirahat.

2. Buat kamar tidur senyaman mungkin

Terapi Placebo Sleep Jauh Lebih Baik Ketimbang Obat Tidur
Tingkatkan kenyamanan kamar tidur. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Pikiran bisa menjadi tenang jika didukung oleh lingkungan yang nyaman. Strategi placebo sleep membutuhkan suasana kamar yang nyaman untuk mendukung proses tidurmu.

Kamu bisa mulai dengan rutin mengganti sprei seminggu sekali agar tetap bersih dan harum. Selain itu sirkulasi udara yang optimal di dalam kamar juga diperlukan untuk menunjang kualitas tidur. Terakhir, gunakan pakaian tidur yang nyaman berbahan tipis.

Baca juga:

Dekorasi Kamar Tidur untuk Mengurangi Kecemasan

3. Produktif setiap hari

Terapi Placebo Sleep Jauh Lebih Baik Ketimbang Obat Tidur
Berusaha melakukan kegiatan sehari-hari secara disiplin. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Jika kamu ingin mencoba placebo sleep, sebaiknya kubur dalam-dalam jiwa mager yang sudah mendarah daging. Karena placebo sleep pada dasarnya mengembalikan sistem kerja tubuh ke jalur yang benar.

Artinya kerja dimulai dari pagi hari dan istirahat pada malam hari. Terbiasa malas-malasan di siang hari tentu saja rentan membuatmu mengalami insomnia.

4. Gaya hidup sehat

Terapi Placebo Sleep Jauh Lebih Baik Ketimbang Obat Tidur
Mulai hidup sehat. (Foto: Pixabay/zuzyusa)

Sudah mengikuti aturan placebo sleep secara disiplin tapi masih saja kesulitan tidur di malam hari? Kali ini kamu perlu memerhatikan asupan gizi dan vitamin di dalam tubuh.

Selain mulai mengonsumsi makanan bergizi yang tinggi akan nutrisi dan vitamin, kamu juga bisa menunjang kesehatan tubuh dengan rajin berjemur di pagi hari. Dijamin deh malam ini kamu akan tidur nyenyak. (Mar)

Baca juga:

Olahraga 2 Jam Sebelum Tidur Bikin Lebih Nyenyak

#Kesehatan #Tidur #Tips Tidur #Tidur Malam #Insomnia
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan