Satu Tahun COVID-19, Kendalikan Krisis Ekonomi Akibat Pandemi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Maret 2021
Satu Tahun COVID-19, Kendalikan Krisis Ekonomi Akibat Pandemi

Suasana Jakarta saat covid-19 melanda. (Foto: MP/Rizky)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pada 3 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan kepada masyarakat, dua warga Depok, Jawa Barat, terinfeksi kasus COVID-19. Sejak itu, puluhan kasus baru terkonfirmasi dari hari ke hari, sampai akhirnya per 3 Maret 2021, jumlah kasus telah mencapai 1,35 juta kasus.

Perlu waktu 2 bulan, tepatnya 10 April 2020, pemerintah menarik rem darurat berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kegiatan perkantoran dihentikan, gedung sekolah ditutup, ojek online dibatasi, hingga warga dilarang berkerumun. Padahal, berbagai negara sudah melakukan penguncian wilayah sejak kasus ditemukan.

Pembatasan kegiatan warga dan usaha ini, langsung membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuatal II yang tercatat minus 5,32 persen, lalu dengan sedikit pelanggaran kebijakan dalam PSBB dan kucuran berbaga stimulus terutama bantuan sosia, pada kuartal III-2020 ekonomi Indonesia tumbuh, namun tetap minus 3,49 persen. Indonesiapun nyatakan diri masuk resesi ekonomi.

Baca Juga:

Beratnya Tantangan Perbankan di Tengah Pemulihan Ekonomi

Pandemi yang berkepanjangan ini, membuat jumlah pekerja yang terdampak mencapai 29,12 juta orang atau setara dengan 14,28 persen dari keseluruhan populasi penduduk usia kerja yang mencapai 203,97 juta orang.

Badan Pusat Statistik menyebutkan, 2,56 juta pengangguran terdampak karena COVID-19, 0,76 juta orang bukan angkatan kerja karena COVID-19, sementara tidak bekerja karena COVID-19 sebesar 1,77 juta orang, dan yang bekerja dengan mengalami pengurangan jam kerja sebanyak 24, 03 juta orang.

Pada periode Agustus 2020, jumlah angka pengangguran meningkat 2,67 juta orang. Dengan demikian, jumlah angkatan kerja di Indonesia yang menganggur menjadi sebesar 9,77 juta orang.

Pandemi menyebabkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang berhasil ditekan di angka 5,23 persen menjadi meningkat 7,07 persen. Hal ini dampak peningkatan jumlah angkatan kerja per Agustus 2020 sebesar 2,36 juta orang menjadi 138,22 juta orang dan menerunya jumlah penduduk yang bekerja akibat merosotnya ekonomi.

Imbas banyaknya masyarakat yang menganggur ini, membuat penduduk miskin mengalami peningkatan dan kembali ke double digit. Padahal, sejak 2018 lalu, angka kemiskinan menurun ke single digit.

Data BPS menunjukkan, jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 27,55 juta orang pada September 2020. Jumlah tersebut meningkat 2,76 juta dibandingkan posisi September 2019 atau mencapai 10,19 persen yang mulai menanjak sejak kuartal I-2020.

Presiden Joko Widodo sedari awal, memilih strategi gas dan rem. Strategi ini untuk menyeimbangkan penamangan kesehatan dan ekonomi akibat pandemi dengan komando dari Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Komite PCPEN), yang diisi dengan dominasi bidang ekonomi. Jokowi sadar jika pentingnya kesehatan untuk bisa memulihkan perekonomian dalam negeri.

“Masalah kesehatan ini harus betul-betul tertangani dengan baik, karena memang kita ingin secepat-cepatnya restart di bidang ekonomi. Jangan sampai kita, urusan kesehatan, urusan COVID ini belum tertangani dengan baik kita sudah men-starter--restart- di bidang ekonomi. Ini juga sangat berbahaya,” ujar Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2020).

Bank Dunia mewanti-wanti pemerintah Indonesia, jika pengendalian pandemi COVID-19 tidak tertangani dengan baik, karena kebijakan yang cenderung lunak akan berdampak cukup signifikan terhadap sektor informal.

Prospek pemulihan ekonomi di tahun 2021, diperkiran Bank Dunia tidak akan stabil dan tidak merata. Tahun 2021 ini, perekonomian Indonesia diperkirakan akan masuk di zona positif, dengan pertumbuhan ekonomi antara rentang 3 persen hingga 4,4 persen.

"Pemulihannya akan berbentuk K? bahkan tidak bisa membayangkannya, dan pemulihan mungkin tidak seimbang. Sektor-sektor informal, jasa, terpukul paling keras serta kemiskinan di Indonesia," ujar Chief Economist for Asia and the Pacific World Bank, Aaditya Mattoo, Selasa (29/9/2020).

Cuaca Jakarta. (Foto: Antara)
Cuaca Jakarta. (Foto: Antara)

Vice President Asian Development Bank (ADB) Bambang Susantono meyakini perekonomian Indonesia akan pulih seperti dialami perekonomian berbagai negara, meskipun tidak akan berlangsung cepat dalam membentuk huruf V atau V shape recovery atau peningkatan tajam setelah turun tajam.

Pandemi COVID-19 telah memukul ekonomi seluruh dunia membuat tingkat konsumsi, investasi, dan ekspor serta impor turun. Satu-satunya sektor yang masih bisa memberikan sumbangan kepada pertumbuhan ekonomi adalah dukungan belanja pemerintah.

ADB berharap, pengalaman sejumlah negara yang berhasil melewati krisis Asia dan krisis global di masa lalu bisa membuat negara-negara dapat menghindari krisis sehingga perekonomian bisa kembali pulih.

Bambang mendegaskan, pandemi COVID-19 meninggalkan "luka" yang menyebabkan perekonomian tidak mudah untuk pulih dengan cepat terutama meningkatknya utang akibat pandemi COVID-19 di berbagai negara, khususnya di Asia Pasifik, yang begitu besar.

"Apa pun modelnya, kemungkinan suatu krisis yang lebih besar tetap ada," kata Bambang. (*)

Baca Juga:

Buat Padat Karya, Anggaran Pemulihan Ekonomi Bisa Bertambah Lagi

#COVID-19 #Pemulihan Ekonomi #Resesi Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Bagikan