Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi posko pengungsi korban bencana gempa NTT. (Foto: Setwapres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi SD Inpres LXXVI Wairklau, Kabupaten Sikka, Kamis (20/8).

Sekolah tersebut menjadi lokasi pertama yang ditinjau Gibran dalam kunjungan kerja untuk melihat langsung penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran Gibran menegaskan bahwa menjamin keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab negara. Kebutuhan warga terdampak juga menjadi prioritas dalam proses penanganan dan pemulihan.

Baca juga:

3.002 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Ungkap Kapan Aktivitas Diperkirakan Menurun

SD Inpres Wairklau Jadi Posko Pengungsian

Dalam kunjungannya, Gibran melihat kondisi SD Inpres LXXVI Wairklau yang saat ini turut difungsikan sebagai posko pengungsian.

Wapres berbincang dengan pihak terkait serta masyarakat yang berada di lokasi untuk mengetahui kondisi warga terdampak bencana.

Gibran juga menanyakan kondisi anak-anak kepada para pengungsi, termasuk memastikan mereka telah memperoleh makanan yang cukup serta berada dalam keadaan aman dan tidak mengalami luka.

“Anaknya sudah makan?” tanya Gibran.

“Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?” lanjutnya.

Gibran Serahkan Peralatan Bayi

Selain berbincang dengan warga, Gibran juga menyerahkan sejumlah peralatan bayi kepada salah seorang ibu yang berada di lokasi pengungsian.

“Bu, ini peralatan bayi, ya,” ujarnya.

“Makasih, Pak,” jawab ibu tersebut.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan warga selama berada di lokasi pengungsian.

Baca juga:

Wapres Gibran Bertolak ke NTT, Libatkan Mahasiswa UI untuk Bantu Pemulihan Trauma Korban Bencana

Pastikan Pendidikan Tetap Jadi Perhatian

Melalui peninjauan tersebut, Gibran ingin memastikan perhatian pemerintah terhadap pendidikan tetap hadir di tengah situasi darurat.

Sekolah yang dalam kondisi bencana turut digunakan sebagai tempat pengungsian menunjukkan pentingnya memastikan kebutuhan anak-anak tetap diperhatikan selama proses penanganan berlangsung.

Pemulihan pascabencana diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi fisik fasilitas pendidikan, tetapi juga memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman serta memperoleh dukungan yang mereka butuhkan. (Pon)

#Gempa NTT #Pengungsi #Gibran Rakabuming Raka #Wapres Gibran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Jelang Pelantikan Wantimpres, Paman Gibran Eks Ketua MK Nongol di Istana Siap Bertugas Jika Diminta
Anwar Usman mendadak hadir di Istana Kepresidenan jelang pelantikan Wantimpres. Ngaku diundang Raffi Ahmad dan siap mengabdi jika ditunjuk Presiden!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jelang Pelantikan Wantimpres, Paman Gibran Eks Ketua MK Nongol di Istana Siap Bertugas Jika Diminta
Indonesia
Muluskan Jalan Wapres di Pilpres 2024, Almas Kini Dukung Denny Indrayana Gugat PHPU Gibran di MK
Almas mengaku tidak mengetahui bagaimana pembuktian mengenai dokumen pendidikan Gibran nantinya. Dirinya bukan pihak dalam perkara tersebut dan hanya mengikuti prosesnya dari luar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Muluskan Jalan Wapres di Pilpres 2024, Almas Kini Dukung Denny Indrayana Gugat PHPU Gibran di MK
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Wapres Gibran meminta maaf atas dugaan keracunan MBG di Batang. Sebanyak 700 siswa terdampak dan 34 masih dirawat, investigasi berlangsung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Indonesia
Wapres Gibran Minta Investigasi Dugaan Keracunan MBG di Batang Segera Dituntaskan
Pemerintah perlu memastikan seluruh tahapan investigasi berjalan secara menyeluruh sebelum kesimpulan mengenai penyebab kejadian disampaikan.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Wapres Gibran Minta Investigasi Dugaan Keracunan MBG di Batang Segera Dituntaskan
Indonesia
Terbang ke Batang Jateng, Wapres Gibran Pastikan Korban Dugaan Keracunan MBG Dirawat sampai Pulih
Gibran menegaskan keselamatan dan kondisi kesehatan korban menjadi prioritas utama pemerintah.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Terbang ke Batang Jateng, Wapres Gibran Pastikan Korban Dugaan Keracunan MBG Dirawat sampai Pulih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Indonesia
Ijazah Gibran Digugat ke MK oleh Denny Indrayana, Jokowi: Masak Disuruh Paket C Lagi
Wapres Gibran sudah menempuh pendidikan SD 16 Surakarta, SMPN 1 Surakarta, SMA di Orchid Park Secondary School di Singapura, dan kemudian di O-Level.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Ijazah Gibran Digugat ke MK oleh Denny Indrayana, Jokowi: Masak Disuruh Paket C Lagi
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Bagikan