9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian

Pengungsi Gempa di NTT. (Foto: dok. BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi keluhan kesehatan paling banyak dialami warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian Kesehatan mencatat 9.668 kasus ISPA sejak 15 hingga 26 Agustus 2026.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan kasus tersebut tersebar di tujuh kabupaten yang terdampak gempa.

“Distribusi penyakit yang paling banyak adalah ISPA mencapai 9.668 kasus tersebar di tujuh kabupaten,” kata Agus dalam konferensi pers daring, Kamis (27/8).

Tingginya kasus ISPA menjadi perhatian karena lebih dari 185 ribu warga masih bertahan di 444 titik pengungsian.

Kondisi tempat tinggal sementara dengan kepadatan warga membuat layanan kesehatan harus terus diperkuat untuk mencegah munculnya masalah kesehatan yang lebih luas.

Baca juga:

ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat

Hipertensi hingga Penyakit Kulit

Selain ISPA, Kemenkes mencatat sejumlah penyakit lain yang dialami warga terdampak.

Hipertensi tercatat sebanyak 4.686 kasus, kemudian myalgia 1.017 kasus, trauma 662 kasus, diare 627 kasus, gastritis 571 kasus, dispepsia 487 kasus, diabetes 392 kasus, penyakit kulit 347 kasus, dan low back pain 283 kasus.

Kemenkes juga menemukan 35 kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Nagekeo. Seluruh korban disebut telah mendapatkan vaksinasi lengkap.

“Bahkan ada kasus gigitan hewan rabies sebanyak 35 orang di Nagekeo dan alhamdulillah sudah divaksinasi semua,” ujar Agus.

Baca juga:

Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana

Ratusan Tenaga Kesehatan Diterjunkan

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah memperkuat layanan medis bagi warga yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Sebanyak 392 tenaga kesehatan telah diterjunkan ke wilayah terdampak, sementara dua rumah sakit lapangan berbasis tenda inflatable didirikan untuk memberikan pelayanan medis secara lebih aman.

Rumah sakit lapangan tersebut berada di Aeramo, Kabupaten Nagekeo, dan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Pendirian fasilitas tersebut dilakukan setelah sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.

Ketika bangunan faskes rusak atau retak, pelayanan harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar keselamatan pasien dan tenaga kesehatan tetap terjamin,

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin.

(Knu)

#Gempa NTT #Kemenkes #Pengungsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Wamenkes menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Lifestyle
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Influenza menular melalui melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Indonesia
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus merupakan balita.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Bagikan