Kesehatan

Ringankan Asma dengan Jahe

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 01 September 2022
Ringankan Asma dengan Jahe

Jahe dikenal memiliki manfaat untuk kesehatan. (Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ASMA sangat mengganggu aktivitas sehari-hari bagi penderitanya. Seperti memiliki banyak sekali pantangan dalam hidupnya. Bahkan, asma bisa kapan saja terjadi dan asma bisa terjadi pada semua golongan usia. Untuk mengendalikan asma, bisa dibantu dengan mengonsumsi ramuan atau obat tertentu, seperti jahe.

Dikutip dari Dr Health Benefit, jahe merupakan salah satu tanaman paling populer di industri pertanian. Akar dari tanaman jahe sering sekali digunakan sebagai bahan untuk membuat makanan dan juga minuman. Tidak hanya itu, banyak obat tradisional yang mengandung jahe. Banyak penyakit yang bisa diobati dan dikendalikan oleh jahe, salah satunya yaitu asma.

Baca Juga:

Semakin Merah Kerokan, Semakin Parah Masuk Angin?

jahe
Jahe mudah untuk ditemukan, baik di pasar tradisional atau modern. (Pexels/joris neyt)


Kamu bisa mengolah jahe menjadi wedang jahe dengan cara merebus satu ruas jahe yang sudah digeprek dan tambahkan gula merah untuk mengurangi rasa pedas pada jahe. Kemudian, minum hasil rebusan jahe dengan gula merah tersebut. Lantas, apa saja ya manfaat Jahe bagi asma? Yuk kita simak.


Antioksidan


Dalam jahe, terdapat aktivitas antioksidan yang bisa membantu meredakan stres psikologi yang menjadi penyebab gejala asma. Selain itu, aktivitas antioksidan juga bisa membantu menghilangkan molekul radikal bebas dalam tubuh kamu.


Kontraksi otot


Jahe bisa membantu membuka saluran udara dengan membatasi kontraksi sel otot dalam sistem pernapasan, terutama di paru-paru. Oleh karena itu, proses tersebut akan mengembalikan sistem pernapasan kembali normal dan kamu bisa menarik napas dengan baik.


Sirkulasi darah


Kamu bisa membuat campuran jahe, madu, dan juga lemon. Dengan mengonsumsi campuran tersebut, dipercaya mampu meningkatkan sirkulasi darah dan juga aktivitas kardiovaskular lainnya. Alhasil oksigen dalam darah kamu akan beredar dan menyebar ke seluruh bagian tubuh dengan baik, dan bisa membuat saluran udara yang sebelumnya tersebut menjadi terbuka.

Baca Juga:

Tubuh Lebih Kurus, Lebih Sehat?

jahe
Umumnya jahe direbus untuk diminum airnya. (Pexels/cup of couple)


Dahak


Bila kamu mencampurkan jahe dengan kenari akan membantu menghilangkan dahak dari paru-paru. Oleh karena itu, kamu akan pulih dari bronkitis kronis dengan lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Dengan mengonsumsi campuran ini juga dapat mencegah semua jenis batuk. Hal ini dilakukan dengan membersihkan tenggorokan dan paru-paru dari lendir, serta melawan infeksi yang ada di saluran pernapasan kamu.


Peradangan


Sebelumnya, kamu perlu mencampurkan jahe dengan bubuk yang terbuat dari bubuk jahe, teh licorice, dan jus lemon. Langkah membuat teh licorice, pertama, masukan bubuk jahe dan teh licorice ke dalam panci. Kemudian, rebus selama kurang lebih 5 hingga 10 menit. Angkat campuran tersebut dan diamkan selama 3 menit. Tambahkan jus lemon ke dalam campuran tersebut. (yos)

Baca Juga:

De 'Quervain, Penyakit yang Mengintai Ibu Baru

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan