Siswa SD Asal NTT Juarai Kompetisi Matematika Tingkat Dunia

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 19 Januari 2023
Siswa SD Asal NTT Juarai Kompetisi Matematika Tingkat Dunia

Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau Nono bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. (Foto: IG viktorbungtilulaiskodat)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kabar membanggakan datang dari seorang siswa sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Siswa berusia 8 tahun bernama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau Nono berhasil menjadi juara satu dalam kompetisi internasional Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition.

Capaian Nono menjadi pertama kalinya bagi Indonesia memenangkan kompetisi matematika tersebut. Sebelumnya, siswa Indonesia pernah memenangkan peringkat ketiga dalam kompetisi ABG) International Mathematics Competition sebanyak tiga kali.

Nono telah mengalahkan 7.000 peserta dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Qatar, UAE, dan Australia.

Baca Juga:

Ribuan Warga Rohingya Tempuh Perjalanan Berbahaya di Laut Andaman

Menariknya, Nono bukan berasal dari kalangan berada hingga mencapai prestasi tersebut. Nono merupakan siswa Inpres Buraen 2 di Kabupaten Kupang, NTT yang merupakan salah satu daerah tertinggal.

Nono sebelumnya pernah mengikuti perlombaan tersebut tahun lalu, saat ia berusia 6 tahun dan duduk di bangku kelas satu SD, Nano juga mengikuti lomba yang sama. Ia pun keluar sebagai juara tiga kala itu.

"Banyak anak-anak yang terlahir dari latar belakang biasa saja tetapi mereka menjadi luar biasa dan lebih berhasil dibanding anak-anak yang hanya cerdas di lembaga pendidikan saja, karena mereka memiliki daya tahan yang luar biasa," kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Diketahui, ABG International Mathematics Competition merupakan ajang perlombaan matematika dan sempoa yang diselenggarakan oleh International Abacus Brain Gym. Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi untuk menemukan para juara di bidang matematika.

Perlombaan tersebut pun dilakukan dalam periode satu tahun, yakni Januari hingga Desember 2022. Seluruh peserta diminta untuk mengerjakan soal matematika dalam berbagai tingkat kesulitan dan bentuk selama jangka waktu tersebut.

Kompetisi yang diselenggarakan secara daring tersebut diikuti Nano dari rumahnya di NTT. Selama setahun, Nono diketahui berhasil menyelesaikan 152.010 soal dalam bentuk virtual dan listening dalam bahasa Inggris.

Baca Juga:

Menteri Siti Susun Kebijakan Buat Rehabilitasi Mangrove Secara Masif

Sementara itu, juara dua kompetisi tersebut diraih oleh peserta asal Qatar dan juara tiga diduduki oleh peserta asal Amerika Serikat. Mereka masing-masing berhasil mengerjakan 75.020 dan 61.380 soal.

Atas kemenangan tersebut, Nono mendapat piala, sertifikat, serta hadiah uang tunai sebesar USD 200 Dolar AS atau Rp 3 juta. Hadiah tersebut pun diberikan pada acara penyerahan Abacus Brain Gym Award 2022 di Ruang Rapat Gubernur NTT pada 10 Januari 2023 lalu.

Pada acara itu, turut hadir Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama dengan Bupati Kupang Korinus Masneno, Founder ABG USA Juli Agustar dan Founder ABG Indonesia Aguslina Angkasa. (*)

Baca Juga:

Jokowi Kunjungan Kerja ke Sulawesi Utara

#NTT #Matematika #Ahli Matematika
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Rata-Rata Matematika TKA SMA Rendah, Solusi Kemendikdasmen Pangkas Jumlah Soal Ujian di 2026
Untuk TKA SMA tahun ajaran baru nanti, Kemendikdasmen memutuskan akan mengurangi jumlah soal matematika dalam pelaksanaan ujian berdasarkan hasil evaluasi tim kementerian.
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
Rata-Rata Matematika TKA SMA Rendah, Solusi Kemendikdasmen Pangkas Jumlah Soal Ujian di 2026
Indonesia
Sindikat Internasional Penyelundupan Komodo dari NTT ke Thailand Terbongkar
Hasil pengembangan dari kasus pencurian Komodo yang terjadi pada 2025
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Sindikat Internasional Penyelundupan Komodo dari NTT ke Thailand Terbongkar
Indonesia
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Kasus YBR sebagai bukti rapuhnya perlindungan negara terhadap anak-anak di pelosok kawasan 3 T yang perlunya penanganan khusus dan darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Lainnya
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Mensesneg mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk merumuskan langkah preventif.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Indonesia
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak merupakan teguran bagi negara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Kasus bunuh diri siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang diduga dipicu karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis menjadi sorotan
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Olahraga
Pemprov NTB dan NTT Nyatakan Kesiapan Gelar PON XXII 2028
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Frengky Aruan - Kamis, 29 Januari 2026
Pemprov NTB dan NTT Nyatakan Kesiapan Gelar PON XXII 2028
Bagikan