Terancam Kelebihan Beban Pasien, RSD Wisma Atlet Mohon Warga Batasi Pergerakan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 18 Juni 2021
Terancam Kelebihan Beban Pasien, RSD Wisma Atlet Mohon Warga Batasi Pergerakan

Tenaga kesehatan berjalan memasuki kawasan RSDC Wisma Atlet, Jakarta, Rabu (2/6/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengelola Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran meminta dilakukan pembatasan ketat terhadap kegiatan masyarakat di Jakarta.

Hal ini disampaikan seiring dengan melonjak jumlah pasien positif yang dirawat di Wisma Atlet.

"Intinya memang pergerakan manusia harus dibatasi, mungkin sebulan atau dua minggu ke depan sambil menunggu situasi landai," kata Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol Laut M Arifin, Jakarta, Kamis (17/6).

Baca Juga:

Pasien Membeludak, RS Darurat Wisma Atlet Terancam Kekurangan Dokter

Arifin meminta masyarakat harus memahami betul kondisi saat ini dengan membatasi mobilitas dan tetap mematuhi protokol kesehatan apalagi dengan adanya varian baru COVID-19.

"Itu yang harus dipahami masyarakat luas, jadi kesadaran melaksanakan protokol kesehatan. Kalau sudah paham, dia tidak akan bergerak ke mana-mana kecuali urgent," jelas Arifin.

Arifin menilai, pengendalian pandemi di ibu kota sangat memengaruhi keterisian di RSDC Wisma Atlet.

"Jadi kalau di hulu dikendalikan, saya yakin (bisa). Kita di hilir sini kan tugasnya hanya merawat pasien, menyembuhkan pasien, jangan sampai hulu tidak bisa dikendalikan," ujar Arifin.

Petugas mendorong tabung oksigen saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa,
Petugas mendorong tabung oksigen saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa,

Berdasarkan data terbaru pada Kamis (17/6) pagi, jumlah pasien RS Wisma Atlet hampir menyentuh 6 ribu atau tepatnya 5.730.

Terjadi penambahan sekitar 177 orang dari hari Rabu (16/6) yang semula berjumlah 5.553 pasien.

Tren kenaikan pasien COVID-19 ini mulai terasa signifikan sejak 18 Mei lalu atau selepas libur Lebaran karena lonjakan pasien makin masif beberapa hari terakhir.

Baca Juga:

Lonjakan COVID-19 Ancam Tingkat Keterisian Tempat Tidur RS Darurat Wisma Atlet

Untuk itu, Satgas Penanganan COVID-19 saat ini menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 2 ribu unit untuk menampung pasien baru.

Selain itu, disiapkan Tower 8 yang berkapasitas 1.500 tempat tidur jika terus terjadi lonjakan.

Meskipun sudah ditambah, tingkat okupansi tempat tidur di RSDC Wisma Atlet terus meningkat karena melonjaknya jumlah pasien COVID-19. Per hari ini, Kamis (17/6) keterisian tempat tidur sudah melebihi 78 persen. (Knu)

Baca Juga:

Ratusan Pasien COVID-19 di 12 Puskesmas Dievakuasi ke RSD Wisma Atlet

#COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Indonesia
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
KPK meminta bantuan BRI untuk memberikan informasi mengenai fasilitas kredit
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Juni 2025
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
Bagikan