MerahPutih.com - Pengelola Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran meminta dilakukan pembatasan ketat terhadap kegiatan masyarakat di Jakarta.
Hal ini disampaikan seiring dengan melonjak jumlah pasien positif yang dirawat di Wisma Atlet.
"Intinya memang pergerakan manusia harus dibatasi, mungkin sebulan atau dua minggu ke depan sambil menunggu situasi landai," kata Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol Laut M Arifin, Jakarta, Kamis (17/6).
Baca Juga:
Pasien Membeludak, RS Darurat Wisma Atlet Terancam Kekurangan Dokter
Arifin meminta masyarakat harus memahami betul kondisi saat ini dengan membatasi mobilitas dan tetap mematuhi protokol kesehatan apalagi dengan adanya varian baru COVID-19.
"Itu yang harus dipahami masyarakat luas, jadi kesadaran melaksanakan protokol kesehatan. Kalau sudah paham, dia tidak akan bergerak ke mana-mana kecuali urgent," jelas Arifin.
Arifin menilai, pengendalian pandemi di ibu kota sangat memengaruhi keterisian di RSDC Wisma Atlet.
"Jadi kalau di hulu dikendalikan, saya yakin (bisa). Kita di hilir sini kan tugasnya hanya merawat pasien, menyembuhkan pasien, jangan sampai hulu tidak bisa dikendalikan," ujar Arifin.
Berdasarkan data terbaru pada Kamis (17/6) pagi, jumlah pasien RS Wisma Atlet hampir menyentuh 6 ribu atau tepatnya 5.730.
Terjadi penambahan sekitar 177 orang dari hari Rabu (16/6) yang semula berjumlah 5.553 pasien.
Tren kenaikan pasien COVID-19 ini mulai terasa signifikan sejak 18 Mei lalu atau selepas libur Lebaran karena lonjakan pasien makin masif beberapa hari terakhir.
Baca Juga:
Lonjakan COVID-19 Ancam Tingkat Keterisian Tempat Tidur RS Darurat Wisma Atlet
Untuk itu, Satgas Penanganan COVID-19 saat ini menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 2 ribu unit untuk menampung pasien baru.
Selain itu, disiapkan Tower 8 yang berkapasitas 1.500 tempat tidur jika terus terjadi lonjakan.
Meskipun sudah ditambah, tingkat okupansi tempat tidur di RSDC Wisma Atlet terus meningkat karena melonjaknya jumlah pasien COVID-19. Per hari ini, Kamis (17/6) keterisian tempat tidur sudah melebihi 78 persen. (Knu)
Baca Juga:
Ratusan Pasien COVID-19 di 12 Puskesmas Dievakuasi ke RSD Wisma Atlet