Techa, Sungai dengan 76 juta ton Limbah Radioaktif

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 09 September 2021
Techa, Sungai dengan 76 juta ton Limbah Radioaktif

Limbah radioaktif harus dikelola dengan bijak. (Foto: Pexels/Miha Corni)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUNGAI selalu memberikan kehidupan pada lingkungan sekitarnya. Entah vegetasi, hewan maupun manusia. Sayangnya sungai Techa yang melintasi pegunungan Ural di Rusia malah dijauhi orang.

Di sungai yang airnya dingin itu diketahui menjadi pembuangan limbah radioaktif. Tak taggung-tanggung limbah itu mencapai 80 juta ton.

Baca Juga:

Radioaktif Sebabkan Leukimia Hingga Kanker Kelenjar Getah Bening

limbah
Limbah nuklir yang dapat mengganggu kesehatan manusia. (Foto: Unsplash/Kilian Karger)


Airnya memang jernih dan mengundang untuk bermain. Sayangnya kandungan radioaktifnya sangat tinggi dan membahayakan orang yang masuk ke dalamnya. Techa menjadi tempat pembuangan akhir limbah bekas tragedi nuklir Chernobyl. Akibatnya, berbagai masyarakat harus rela dievakuasi pada 13 tahun silam.

Ada sekitar 24 komunitas masyarakat yang harus meninggalkan kampung halamannya. Padahal, sungai itu sebagai sumber pasokan air utama bagi dua lusin desa berpopulasi 28 ribu jiwa.

Musuh utamanya adalah buangan 76 juta meter kubik limbah era 1949 sampai 1956 yang masuk ke aliran air. Evakuasi selesai dilakukan, tapi baru diakui bencana darurat oleh negara pada tahun1980.

Keputusan diambil supaya masyarkat tidak terdampak berbagai gangguan kesehatan seperti kanker, bayi cacat lahir, dan malapetaka lainnya. Walau sudah berdekade, alat Geiger belum menunjukkan hasil bagus saat diletakkan dekat garis air.

Ukuran terpantau antara 8,5 hingga 9,8 sievert berarti 80-100 kali radiasi normal. Pengukur radiasi memberi tanda tingkat radiasi terkini yang menjadikan sungai tersebut tak dapat oleh masyarakat karena faktor kesehatan.

Baca Juga:

Awas! 5 Jenis Benda Pembawa Radiasi yang Dekat dengan Kita

limbah
Komunitas masyarakat harus menjauh dari area terkontaminasi limbah radioaktif. (Foto: Unsplash/Yves Alarie)

Mengutip odditycentral, alasan Rusia tidak kenalkan ancaman dari perairan Sungai Techa sebab fasilitas nuklir Mayak terletak di hulu sungai. Alhasil warga kurang mendapatkan informasi karena area tersebut tertutup, bahkan area fasilitas nuklir itu tidak terdapat di peta.

“Mereka pasang petunjuk peringatan larangan renang ke sungai, tapi sebatas itu saja. Tiap selesai kerja, saya dan kawan-kawan pasti berenang, begitu juga anak-anak,” ungkap penduduk lokal, Gilani Dumbaev yang diwawancarai media barat pada tahun 2016

Tanggapan tidak jauh berbeda yang disampaikan oleh aktivis lingkungan Rusia Ecodefense, Vladimir Slivyak, kepada pers-pers lokal.

“Mereka tetap membuang limbah radioaktif. Tapi tidak mau membuka kepada publik kecuali perwakilan Asosiasi Mayak benarkan fakta pembuangan limbah,” ujar Slivyak dikonfirmasi pada Senin, (9/7).

Kemudian studi yang dilakukan oleh Greenpeace pada tahun 2007 menunjukan kemajuan dampak kanker naik 3,6 kali lipat melampau versi nasional. Sementara sedangkan cacat bawaan dari lahir naik menjadi 25 kali.

Para pakar di Russia dan Radiation Research Society menemukan bahwa 17 ribu jiwa kelahiran tahun 1956 ke bawah diyakini mengidap kanker. Kemudian setengah populasi yang ada memiliki kadar logam tinggi mencapai angka 90 dalam tulangnya.

