Selisih Angka Kesembuhan COVID-19 Indonesia dengan Global Lebih dari 7 Persen

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 28 Oktober 2020
Selisih Angka Kesembuhan COVID-19 Indonesia dengan Global Lebih dari 7 Persen

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. ANTARA/Muhammad Zulfikar/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan selisih angka kesembuhan Indonesia dengan global sebesar 7,24 persen, sementara angka kesembuhan nasional mencapai 80,84 persen.

"Satu bulan yang lalu kita masih berada di bawah rata-rata angka kesembuhan global, nah hari ini selisih kita dengan global itu mencapai 7,24 persen," ujar Doni dalam konferensi pers virtual yang diadakan di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (27/10).

Baca Juga

PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang hingga 25 November 2020

Peningkatan angka kesembuhan tersebut tentunya juga berkat kerja keras dari tim dokter yang ada di seluruh rumah sakit-rumah sakit COVID-19, rumah sakit darurat serta beberapa fasilitas lainnya yang disiapkan oleh pemerintah baik di pusat maupun di daerah.

Persentase kasus aktif COVID-19 yang semula cukup tinggi tetapi saat ini telah mengalami penurunan, bahkan angka kasus COVID-19 Indonesia sekarang berada jauh di bawah kasus aktif global yaitu berada pada posisi di 15,74 persen.

"Saat ini di beberapa negara sedang mengalami penambahan kasus sementara di negara kita alhamdulillah bisa stabil bertahan walaupun beberapa provinsi menunjukkan gejala peningkatan," beber Doni.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Foto: BNPB

Doni mengakui, memang angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih relatif lebih tinggi dari global.

"Namun, kita yakini bahwa kerja keras dari para dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang semakin bertambah pengalaman semakin bertambah pengetahuan untuk menangani pasien kita harapkan bisa semakin baik lagi," ujarnya.

Doni mengatakan pasien COVID-19 dengan gejala ringan bisa disembuhkan dengan persentase 100 persen. Apabila kondisi pasien bergeser ke gejala sedang, maka angka kematiannya bertambah yaitu 2,6 persen, sedangkan untuk gejala yang berat, angka kematian mencapai 6-7 persen. Pada keadaan kritis, angka kematian sangat besar yaitu 67 persen.

Dia mengatakan dengan pengalaman dan pengetahuan para dokter dan tenaga medis lain yang semakin bertambah, maka diharapkan gejala para pasien tidak sampai melonjak ke kondisi berat.

Selain itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan jika melakukan kontak dekat dengan orang positif COVID-19 untuk mengetahui apakah terinfeksi COVID-19 atau tidak. Dengan mengetahui kondisi klinis lebih cepat, maka penanganan dan pengobatan dapat dilakukan dengan dini sehingga tidak sampai jatuh pada kondisi berat yang dapat menurunkan potensi kesembuhan pasien.

Baca Juga

Angka Kesembuhan Makin Tinggi, Penanganan Corona Tanah Air Miliki Harapan Cerah

Yang memiliki kontak dekat, sebagaimana dikutip Antara, juga harus melakukan karantina atau isolasi mandiri agar tidak terjadi penyebaran kepada orang lain.

"Terutama yang harus kita jaga adalah kelompok yang sangat rentan yaitu lansia dan mereka yang punya komorbid seperti halnya hipertensi kemudian diabet, penyakit jantung, ginjal dan beberapa penyakit paru lainnya," ujarnya. (*)

#COVID-19 #Obat Covid #Kasus Covid #Kalung Covid #Test Covid 19 #Anggaran COVID #Vaksin Covid-19 #Satgas COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Bagikan