MerahPutih.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi SD Inpres LXXVI Wairklau, Kabupaten Sikka, Kamis (20/8).
Sekolah tersebut menjadi lokasi pertama yang ditinjau Gibran dalam kunjungan kerja untuk melihat langsung penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kehadiran Gibran menegaskan bahwa menjamin keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab negara. Kebutuhan warga terdampak juga menjadi prioritas dalam proses penanganan dan pemulihan.
Baca juga:
3.002 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Ungkap Kapan Aktivitas Diperkirakan Menurun
SD Inpres Wairklau Jadi Posko Pengungsian
Dalam kunjungannya, Gibran melihat kondisi SD Inpres LXXVI Wairklau yang saat ini turut difungsikan sebagai posko pengungsian.
Wapres berbincang dengan pihak terkait serta masyarakat yang berada di lokasi untuk mengetahui kondisi warga terdampak bencana.
Gibran juga menanyakan kondisi anak-anak kepada para pengungsi, termasuk memastikan mereka telah memperoleh makanan yang cukup serta berada dalam keadaan aman dan tidak mengalami luka.
“Anaknya sudah makan?” tanya Gibran.
“Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?” lanjutnya.
Gibran Serahkan Peralatan Bayi
Selain berbincang dengan warga, Gibran juga menyerahkan sejumlah peralatan bayi kepada salah seorang ibu yang berada di lokasi pengungsian.
“Bu, ini peralatan bayi, ya,” ujarnya.
“Makasih, Pak,” jawab ibu tersebut.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan warga selama berada di lokasi pengungsian.
Baca juga:
Wapres Gibran Bertolak ke NTT, Libatkan Mahasiswa UI untuk Bantu Pemulihan Trauma Korban Bencana
Pastikan Pendidikan Tetap Jadi Perhatian
Melalui peninjauan tersebut, Gibran ingin memastikan perhatian pemerintah terhadap pendidikan tetap hadir di tengah situasi darurat.
Sekolah yang dalam kondisi bencana turut digunakan sebagai tempat pengungsian menunjukkan pentingnya memastikan kebutuhan anak-anak tetap diperhatikan selama proses penanganan berlangsung.
Pemulihan pascabencana diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi fisik fasilitas pendidikan, tetapi juga memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman serta memperoleh dukungan yang mereka butuhkan. (Pon)