Tantangan Dokter RSHS Pisahkan Bayi Dempet Dada dan Perut

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 April 2021
Tantangan Dokter RSHS Pisahkan Bayi Dempet Dada dan Perut

Bayi kembar siam selesai operasi. (Foto: RSHS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hasna dan Husna, bayi kembar siam yang dempet di bagian dada dan perut, selesai menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kini kondisi bayi asal Soreang, Kabupaten Bandung, itu belum melewati masa kritis.

Tidak mudah bagi anak yang baru berusia 8 bulan menghadapi operasi besar. Dan tidak mudah pula bagi dokter yang menjalani operasi pemisahan tubuh yang dempet. Ketua Tim dokter, dr. Dikki Drajat Kusmayadi Surachman, Sp.BA., menuturkan bagaimana kesulitan operasi pemisahan ini.

Baca Juga:

Saat Dokter RSHS Berjuang Pisahkan Bayi Kembar Siam Asal Soreang

Menurut dr. Dikki, semula tim dokter memperkirakan jalannya operasi akan memakan waktu 8-9 jam. Tapi nyatanya operasi selesai lebih cepat, yakni 6,5 jam. Sedangkan operasi pemisahannya memakan waktu 2,5 jam, yang dimulai pukul 10.30 WIB dan selesai pukul 12.30 WIB, Rabu (7/4).

Setelah memisahkan kedua tubuh bayi, tugas tim dokter masih jauh dari kata selesai. Sebab mereka masih harus menutup luka-luka akibat operasi. Akibat luka yang terbuka, bayi mengalami demam yang disebabkan zat pyrogen. Kondisi ini biasa terjadi ketika tubuh mengalami kerusakan jaringan cukup luas. Sebab yang Namanya operasi tidak mungkin dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan jaringan tubuh.

“Kita ketahui pada operasi pemisahan kembar siam ada beberapa jaringan yang sengaja rusak karena dipisahkan,” terang dr. Dikki, Kamis (8/4).

Secara ilmiah, Hasna dan Husna adalah bayi kembar siam jenis thoraco abdomino fagus, yaitu kembar siam dalam kondisi dada dan perut saling menempel. Pada kasus Hasna dan Husna, ada beberapa organ tubuh yang menyatu, yakni hati dan jantung.

Menghadapi kondisi thoraco abdomino fagus tersebut, terang Dikki, tim dokter harus melakukan pemisahan di bagian perut dan dan dada. Dokter harus memotong dinding tulang dada sampai rongga jantung terbuka.

Dokter menemukan Hasna dan Husna hanya memiliki satu selaput jantung yang menutup dua jantung. Sehingga dokter harus memisahkan selatup dan masing-masing jantung. Pemisahan ini mau tidak mau menimbulkan kerusakan pada organ vital ini.

Selain jantung, tim dokter juga harus memisahkan hati atau lever kedua bayi. Organ dengan ketebalan 10 cm dan lebar 4 cm itu harus dibuka dan dipisahkan. Hal ini juga tidak bisa menghindari terjadinya kerusakan sel-sel hati.

Berkat kerja keras dan kehati-hatian tim medis RSHS, operasi pemisahan ini berjalan lancar. Tugas berat berikutnya ialah melakukan perbaikan terhadap organ-orang yang terganggu karena operasi pemisahan. Tujuannya tidak lain meminimalisir kerusakan yang terjadi akibat operasi.

Tim dokter bedah plastik juga harus bekerja keras menutup luka-luka akibat operasi pemisahaan. Teknik penutupan perut dan dada yang terbuka ini antara lain dengan cangkok kulit. Dokter harus mampu menutup luka secara longgar, agar kulit yang dipakai menutup tidak terlalu ketat sehingga tidak saling tarik menarik yang mengganggu penyembuhan.

“Saat ini kondisi terakhir memang belum lewati masa kritis untuk keduanya, nadi masih tinggi, kemudian keduanya ada demam, tetapi sudah dipastikan bukan karena infeksi,” terang dr Dikki.

Akan tetapi, Dikki mengatakan, secara umum kedua bayi dalam kondisi stabil. Pernapasan mereka membaik, meskipun masih butuh pengawalan ketat mengignat masa kritis belum lewat. Alat bantu napas pada bayi Husna hampir bisa dicabut. Namun bayi Hasna kondisinya tidak sebaik Husna karena masih memerlukan selang ke dada untuk menjaga kelaianan yang disebabkan terbukanya selaput paru saat operasi.

