Kesehatan

Sebaiknya Jangan Mengonsumsi Ciki Ngebul

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 14 Januari 2023
Sebaiknya Jangan Mengonsumsi Ciki Ngebul

Ciki ngebul berbahaya. (Foto: Unsplash/Pascal Meier)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NGEBUL! Kesan pertama yang akan kamu katakan setelah melihat makanan ini. Ciri khasnya warna-warni, ditempatkan di dalam wadah bersamaan dengan wafer stik cokelat. Kemudian, nitrogen cair dituang ke dalam wadah tersebut, juga ditambahkan susu kental cokelat di atasnya. Jadilah ciki ngebul atau ice smoke, makanan yang viral dengan efek ngebul karena ada asap dari cairan nitrogen.

Ciki ngebul viral di 2023 lantaran memberikan efek berbahaya kepada orang yang mengonsumsinya. Menurut data dari laman resmi Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes), terdapat sejumlah kasus memakan korban akibat ciki ngebul. Kemenkes menyebut terdapat tiga kasus resmi terkait ciki ngebul, antara lain:

Baca Juga:

Ringankan Asma dengan Jahe

1. Pada Juli 2022 terjadi 1 kasus pada anak yang mengonsumsi ice smoke di desa Ngasinan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo yang menyebabkan terjadinya luka bakar.

2. Pada 19 November 2022, UPTD Puskesmas Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya melaporkan telah terjadi KLB keracunan pangan dengan jumlah kasus 23 orang, 1 kasus diantaranya dirujuk ke Rumah Sakit. Gejala timbul setelah mengonsumsi jajanan jenis ciki ngebul.

3. Pada 21 Desember 2022, UGD Rumah Sakit Haji Jakarta melaporkan menerima pasien anak laki-laki berumur 4 tahun datang dengan keluhan nyeri perut hebat setelah mengonsumsi jajanan jenis ciki ngebul.

Berbagai keluhan penyakit dapat terasa akibat mengonsumsi ciki ngebul. (Foto: Unsplash/Daniele Levis Pelusi)

Berdasarkan kejadian-kejadian tersebut, Kemenkes meresmikan bahwa ciki ngebul berbahaya untuk kesehatan. Kemenkes meminta masyarakat waspada terhadap jajanan kekinian ini, melalui Surat Edaran Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji, yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada 6 Januari 2023.

“Surat Edaran ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan dan peningkatan kewaspadaan pada penggunaan nitrogen cair pada pangan siap saji untuk mencegah terjadinya keracunan pangan,” kata Dirjen Maxi.

Baca Juga:

Semakin Merah Kerokan, Semakin Parah Masuk Angin?

Kemenkes melanjutkan bahwa penggunaan nitrogen cair berlebihan dan dalam jangka panjang akan menyebabkan masalah kesehatan serius. Korban bisa mengalami radang dingin, luka bakar atau cold burn pada jaringan kulit, tenggorokan terasa seperti terbakar, bahkan dapat terjadi kerusakan internal organ. Efek ini terjadi lantaran suhu nan sangat dingin bersentuhan langsung dengan organ tubuh dalam jangka panjang.

Bahkan, jika tidak dikonsumsi pun nitrogen bisa menyebabkan masalah kesehatan gangguan pernapasan. Sebab asap yang dihasilkan sebenarnya tidak boleh dihirup dalam jangka panjang.

Asap nitrogen dari ciki ngebul dapat memperburuk asma. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

“Nitrogen cair ternyata tidak hanya berbahaya bila dikonsumsi, uap asap nitrogen yang dihirup dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kesulitan bernafas yang cukup parah,” terang Dirjen Maxi.

Ice Smoke di 2018 juga viral di luar negeri. Namun, makanan ini tetap saja tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengimbau sebaiknya masyarakat tidak mengonsumsi ini. Bahkan untuk pengidap asma, asap dari ciki ngebul dapat membuat kondisi mereka bertambah parah. (ikh)

Baca Juga:

Bayam dan Segudang Manfaatnya untuk Kesehatan

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan