Keluarga

Sayang Anak Sangatlah Penting, Tapi Jangan Lupa untuk Mencintai Pasanganmu

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 12 Mei 2019
Sayang Anak Sangatlah Penting, Tapi Jangan Lupa untuk Mencintai Pasanganmu

Cintailah pasangan, anak, dan keluargamu. (Foto: vox.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

CINTA dan kasih sayang bukanlah sesuatu emosi yang bisa diatur besar kecilnya. Ketika kamu jatuh cinta dengan seseorang, menikahinya, serta memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupmu bersamanya, maka seharusnya kamu telah mempertimbangkan dengan bijak dan matang akan keputusanmu, dan tentunya dibutuhkan kasih sayang serta rasa cinta yang sangat besar untuk bisa berani berkomitmen menjalani suka duka bersama sampai akhir hayat.

Ketika telah berkeluarga, peran anak menjadi suatu aspek penting dalam keluarga. Cinta orang tua kepada anaknya merupakan hal yang tidak bisa dibayangkan besarnya, dan orang tua rela melakukan apapun untuk mempersiapkan yang terbaik untuk anaknya.

Baca juga:

Ayo Laksanakan Fungsi Keluarga dengan Baik

Menerapkan Keluarga Berencana, Haruskah?

Tidak jarang orang tua bisa melakukan hal aneh karena rasa sayang mereka yang terlalu besar, mulai dari begadang untuk membuat tugas sekolah anak mereka, membanting tulang agar anak-anaknya bisa mendapat pendidikan di tempat terbaik, sampai utang sana sini untuk memenuhi kebutuhan anak.

Kalian boleh saja mencintai anak sebesar apapun, namun ada satu hal penting yang seharusnya tidak lupa kamu lakukan. Dilansir dari time, mencintai anak lebih dari pasangan kamu sendiri bukanlah hal yang seharusnya kamu lakukan. Bagaimana kesimpulan ini bisa diambil? Mari kita telaah lebih jauh.

1. Sangat mencintai anakmu bukanlah suatu kesalahan

Sayang Anak Penting, Tapi Jangan Lupa untuk Mencintai Pasanganmu
Sangat mencintai anak juga bukanlah hal yang salah. (Foto: pixabay/skalekar1992)

Mencintai anak dan menjadikan mereka sebagai prioritas tentunya bukanlah hal yang salah.Anak-anak masih belum bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, sehingga segala kebutuhannya terkadang sungguh mendesak dan sulit dipastikan, yang mana membutuhkan prioritas dalam suatu keluarga.

Keadaan ini membuat para orang tua melakukan "pengabdian" kepada anak, mulai dari mengantar jemput mereka pagi-pagi ke sekolah, membuatkan bekal, memilihkan pakaian yang cocok untuknya. Mencintai anak dianalogikan dengan belajar di sekolah, kamu wajib melakukannya dan tidak punya punya pilihan lain untuk mengelak.

2. Mencintai pasangan diibaratkan belajar di perguruan tinggi

Sayang Anak Penting, Tapi Jangan Lupa untuk Mencintai Pasanganmu
Kamu telah memilih pasanganmu dari sekian banyak ornag, maka jangan menyia-nyiakannya. (Foto: pixabay/TuendeBede)

Ketika membahas tentang mencintai pasangan, maka analoginya akan berbeda.Mencintai pasangan diibaratkan belajar di perguruan tinggi, kamu memiliki kebebasan untuk memilih, hadir dan berpartisipasi, atau tidak.

Kamu telah memilih pasanganmu sebagai orang yang akan menemani suka dan dukamu, bahkan hidup untukmu, serta berhasil mengkaruniakan kamu sosok anak yang kamu cintai, bukankah sepatutnya kamu lebih mencintai pasanganmu ketimbang anak?

3. Semua demi kebaikan sang anak

Sayang Anak Penting, Tapi Jangan Lupa untuk Mencintai Pasanganmu
Keharmonisan keluarga bisa berdampak baik bagi mental dan kebahagiaan anak. (Foto: pixabay/ijcor)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang orangtuanya saling mencintai cenderung lebih bahagia dan lebih terkendali daripada mereka yang dibesarkan di lingkungan yang kurang kasih sayang.

Anak-anak akan memiliki role model atau panutan mengenai bagaimana seharusnya suatu hubungan itu terjalin, serta bagaimana seseorang seharusnya memperlakukan satu sama lain.

Studi dan penelitian juga memberikan kesimpulan bahwa ketegangan yang terjadi dalam hubungan suami istri bisa merembet ke dalam interaksi mereka dengan anak, terutama sosok ayah.

Anak-anak yang orang tuanya tidak akur sering kali menyalahkan diri mereka sendiri sebagai penyebabnya, dan membuat performa pendidikan mereka di sekolah menurun.

Menurut survei yang dilakukan terhadap 40,000 rumah tangga di Inggris pada tahun 2014, mengungkapkan bahwa remaja akan merasa paling bahagia ketika melihat ibunya bahagia terhadap hubungannya dengan pasangan laki-laki mereka.

Kemudian anak-anak yang menjadi korban dari perceraian orangtuanya biasanya cenderung lebih tidak bahagia. Ini menjadi salah satu alasan mengapa mencintai pasanganmu itu menjadi kunci dari keharmonisan suatu keluarga.

#Keluarga #Tips Keluarga #Keluarga Harmonis #Anak #Pasangan Suami Istri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Bagikan