Status Gunung Merapi Masih Siaga, Pengungsi Merapi Diminta Bertahan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 19 Desember 2020
Status Gunung Merapi Masih Siaga, Pengungsi Merapi Diminta Bertahan

Warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang terdampak bahaya erupsi Merapi mengungsi. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah mengimbau pada para pengungsi Gunung Merapi agar tetap bersabar dan tidak meninggalkan tempat pengungsian sementara.

Hal tersebut merespons keluhan pengungsi yang mulai merasakan jenuh karena terlalu lama berada di tempat pengungsian.

Kepala Harian Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Sip Anwar mengemukakan, status Gunung Merapi yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta tersebut masih berada pada Level 3 atau Siaga. Dengan kondisi tersebut, tidak ada alasan bagi warga untuk meninggalkan tempat pengungsian untuk kembali ke rumah.

Baca Juga:

Masih Keluarkan Guguran, Sultan Minta Pengungsi Merapi Tidak Balik Rumah

"Untuk pengungsi saya imbau tetap sabar. Status Merapi masih Siaga (Level 3). Sampai kapan kita kan enggak tahu, jadi ya harus tetap waspada," ujar Anwar, Sabtu (19/12).

Anwar mengakui, saat ini para pengungsi mengalami kejenuhan. Kendati demikian, mereka diminta untuk tidak meninggalkan tempat pengungsian dan tetap berada di lokasi demi keselamatan.

"Kami bisa memahami mereka bosan berada di tempat pengungsian. Yang penting mengutamakan keselamatan. Kalau nanti levelnya sudah turun, kami persilakan untuk kembali ke rumah masing-masing," tutur dia.

 Warga melintas di posko induk pemantauan Gunung Merapi, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (MP/Ismail)
Warga melintas di posko induk pemantauan Gunung Merapi, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Ia menjelaskan, hingga saat ini jumlah pengungsi di Desa Balerante sebanyak 279 jiwa. Jumlah Mereka masih banyak, meskipun masih ada sejumlah warga yang kembali ke rumah di kawasan rawan bencana (KRB) III.

"Untuk para pengungsi yang ada di Desa Tegalmulyo da 59 orang, memang mengalami penurunan. Sebagian pengungsi nekat kembali ke rumah masing-masing," ucap dia.

Baca Juga:

KPU Sleman Pindahkan 1 TPS ke Barak Pengungsian Merapi

Ia mengingatkan pada warga yang nekat pulang untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Sementara itu, untuk logistik bagi para pengungsi masih aman.

"Kalau sekiranya membahayakan, saya minta warga untuk turun kembali ke pengungsian agar tidak sampai jatuh korban," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

KPU Jateng Pindahkan 18 TPS di Zona Rawan Erupsi Merapi ke Tempat Pengungsian

#Gunung Merapi #Letusan Gunung Merapi #Pengungsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Status Masih Siaga, Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi Strombolian
Karakter aktivitas Gunung Anak Krakatau juga mengalami perubahan. Setelah fase erupsi menerus berakhir, gunung api tersebut kembali menunjukkan pola erupsi Strombolian.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Status Masih Siaga, Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi Strombolian
Indonesia
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Kemenkes mencatat 9.668 kasus ISPA pada warga terdampak gempa NTT sejak 15-26 Agustus 2026. Lebih dari 185 ribu warga masih berada di pengungsian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Indonesia
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Ratusan pengungsi gempa Nagekeo, NTT, mengalami ISPA, gastritis, flu, dan batuk. Hingga 24 Agustus, 400 warga dirawat di Posko Kesehatan Darurat.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Indonesia
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Sikka, yang difungsikan sebagai posko pengungsian dan memastikan kondisi anak-anak aman.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Indonesia
Merapi Jogja Erupsi Jumat Pagi, Awan Panas Meluncur 2 KM ke Barat Daya
Gunung Merapi erupsi Jumat pagi dengan awan panas guguran sejauh 2 km ke arah barat daya. BPPTKG menetapkan status Level III (Siaga) dan mengingatkan warga untuk menjauhi zona bahaya serta waspada banjir lahar dan hujan abu.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 Juli 2026
Merapi Jogja Erupsi Jumat Pagi, Awan Panas Meluncur 2 KM ke Barat Daya
Indonesia
Warga Lereng Merapi Nekat Buka Jalur Pendakian via Selo, BTNGM Lakukan Pendekatan
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Heri Wibowo mengatakan kejadian ini membuktikan masyarakat tidak menghiraukan imbauan pihak-pihak terkait.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Warga Lereng Merapi Nekat Buka Jalur Pendakian via Selo, BTNGM Lakukan Pendekatan
Indonesia
Pengungsi Kembali Ngemper di Kantor UNHCR Jakarta, Mereka Bawa Bantal
Pengungsi tiduran di tepi jalan dengan menggunakan karpet. Barang-barang yang ada di sekitar mereka, yakni tas, galon berisi air mineral serta bantal.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Pengungsi Kembali Ngemper di Kantor UNHCR Jakarta, Mereka Bawa Bantal
Indonesia
Gunung Merapi Erupsi, Jalur Pendakian Tetap Ditutup
Awan panas guguran terjadi pada pukul 20.56 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah barat, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Gunung Merapi Erupsi, Jalur Pendakian Tetap Ditutup
Indonesia
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi tersebut juga sekaitan dengan status Gunung Marapi yang hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Bagikan