Tagih Janji DPR yang Baru, Kaum Buruh: Jangan Bikin Sengsara Rakyat

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 02 Oktober 2019
Tagih Janji DPR yang Baru, Kaum Buruh: Jangan Bikin Sengsara Rakyat

Massa buruh yang berunjuk rasa di Istana Negara (MP/Kanugraha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi akbar di depan gedung DPR RI. Dalam aksinya, mereka menyuarakan penolakannya terhadap revisi Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Menolak revisi UU Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003. Kenapa? Karena revisi itu bukan memperbaiki kaum buruh, tapi malah bikin makin terpuruk,” kata Presiden KSPI, Said Iqbal dalam orasinya, Rabu (2/10).

Baca Juga

Gerakan Buruh Bersama Rakyat: Cabut Aturan Kontroversial!

Ia berharap agar DPR RI yang baru saja dilantik memikirkan hal ini dan berpihak kepada masyarakat buruh Indonesia. Said Iqbal menyatakan bahwa kesejahteraan kaum buruh saat ini sudah dimonopoli oleh para pengusaha nakal.

Dan, pihaknya akan melakukan perlawanan secara berkala jika sampai DPR periode 2019-2024 malah mengambil sikap politik untuk melakukan revisi terhadap Undang-undang yang langsung menyasar kepada kaum pekerja dan buruh di Indonesia itu.

Presiden KSPI Said Iqbal (Foto Facebook)

“Mari rebut kembali kesejahteraan buruh yang mau dikooptasi oleh para pemodal. Kami akan lawan kalau sampai terjadi revisi UU Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Selain penolakan terhadap revisi UU Ketenagakerjaan, Said Iqbal juga menyampaikan bahwa pihaknya menolak terhadap kebijakan pemerintah pusat untuk menaikkan premi BPJS Kesehatan.

Baca Juga

Said Iqbal Beberkan Puluhan Ribu Buruh Terkena PHK Selama Tahun 2018

Alasan penolakan ini disampaikan Iqbal lantaran masyarakat kecil justru menjadi korban dalam mengikuti kebijakan pemerintah itu. Khususnya kaum golongan kelas 3 peserta BPJS Kesehatan yang mengalami penurunan daya beli mereka.

“Kami menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, karena akan mengakibatkan penurunan daya beli khususnya dari kelas 3,” ujarnya.

Terakhir, Iqbal meminta agar regulasi pengupahan dapat disikapi oleh pemerintah dengan melakukan revisi. Yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Apalagi revisi terhadap PP 78 tersebut merupakan janji politik Presiden Joko Widodo saat kampanye Pilpres 2019 lalu.

“Mendesak revisi PP 78 tahun 2015 sebagaimana janji presiden Jokowi,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat mengajak kepada para kaum buruh untuk tetap menjaga fatsun perjuangan mereka. Terlebih aksi penyampaian pendapat di muka umum pun sudah dilindungi oleh negara melalui regulasi yang ada.

“Hari ini kita menuntut keadilan tegak di bumi Indonesia. Tunjukkan bahwa kalian kaum buruh yang punya peradaban. Jangan takut melakukan perjuangan karena dilindungi UU. Kalau kalian lengah bukan tidak mungkin akan jadi kacung di negeri ini,” teriak Mirah.

Terkait dengan UU Ketenagakerjaan, Mirah mengancam akan melakukan aksi boikot jalan tol jika sampai regulasi tersebut direvisi oleh DPR RI.

Baca Juga

Tak Dilibatkan Bahas Revisi UU Ketenagakerjaan, Ribuan Buruh Geruduk Istana Negara

“Akan ada satu persoalan yang kalau ini disahkan, akan jadi kiamat bagi kaum buruh. Buruh akan dimiskan selama-lamanya. Jika ada Revisi UU 13 tahun 2003, kami pastikan akan tutup jalan tol ini selama-lamanya,” tegasnya.

Berdasrkan pantauan di lokasi, elemen buruh dari KSPI hanya bisa melakukan aksi sampai depan Resto Pulau Dua yang ada di samping DPR RI. (Knu)

#Demo Buruh
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh menggelar aksi demo menuntut kenaikan UMP DKI Jakarta 2026. KSPI menilai upah Rp 5,73 juta terlalu kecil dan tidak sesuai biaya hidup ibu kota.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Indonesia
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Ratusan buruh akan menggelar aksi serentak di Jakarta pada Kamis (15/1). Sejumlah tuntutan bakal dilayangkan, termasuk revisi UMP DKI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Indonesia
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Aksi ini akan diikuti ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jakarta dengan konvoi sepeda motor.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Indonesia
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
Penetapan UMP Jakarta 2026 mendapat penolakan. Para buruh siap mengambil jalur hukum untuk menolak kebijakan tersebut.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
Indonesia
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
UMP Jakarta 2026 dinilai terlalu kecil. Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, bahwa gaji di Sudirman lebih kecil dibanding Karawang.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Indonesia
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
Demo buruh tolak UMP Jakarta 2026 akan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/12). Polisi mengatakan, tidak ada penutupan jalan.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
Indonesia
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
UMP yang realistis seharusnya berada di angka 5,5 hingga 7,5 persen
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Desember 2025
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
Indonesia
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
KSPI dan Partai Buruh menunda aksi 24 November karena pemerintah belum mengumumkan kenaikan upah minimum 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
Indonesia
Antisipasi Demo Buruh, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta
Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional terkait demo buruh menolak kenaikan upah minimum 2026 di sekitar Istana Merdeka dan Gedung DPR RI, Senin (24/11).
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Antisipasi Demo Buruh, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta
Indonesia
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah
KSPI dan Partai Buruh memprotes kenaikan upah minimum 2026 yang disebut hanya naik rata-rata Rp 90 ribu per bulan. Aksi digelar di Jakarta hingga daerah lain.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah
Bagikan