Saat ini sungai Techa tetap diawasi pemerintah Russia guna memberikan perlindungan pada masyarakat. Sungai yang indah itu tak dapat memberikan kenyamanan pada orang. (Bed)

Baca Juga:

5 Destinasi Paling Berbahaya di Dunia, Pikir-pikir Dulu Sebelum Mampir

#Lipsus Bulan September #Kerusakan Lingkungan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Perintahkan Menhut Cabut Izin Perusahaan Perusak Hutan
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, agar mencabut izin perusahaan perusak hutan.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Prabowo Perintahkan Menhut Cabut Izin Perusahaan Perusak Hutan
Indonesia
Prabowo Angkat Suara soal Bencana Sumatra: Jangan Tebang Pohon Sembarangan dan Jaga Alam Sebaik-baiknya
Presiden RI, Prabowo Subianto, angkat bicara soal bencana Sumatra. Ia meminta jangan menebang pohon sembarangan dan menjaga alam sebaik-baiknya.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Prabowo Angkat Suara soal Bencana Sumatra: Jangan Tebang Pohon Sembarangan dan Jaga Alam Sebaik-baiknya
Indonesia
Soal Kerusakan Hutan, Kemenhut Duga Ada Aktivitas Ilegal yang Jadi Penyebab Bencana Sumatra
Kementerian Kehutanan menduga adanya aktivitas ilegal di hutan, yang menjadi penyebab bencana Sumatra.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Soal Kerusakan Hutan, Kemenhut Duga Ada Aktivitas Ilegal yang Jadi Penyebab Bencana Sumatra
Indonesia
Sekretaris Kabinet Teddy Akui Kerusakan Lingkungan Perparah Banjir di Sumatera
Ribuan kayu gelondongan berukuran besar, yang sebagian besar tampak seperti dipotong dengan mesin, ikut tersapu banjir bandang di tiga provinsi Sumatera.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Desember 2025
Sekretaris Kabinet Teddy  Akui Kerusakan Lingkungan Perparah Banjir di Sumatera
Indonesia
Mayoritas Kawasan Industri di Indonesia Dalam Kategori Merah Proper, Tidak Patuh Dikenai Sanksi
Peringkat terendah dalam PROPER adalah hitam yang merupakan penilaian diberikan kepada perusahaan yang gagal mematuhi aturan lingkungan hidup dan menimbulkan pencemaran lingkungan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 September 2025
Mayoritas Kawasan Industri di Indonesia Dalam Kategori Merah Proper, Tidak Patuh Dikenai Sanksi
Indonesia
Menhut Raja Juli Ditantang Buka Kembali Kasus Pembalakan Liar Aziz Wellang
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, ditantang untuk membuka kembali kasus pembalakan liar yang dilakukan Azis Wellang.
Soffi Amira - Senin, 08 September 2025
Menhut Raja Juli Ditantang Buka Kembali Kasus Pembalakan Liar Aziz Wellang
Indonesia
Komisi IV DPR Sesalkan Menhut Raja Juli Foto Bareng Tersangka Pembalakan Liar
Anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan, menyayangkan viralnya foto Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang berpose bersama Azis Wellang.
Soffi Amira - Senin, 08 September 2025
Komisi IV DPR Sesalkan Menhut Raja Juli Foto Bareng Tersangka Pembalakan Liar
Indonesia
4 Hotel di Puncak Cemari Ciliwung Disegel, 18 Lainnya Masih Diperiksa KLH
Saat ini masih ada 18 hotel bintang tiga di Puncak yang tengah diperiksa KLH atas dugaan pencemaran lingkungan kawasan Puncak.
Wisnu Cipto - Senin, 11 Agustus 2025
4 Hotel di Puncak Cemari Ciliwung Disegel, 18 Lainnya Masih Diperiksa KLH
Lifestyle
Populasi Serangga Terancam Alterasi Pola El Nino yang Dipicu Perubahan Iklim
Artropoda disebut menjadi sumber makanan penting bagi burung dan hewan yang lebih besar.??
Dwi Astarini - Kamis, 07 Agustus 2025
Populasi Serangga Terancam Alterasi Pola El Nino yang Dipicu Perubahan Iklim
Indonesia
Komisi IV DPR Desak Investigasi Pemberi Izin Tambang Nikel di Raja Ampat
Pemberian izin tambang di kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi seperti Raja Ampat merupakan bentuk kelalaian serius.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 11 Juni 2025
Komisi IV DPR Desak Investigasi Pemberi Izin Tambang Nikel di Raja Ampat
Bagikan