Bayi kembar siam selesai jalani operasi di RSHS Bandung. (Foto: RSHS)
Bayi kembar siam selesai jalani operasi di RSHS Bandung. (Foto: RSHS)

Kedua bayi juga sudah bisa bangun. Namun tim dokter berusaha membuat bayi tetap tidur. Sebab kalau mereka terus terjaga, mereka akan gelisah karena kurang nyaman dengan selang-selang yang masih menempel di tubuh mereka. Ada selang pembuluh darah, obat, akses nutrisi. Selang tersebut menempel di hidung, dada, kemaluan untuk mengujkur urin.

Hal itu pasti tidak bikin mereka nyaman. Ketidaknyamanan ini juga berpengaruh pada denyut nadi mereka. “Kita berusaha menidurkan dulu sementara,” ucap dr Dikki.

Saat ini kedua bayi dirawat di ruang khusus anak Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSHS. Di ruang ini, Hasna dan Husna mendapatkan perawatan intensif untuk memastikan semua tanda-tanda vital berjalan normal, termasuk menjaga asupan nutrisinya sampai melewati masa kritis.

“Biasanya sih masa kritis kita harapkan setelah 2 hari,” kata Dikki.

Tim dokter juga akan melakukan fisioterapi. Penanganan ini diperlukan karena kedua anak selama ini terbiasa dempet, sehingga mereka lama terbiasa dalam posisi miring. Fisioterapi diperlukan untuk mengubah kebiasaan posisi mereka. Hal ini juga akan memengaruhi pada kesehatan paru.

Hasna dan Husna akan tetap berada di ruang intensif sampai kondisinya benar-benar baik. “Harapan kami lewat dulu masa kritis, luka dan tanda vital semua berfungsi baik,” ujarnya. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Kebiasaan Menjemur Bayi Saat Lahir Ternyata...

#Bayi Kembar #Bayi #RSHS Bandung
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Warga Solo digegerkan penemuan jasad bayi laki-laki baru lahir di Kali Anyar, Mojosongo. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan pihak yang bertanggung jawab.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 April 2026
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Seorang bayi perempuan ditemukan di depan rumah warga, Sukoharjo. Kejadian itu terjadi pada Senin (20/4) pukul 06.00 WIB.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Indonesia
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Keamanan dan keselamatan pasien merupakan prioritas mutlak yang tidak boleh dikompromikan kelalaian sekecil apa pun.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Indonesia
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
RSHS siap menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan terkait insiden salah kasih bayi.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
Indonesia
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seorang ibu asal Cimahi, Nina Saleha, atas kasus kelalaian perawat yang menyerahkan bayinya kepada orang lain.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Indonesia
Bayi Baru Lahir Otomatis Jadi Peserta BPJS Kesehatan Diklaim Percepat Layanan
Terkait skema pembiayaan bagi bayi yang baru lahir, saat ini memang BPJS Kesehatan sedang melakukan proses pendalaman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 April 2026
Bayi Baru Lahir Otomatis Jadi Peserta BPJS Kesehatan  Diklaim Percepat Layanan
Indonesia
Hanya Bayi Baru Lahir dari Orang Tua PBI yang Otomatis Aktif BPJS-nya
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memastikan bayi baru lahir dari orang tua yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) otomatis menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Wisnu Cipto - Selasa, 07 April 2026
Hanya Bayi Baru Lahir dari Orang Tua PBI yang Otomatis Aktif BPJS-nya
Indonesia
Kakak Terpaksa Tinggalkan Adik Bayi Dekat Gerobak Nasi Uduk di Pasar Minggu, Isi Suratnya Bikin Haru
Bayi perempuan berusia dua hari itu ditinggalkan kakaknya, Zidan (12), setelah sang ibu meninggal dunia saat melahirkan
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Maret 2026
Kakak Terpaksa Tinggalkan Adik Bayi Dekat Gerobak Nasi Uduk di Pasar Minggu, Isi Suratnya Bikin Haru
Indonesia
Warga Ingin Adopsi Bayi Ibu Meninggal dan Diduga Ditinggalkan Kakak di Pasar Minggu Jakarta
Saat ditemukan, bayi itu memakai pakaian bermotif boneka beruang berwarna biru dan diselimuti selimut berwarna putih.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Maret 2026
Warga Ingin Adopsi Bayi Ibu Meninggal dan Diduga Ditinggalkan Kakak di Pasar Minggu Jakarta
Bagikan