Tanda-tanda Awal Demensia yang Tidak Boleh Diabaikan

Muchammad YaniMuchammad Yani - Selasa, 22 Juni 2021
Tanda-tanda Awal Demensia yang Tidak Boleh Diabaikan

Perubahan dalam memori dalam demensia melampaui penurunan kognitif terkait usia. (Foto:123RF/olegdudko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KALAU kamu berusia 35, 55, atau 75 tahun, tidak menutup kemungkinan pernah bertemu tetangga di jalan dan benar-benar lupa namanya. Atau, saat menonton film, kamu sepertinya tidak dapat mengingat fakta tentang musikal Broadway menjadi referensi tapi tahu judulnya ada di belakang otak, di suatu tempat.

Meskipun mungkin terasa seperti ingatanmu menjadi kabur, bisa jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. “Mulai di usia 30-an, otak mulai menyusut sangat, sangat lambat—bahkan tidak terlihat oleh kebanyakan orang,” kata Elise Caccappolo, Ph.D., profesor neuropsikologi di Columbia University Irving Medical Center.

Baca juga:

Ladies, Ini Beberapa Hal Penting Seputar Menstruasi yang Jarang Diketahui

“Ini dapat mengakibatkan kecepatan pemrosesan yang lebih lambat dan pencarian keterangan yang lambat,” tambah Caccappolo seperti diberitakan prevention.com (20/6). Dengan kata lain, kamu masih memiliki informasi yang tersimpan di kepala, hanya perlu sedikit lebih lama untuk menggalinya.

Penyakit Alzheimer adalah penyebab demensia paling umum, mempengaruhi 60-80 persen penderita. (Foto: 123RF/lightfieldstudios)
Penyakit Alzheimer adalah penyebab demensia paling umum, mempengaruhi 60-80 persen penderita. (Foto: 123RF/lightfieldstudios)

Diperkirakan ada 54 juta orang yang hidup dengan demensia di seluruh dunia dan diperkirakan jumlah ini akan meningkat menjadi 130 juta pada tahun 2050. Sebanyak 9,9 juta orang lainnya akan mengembangkan demensia di seluruh dunia setiap tahun. Dari jumlah orang dengan demensia tersebut, perubahan dalam memori dan fungsi otak melampaui apa yang dianggap normal dan penurunan kognitif terkait usia.

Baca juga:

Stres dan Cemas Berlebihan Bisa Menimbulkan Penyakit? Ini Kata Dokter

"Untuk seseorang didiagnosis dengan demensia, mereka harus mengalami penurunan signifikan di lebih dari satu area kognitif, dan perubahan itu harus memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka," kata Caccappolo. Itu biasanya berarti mereka mengalami masalah memori, serta masalah di area kedua seperti bahasa, fungsi visual/spasial, atau fungsi eksekutif (kemampuan untuk melakukan banyak tugas).

Ada Berbagai Jenis Demensia

Diperkirakan ada 54 juta orang yang hidup dengan demensia di seluruh dunia. (Foto: 123RF/Volodymyr Melnyk)
Diperkirakan ada 54 juta orang yang hidup dengan demensia di seluruh dunia. (Foto: 123RF/Volodymyr Melnyk)

Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum, mempengaruhi antara 60 hingga 80 persen dari mereka yang menderita demensia, tetapi ada jenis lain yang harus diperhatikan:

- Demensia vaskular, ketika serangkaian stroke mengurangi aliran oksigen ke otak;

- Demensia tubuh Lewy, yang disebabkan oleh penumpukan protein abnormal di otak;

- Demensia frontotemporal, yang memengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab atas kepribadian dan perilaku.

Ketika seseorang memiliki gejala lebih dari satu jenis, itu disebut demensia campuran. Dalam beberapa kasus, kehilangan memori dan kebingungan dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat diobati atau bahkan dibalik, seperti kekurangan vitamin, hipotiroidisme, efek samping pengobatan, dan depresi. (Aru)

Baca juga:

Cegah Depresi pada Lansia dengan Senam

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan