Studi Ungkap Kemampuan tak Terbatas Kanker untuk Berevolusi

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 07 Juni 2023
Studi Ungkap Kemampuan tak Terbatas Kanker untuk Berevolusi

Kemampuan tumor rupanya hampir tak terbatas untuk berevolusi dan bertahan hidup. (Unsplash/Angiola Harry)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANALISIS yang belum pernah dilakukan tentang bagaimana kanker tumbuh. Ilmuwan mengungkapkan kalau kemampuan tumor rupanya hampir tak terbatas untuk berevolusi dan bertahan hidup.

Hasil pelacakan pada kanker paru-paru selama sembilan tahun membuat tim peneliti terkejut pada kekuatan hebat yang mereka hadapi. Pakar menyimpulkan bahwa kita perlu lebih fokus pada pencegahan, dibandingkan dengan mencari jalan penyembuhan universal yang rasanya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Baca Juga:

Kesalahan dalam Menangani Makanan

kanker
Kanker berubah dan berkembang seiring waktu. (freepik/rawpixels)


Hal ini didukung oleh studi yang dilakukan oleh Cancer Research UK yang menyatakan kalau deteksi dini kanker sangat penting. Studi berjudul TracerX itu memberikan analisis paling mendalam tentang bagaimana kanker berevolusi dan apa yang menyebabkannya menyebar.

“Kanker berubah dan berkembang seiring waktu. Mereka tidak tetap dan tidak dapat diubah. Mereka bisa menjadi lebih agresif, lebih baik dalam menghindari sistem kekebalan tubuh, dan mampu menyebar ke seluruh tubuh,” tulis studi tersebut seperti dikutip dari BBC.

Tumor dimulai sebagai sel tunggal yang rusak, tetapi menjadi campuran jutaan sel yang semuanya bermutasi dengan cara yang sedikit berbeda.

TracerX melacak keragaman itu dan bagaimana perubahannya dari waktu ke waktu di dalam pasien kanker paru-paru dan mengatakan hasilnya akan berlaku di berbagai jenis kanker.

"Itu belum pernah dilakukan sebelumnya dalam skala seperti ini," jelas Prof Charles Swanton, dari Francis Crick Institute dan University College London.

Baca Juga:

Tepatkah Pemakaian Istilah 'Penyintas Kanker'?

kanker
Kelangsungan hidup yang lebih tinggi mungkin disebabkan perbaikan dalam pencegahan dan pengobatan kanker. (123RF/maksymiv)

Lebih dari 400 orang dirawat di 13 rumah sakit di Inggris menjalani biopsi yang diambil dari berbagai bagian kanker paru-paru mereka seiring perkembangan penyakit.

"Ini mengejutkan saya bagaimana tumor bisa beradaptasi," kata Prof Swanton seperti dilaporkan BBC.

"Saya tidak ingin terdengar terlalu tertekan tentang hal ini, tapi saya pikir - mengingat kemungkinan yang hampir tak terbatas di mana tumor dapat berkembang, dan jumlah sel yang sangat besar dalam tumor stadium akhir, yang bisa menjadi beberapa ratus miliar sel. Mencari jalan untuk mencapai kesembuhan pada semua pasien dengan penyakit stadium akhir adalah tugas yang berat,” lanjutnya.

Prof Swanton juga memaparkan kalau dirinya tidak yakin manusia dapat menemukan obat universal untuk kanker.

"Jika kita ingin memberikan dampak terbesar, kita perlu fokus pada pencegahan, deteksi dini, dan deteksi kekambuhan," jelasnya. (dsh)

Baca Juga:

Waspada, Malas Bergerak Juga Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan