MerahPutih.com - Warga di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ramai-ramai melakukan aksi lockdown lokal dengan menutup jalan kampung karena merasa khawatir terpapar virus corona atau COVID-19. Warga memagari jalan atau gang masuk dengan pagar atau bambu. Aksi tutup akses ini dilakukan warga sejak pekan lalu.
Ketua RT 04/RW 03, Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo Heny Purwanto (48) mengatakan, warga lebih memilih mengisolasi diri di rumah agar tak tertular virus corona. Kendati demikian, mereka masih membuka akses utama jalan desa.
Baca Juga:
Sejak Solo KLB COVID-19, Arus Lalin Solo Turun Hingga 12 Persen
"Kami sudah memberi pengertian agar tidak dilakukan penutupan secara berlebihan. Karena masih banyak warga yang kerja di luar," ujar Heny, Senin (30/3).
Menurut Heny, kesepakatan tersebut lantas dimintakan persetujuan ke Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat. Hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan permasalahan atau sengketa dengan warga lainnya.
"Saya melihat warga memang panik dan takut setelah banyak berita tentang virus corona yang mudah menular dan belum ada obatnya," kata dia.
Baca Juga:
Rencana Pemerintah Berlakukan Darurat Sipil Berpotensi Picu Suasana Chaos
Perwakilan pemerintahan Desa Kadilangu Budi kristiawan menambahkan, penutupan akses ke hampir seluruh kampung tersebut sudah melalui persetujuan lurah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Pihaknya hanya memberikan satu akses masuk ke desa dengan sistem buka tutup.
"Akses kampung di wilayah Desa Kadilangu untuk sementara ditutup. Ini untuk strerilisasi dan menjaga warga pendatang dari luar kota maupun dari kampung asal tidak keluar masuk sembarangan," pungkasnya. (Ism)
Baca Juga:
Hadapi Karantina Wilayah Pandemi COVID-19, Solo Siapkan Anggaran Rp49 Miliar

