Tanda Awal Kecemasan yang Tidak Boleh Diabaikan

Muchammad YaniMuchammad Yani - Sabtu, 05 Februari 2022
Tanda Awal Kecemasan yang Tidak Boleh Diabaikan

Kecemasan menjadi permasalahan yang serius jika tidak segera ditangani dengan baik. (Foto: pexels/Kat Smith)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SIAPA yang tidak mengenal gangguan kecemasan? Istilah ini tentunya sudah sangat familiar bagi beberapa orang. Kecemasan dapat mengganggu aktivitas pengidapnya ketika gangguan tersebut sedang muncul.

Jantung berdebar terlalu kencang, terlalu banyak berpikir terlebih adalah pikiran yang negatif, jika kamu mengalami hal tersebut itu bisa saja menjadi tanda dan gejala kecemasan. Selain beberapa gejala tersebut ada beberapa gejala yang tanpa sadar kamu alami. Bersumber dari pinkvilla, inilah beberapa tanda yang dapat mengetahui apakah kamu mengalami gejala kecemasan atau tidak.

Baca juga:

Rahasia Racikan Teh Nikmat

1. Kehilangan Selera Makan

Menjauh dari semua hal yang pernah disukai. (Foto: pexels/Andrew Neel)
Menjauh dari semua hal yang pernah disukai. (Foto: pexels/Andrew Neel)

Ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan, tetapi kecemasan bisa menjadi alasan paling utama. Jika kamu sedang cemas, kamu akan kehilangan selera untuk makan, bahkan walaupun itu adalah makanan favoritmu kamu juga tetap tidak memiliki selera untuk memakannya. Saat cemas jika kamu benar-benar makan, biasanya kamu hanya akan makan sedikit saja tidak seperti hari biasa.



2. Kehilangan Minat

Menjauh dari semua hal yang pernah disukai. (Foto: pexels/Andrew Neel)
Menjauh dari semua hal yang pernah disukai. (Foto: pexels/Andrew Neel)

Jika dulu ada banyak hal yang kamu minati, namun akhir-akhir ini mudah untuk kehilangan minat pada sesuatu hal, bahkan membuat kamu merasa stres, itu bisa menandakan kamu mengalami kecemasan. Kecemasan terkadang bisa muncul dengan sendirinya bahkan dengan cara yang tidak dapat kamu bayangkan. Jadi, ketidaktertarikan yang tiba-tiba pada berbagai hal harus segera diatasi secepat mungkin.

Baca juga:

Dekati Penyintas Kanker Dengan Hati Hapus Kesenjangan Perawatan

3. Overthinking

Selalu berpikir berlebihan. (Foto: pexels/Karolina Grabowska)
Selalu berpikir berlebihan. (Foto: pexels/Karolina Grabowska)

Berpikir berlebihan memiliki kaitan yang erat dengan kecemasan. Jika akhir- akhir ini, kamu sangat mudah berpikir berlebihan maka ada kmeungkinan jika kamu menderita kecemasan. Terlalu banyak bepikir juga membuat kamu stres dan memengaruhi tidurmu. Selain berpikir berlebihan kamu juga akan lebih mudah untuk mengkhawatirkan sesuatu hal. Kamu menjadi lebih waspada dan tidak bisa untuk berhenti memikirkannya.

Jika kamu melihat tiga tanda itu di dalam dirimu, ada baiknya untuk segera berkunjung atau menghubungi ahlinya dan mencari pengobatan dan perawatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan diri sendiri. Tentunya dokter akan memberikan penangan bisa berupa obat ataupun meditasi dan teknik penyembuhan lainnya. (Pid)

Baca juga:

Aktif Bergerak di Masa Kecil, Rasakan Manfaatnya ketika Dewasa

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan