Kesehatan Mental

Santuy Aja, Kamu tak Selalu Harus Bikin Orang Lain Senang

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 24 Mei 2021
Santuy Aja, Kamu tak Selalu Harus Bikin Orang Lain Senang

Selalu berusaha menyenangkan orang dapat merusak kesehatan mental. (123RF/Marek Uliasz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERADABAN manusia masih berlanjut karena kebanyakan orang bekerja keras untuk bergaul dan bermain dengan baik satu sama lain. Namun, ada beberapa orang yang bekerja ekstra. Ekstra keras. Mereka ialah people pleaser yang selalu berusaha menyenangkan orang lain.

Kehidupan people pleaser bergantung pada persetujuan orang lain untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. Mereka tidak dapat mengatakan 'tidak' karena takut merasa bersalah atau khawatir orang lain akan berpikir bahwa mereka egois dan tidak pengertian. Jadi, untuk merasa berharga dan diterima, mereka mengatakan ya, dan iya, dan iya.

BACA JUGA:

Kecemasan Sosial, Fenomena yang Muncul Setelah Pandemi

Ternyata pola pikir ini memiliki akar yang dalam. Sebuah studi tahun 2016 di jurnal Frontiers in Human Neuroscience menemukan orang dengan kesulitan mengatakan tidak kepada orang lain memiliki variasi berbeda dalam aktivitas otak mereka dibandingkan dengan mereka yang lebih sering tidak setuju. Secara khusus, semakin jarang peserta tidak setuju, semakin banyak bagian tertentu dari otak mereka yang menyala di pemindai fMRI ketika mereka benar-benar tidak setuju.

Apakah menyenangkan orang sudah tertanam atau hanya kebiasaan buruk? Terus-menerus hidup demi persetujuan orang lain dan mengabaikan kebutuhan sendiri dapat merusak kesehatan mental. People pleaser sering kali meyakinkan diri sendiri bahwa persetujuan orang lain membuat mereka bahagia, tetapi tekanan yang tak terhindarkan untuk mengelola emosi orang lain bisa melelahkan, memicu kecemasan, dan bahkan menyebabkan depresi.

Supaya kamu bisa berenti menjadi people pleaser, ikuti langkah-langkah yang diberikan psikolog dari Boston University Ellen Hendriksen, PhD dalam artikelnya di Psychologytoday.com (20/5).

Tip #1: Apakah kamu membantu karena membuatmu bahagia dan puas atau karena merasa bersalah?

help
Lakukan sesuatu tanpa membuatmu merasa terpaksa. (foto: Unsplash/ismael paramo)


Ada batasan antara menjadi orang yang menyenangkan orang dan hanya bersikap baik dan murah hati. Jika kamu memutuskan untuk membantu karena itu memperkuat nilai-nilaimu atau memberimu kegembiraan, lakukanlah. Misalnya, anggaplah kamu diminta menjadi pelatih tim sepak bola di sekolah anak. Jika mengatakan ya akan menggarisbawahi nilai hidupmu dalam berkontribusi pada komunitas dan membuatmu merasa baik. Meskipun itu sedikit membuat stres, lanjutkan saja.

Namun, jika mengatakan ya hanya demi menghindari rasa bersalah, kamu mungkin melakukan hal itu untuk alasan yang salah. Jika kamu mengatakan ya hanya untuk merasa tidak terlalu buruk, tidak terlalu cemas, tidak terlalu bersalah, tidak terlalu menyesal, semua itu didorong demi kesenangan orang lain.

Tip #2: Biarkan nilai-nilai hidupmu mendorong keputusan

help
Pilih aktivitas yang sesuai dengan nilaimu. (Foto: Unsplash/annie spratt)


Jangan biarkan filter keputusan kamu menjadi, "Apakah seseorang meminta aku untuk melakukannya?" Sebaliknya, tanyakan, "Apakah ini sejalan dengan nilai dan minatku?"

