Sudah Perlukah si Kecil Pakai Ponsel?

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 09 Februari 2023
Sudah Perlukah si Kecil Pakai Ponsel?

Anak-anak dengan ponsel pintar tergoda untuk begadang hingga larut malam. (Pexels/Katerina Holmes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEMAJUAN teknologi saat ini memudahkan segalanya termasuk dalam berkomunikasi. Kini kenyataannya, anak- anak mulai membawa dan memakai ponsel dalam usia yang telalu muda.

Sebuah penelitian baru-baru ini yang kami lansir dari laman WebMD menyatakan bahwa 22% anak di sekolah dasar dilaporkan memiliki ponselnya sendiri. Sudah pasti ada pro dan kontra akan hal ini, Merah Putih membahasnya untuk kamu melihat dari berbagai sisinya.

Baca Juga:

Memahami Lovesickness yang Mengubah Perilaku Orang

ponsel
Ada alasan yang membuat orangtua memberikan ponsel pada anaknya. (Unsplash/Rami Al-zayat)

Alasan yang masuk akal

Beberapa orangtua memiliki alasan demi keamanan. Memberikan ponsel untuk anak agar memudahkan dan keamanan dalam menghubungi mereka kapan pun dibutuhkan. Saat meninggalkan anak sendirian di rumah atau pun anak sedang berada di sekolah dan menunggu kita menjemputnya.

Barbara Greenberg, PhD, psikolog klinis di Fairfield County, CT. menyatakan bahwa jika ponsel benar-benar untuk mengakses menghubungi orang tua mereka atau untuk anak-anak dalam situasi hak asuh bersama yang mungkin bingung tentang rumah orang tua mana yang harus dituju, itu merupakan alasan yang dapat dipahami. Namun pada dasarnya, Greenberg tidak mendukung anak berusia enam tahun yang memiliki ponsel dalam banyak kasus lainnya.

Pertimbangkan risiko

Jika anakmu telah memiliki ponsel pintar, berarti mereka memiliki akses internet dan dapat menjelajah ke situs web yang mungkin tidak pantas. Mereka mungkin melihat konten kekerasan dan mungkin terkait dengan kematian atau seks. “Banyak anak memiliki fantasi di benak mereka tentang hal-hal yang tidak mereka pahami,” kata Greenberg.

Selain itu, anak juga dapat mengalami masalah kurang tidur. Anak-anak dengan ponsel pintar tergoda untuk begadang hingga larut malam bermain gim dan melakukan chat dengan teman.

Ponsel juga membawa risiko cyber bullying. Anak-anak dengan ponsel juga bisa menjadi terisolasi secara sosial, katanya. Terlalu banyak chat dan aktivitas media sosial berarti lebih sedikit waktu dengan teman secara langsung. Ada alasan lain untuk tidak memberikan ponsel kepada anak sebelum mereka siap.

Menurut Mark L. Goldstein, PhD, seorang psikolog anak di Chicago mengatakan bahwa beberapa orang tua terlalu protektif terhadap anak-anak mereka sehingga mereka menginginkan komunikasi terus-menerus dengan mereka tanpa memikirkan potensi bahayanya. Anak-anak dengan ponsel dapat mendapatkan informasi yang salah. Risiko lainnya adalah memulai suatu ketergantungan pada si anak.

Baca Juga:

Aplikasi Digital Hadir untuk Menurunkan Angka Stunting di Indonesia

ponsel
Yang lebih penting, apakah anak-anak siap secara emosional untuk itu? (Unsplash/Daniel Romero)

Pertimbangkan kembali mengapa anakmu harus diberikan ponsel lebih cepat. Ketahui juga, apakah anak ingin chat ke teman? Atau menghabiskan waktu di media sosial? Apakah mereka menginginkan ponsel karena kakak atau sepupu memilikinya?

“Lihatlah kemampuan kognitif anak Anda untuk dapat menggunakan ponsel dengan tepat, dan yang lebih penting, apakah mereka siap secara emosional untuk itu?” kata Greenberg.

Tips menggunakan ponsel yang aman dan bertanggung jawab untuk anak :

- Gunakan aplikasi atau kontrol orang tua yang membatasi dengan siapa anak dapat berbicara dan
mengirim pesan teks serta jenis situs web yang dapat mereka lihat.

- Jangan izinkan anak memuat video gim dan aplikasi.

- Batasi anak ke ponsel dasar daripada ponsel.

- Jadilah panutan yang baik dengan ponsel kamu sendiri.

- Tetapkan batas waktu layar.

- Beri tahu anak bahwa kamu akan memantau penggunaan ponsel mereka dengan cermat.

- Ketahui kata sandi mereka.

- Singkirkan ponsel anak setidaknya satu jam sebelum waktu tidur dan isi baterainya di luar kamar tidur.

- Bicaralah dengan anak-anakmu tentang bahaya sexting. (dgs)

Baca Juga:

Patah Hati Mengganggu Kesehatan Fisik

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Bagikan