Serem, 29 Orang Warga NTT Tewas Diserang Buaya

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 29 Agustus 2017
Serem, 29 Orang Warga NTT Tewas Diserang Buaya

Buaya di salah satu kolam Taman Buaya Indonesia Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (31/1) (Foto: Muchammad Yani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Buaya kini menjadi salah satu ancaman serius bagi warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Tercatat sudah 29 orang tewas akibat serangan buaya.

"Kasus warga NTT yang meninggal karena diserang buaya liar sangat tinggi. Dalam enam tahun ini saja sudah 29 orang yang meninggal dalam konflik manusia dengan satwa liar buaya di NTT," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), NTT, Tamen Sitorus ketika ditemui di Kupang, Selasa (29/8).

Menurut Sitorus, kasus penyerangan buaya yang tinggi terjadi di Pulau Timor, Rote dan Semau tercatat 23 orang meninggal disusul Pulau Lembata sebanyak empat orang meninggal.

Sedangkan di Pulau Sumba dan Flores berdasarkan data dimiliki BKSDA NTT lanjut Sitorus terdapat dua korban meninggal digigit buaya.

Ia mengatakan, serangan buaya dialami 29 orang korban itu terjadi ketika melakukan aktifitas penyelaman di laut dan memancing ikan di muara sungai serta menyeberang kali dan membuang sampah di laut.

"Ada korban yang sedang mandi di muara kali menjadi korban serangan buaya karena satwa ini selalu mengendap di daerah seperti itu," kata Sitorus.

Ia menegaskan, terjadinya serangan buaya terhadap penduduk di NTT karena semakin terbatasnya makanan pada daerah teritorialnya setelah maraknya pembangunan permukiman penduduk disekitar kawasan yang menjadi sumber mendapatkan makan bagi buaya.

"Karena ketersediaan makanan terbatas sehingga buaya memilih memperluas daerah jelajahnya untuk mencari makan hingga ke kawasan penduduk seperti terjadi di Teluk Kupang, Kota Kupang pada tahun 2016 lalu," kata Sitorus.

Sitorus mengatakan BKSD NTT telah mengandangkan 10 ekor buaya yang berhasil ditangkap petugas BKSDA yang sulit dilepas kembali alam bebas, karena ketika dilepaskan kembali ke habitatanya buaya-buaya yang sudah diberikan tanda khusus itu kembali lagi ke daratan di Pulau Timor.

"Tahun 2015 kita melepas satu ekor buaya di perairan Kupang sejauh 100 km dari daratan namun ternyata buaya yang dilepas itu kembali ke darat lalu memangsa satu korban di Pulau Semau, Kabupaten Kupang. Buaya itu sudah dalam penangkaran milik BKSDA NTT," kata Sitorus.

Sitorus mengajak investor untuk memilihara 10 ekor buaya itu, jika sudah menghasilkan keturuan ketiga dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan pembuatan asesoris seperti kulit buaya untuk tas, sepatu.(*)

#Buaya #Nusa Tenggara Timur (NTT)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
AirNav Indonesia menutup Bandara Wunopito, Lewoleba, NTT, 8–9 September 2026 akibat abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok. Kolom abu mencapai 800 meter
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
Indonesia
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Pemkab Nagekeo, NTT, memangkas masa tanggap darurat gempa dari 90 hari menjadi 30 hari. Status darurat berlaku 15 Agustus–13 September 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Indonesia
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Bantuan JHL Foundation terasa istimewa karena pertama yang diterima langsung komunitas mereka setelah terdampak gempa.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Merah Putih Kasih
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Sejak pagi hingga hampir tengah malam, tim JHL Foundation menyusuri jalan-jalan Flores, masuk ke kampung-kampung dan wilayah pelosok yang terdampak gempa untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Merah Putih Kasih
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Sebanyak 60 warga lanjut usia (lansia) di Desa Ranggatalo dan Lia Beke, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menerima bantuan dari JHL Foundation Yayasan Merah Putih Peduli Kasih, Selasa (25/8).
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Indonesia
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 SR di NTT, terdiri atas 19.006 rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 rusak ringan.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
Indonesia
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Paus Leo XIV mengaku sangat sedih melihat korban jiwa, kehancuran, dan penderitaan yang ditimbulkan bencana tersebut.
Frengky Aruan - Jumat, 21 Agustus 2026
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Indonesia
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
Pertamina menunda pengoperasian Terminal BBM Reo di Manggarai, NTT pascagempa magnitudo 7,7. Dermaga masih menunggu tes struktur.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
Indonesia
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Hal ini seperti disampaikan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto
Frengky Aruan - Kamis, 20 Agustus 2026
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Indonesia
Ribuan Gempa Susulan Landa NTT, BMKG Prediksi Baru Stabil 3 Pekan Lagi
BMKG mencatat 1.979 gempa susulan pasca gempa 7,7 SR di NTT hingga 17 Agustus 2026. Aktivitas masih fluktuatif, diperkirakan stabil dalam 2–3 pekan
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Ribuan Gempa Susulan Landa NTT, BMKG Prediksi Baru Stabil 3 Pekan Lagi
Bagikan