Memang, studi 2013 oleh peneliti Sonja Lyubormirsky menyatakan, untuk memaksimalkan kebahagiaan, pilihlah aktivitas yang terkait dengan nilai dan minatmu. Hal ini dapat (dan mungkin harus) mencakup melayani orang lain dalam kehidupan, organisasi, dan tujuan hidupmu. Pastikan saja itu merupakan gabungan aktivitas yang ditentukan oleh apa yang kamu sukai.

Tip #3: Berlatihlah mengatakan tidak

people
Orang dengan kesulitan mengatakan tidak kepada orang lain memiliki variasi berbeda dalam aktivitas otak mereka. (123RF/Tirachard Kumtanom)


Mengatakan 'tidak' bisa terasa seperti agresi yang keras bagi people pleaser karena ujung pasif spektrum mereka begitu nyaman dan akrab. Namun, ada perbedaan besar antara pasif dan benar-benar agresif. Orang yang agresif di antara kita tahu persis apa yang mereka inginkan dan melakukannya, terlepas dari siapa yang terluka atau hubungan apa yang rusak dalam prosesnya.

Sebaliknya, orang yang tegas mencapai tujuannya sambil tetap bersikap sopan dan hormat kepada orang-orang di sekitarnya. Singkatnya, mengabaikan kesopanan. Sebaliknya, untuk people pleaser, berlatihlah membela kebutuhanmu sedikit demi sedikit. Ini akan terasa salah pada awalnya, tetapi cobalah. Intinya, ketegasan terletak di antara kepasifan dan agresi sebagai tengah bahagia yang sama-sama menghormati diri dan orang lain.

Kiat #4: Menolak tidak membuatmu menjadi orang jahat

people
Sebagai manusia, kamu tidak bisa selalu menyenangkan semua orang sepanjang waktu.(123RF/Dmitrii Shironosov)


Sebagai manusia, kamu tidak bisa selalu menyenangkan semua orang sepanjang waktu. Kecuali kalau kamu adalah sepotong pizza. Hari-hari ini, semuanya ekstrem, dari politik hingga cuaca. Habiskan bahkan beberapa menit di media sosial dan kamu akan menemukan perpecahan yang ekstrim di seluruh dunia: ada yang berempati dan peduli kepada semua umat manusia, ada pula yang mengacaukan semua orang, menyalahkan dan mengajari apa yang terbaik bagi tiap-tiap orang (yang bahkan tidak mereka kenal).

People pleaser termasuk kategori pertama, tetapi khawatir jika mereka mengatakan 'tidak', mereka secara otomatis akan dijauhi. Citra diri dan reputasi mereka bergantung pada setiap permintaan. Mengatakan 'ya' memberi mereka kelegaan dan meyakinkan diri bahwa mereka ialah orang yang baik dan menyenangkan. Padahal, kata 'tidak' juga bukan sinonim jahat dan menyebalkan.

Tip #5: Jangan meminta maaf secara berlebihan

sorry
Jangan meminta maaf berlebih. (foto: pixabay/alexa_fotos)

People pleaser selalu mengatakan maaf. Meminta maaf secara berlebihan membuat kamu merasa lebih baik, tetapi sebenarnya ini bisa jadi sedikit tidak jujur. Karena, meminta maaf ketika kamu tidak melakukan kesalahan membuatnya seolah-olah kamu yang salah. Itu adalah pengakuan bersalah atas kejahatan yang tidak kamu lakukan. Simpan permintaan maaf yang sebenarnya untuk saat-saat kamu benar-benar membuat keslahan.

BACA JUGA:

Keseringan Minta Maaf, Situ Sehat?

Kesimpulannya, jadilah orang yang menghormati orang, bukan menyenangkan orang. Jangan pernah ragu untuk melakukan hal yang benar. Saat tetangga kamu yang yang berumur meminta tolong, bantulah mereka mengangkat barang belanjaan dari mobil ke dalam rumah. Saat kolega di kantor meminta, berikan sumbangan untuk memberikan hadiah pensiun kepada rekan kerja yang kamu hormati. Itu hanya sikap hormat. Namun, dari semua bantuan untuk orang yang membutuhkan dan kamu sayangi, pastikan masih ada yang tersisa dirimu sendiri.(aru)

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan