Rusia Murka Diplomatnya di Balkan Dipukuli Massa Pro-Ukraina

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 07 Maret 2022
Rusia Murka Diplomatnya di Balkan Dipukuli Massa Pro-Ukraina

Orang-orang menaiki kereta evakuasi dari Kiev ke Lviv di stasiun kereta pusat Kiev di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di Kiev, Ukraina, Jumat (4/3/2022). (ANTARA/Reuters/Gleb Garanich/hp/sad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih - Moskow murka dengan otoritas di Estonia, Latvia, dan Lithuania terkait insiden yang menimpa seorang diplomat mereka. Akibatnya, Rusia mengeluarkan ultimatum keras terhadap tiga negara di kawasan Laut Baltik, atau Balkan itu.

"Kami memperingatkan Vilnius (Ibu Kota Lithuania), Riga (Latvia), dan Tallinn (Estonia)," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, dilansir dari kantor berita RIA, Senin (7/3).

Baca Juga:

AS dan Eropa Bahas Pelarangan Impor Minyak Rusia

Kantor Berita Rusia itu melansir diplomat mereka mengalami penyerangan di Ibu Kota Lithuania, Vilnius. Kejadian itu terjadi pada 24 Februari silam saat terjadi aksi massa mendukung Ukraina dari aksi invasi Rusia.

Kala itu, sekretaris ketiga kedutaan besar Rusia dipukuli di halaman perumahan dekat kedutaan besar Rusia. Serangan terjadi saat 10.000 orang berkumpul di depan kedubes.

Seorang anak perempuan membawa papan bergambar saat unjuk rasa dekat Museum Seni Modern dan kedutaan besar Rusia, setelah Rusia meluncurkan operasi militer besar atas Ukraina, di Ljublana, Slovenia, Jumat (25/2/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Borut Zivulovic/RWA/djo

Moskow menilai aksi pemukulan diplomat mereka itu sebagai bentuk tekanan massa pro-Ukraina menekan kedubes mereka di kawasan Balkan. Untuk itu, Kemenlu Rusia mendesak negara setempat untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan kedubes dan para diplomat mereka.

"Seorang diplomat Rusia di ibu kota Lithuania diserang dengan menggunakan kekuatan fisik, upaya yang dilakukan untuk menekan Duta Besar," tulis rilis Kemenlu Rusia.

Baca Juga:

Setelah Samsung dan Apple, Giliran Microsoft yang Hentikan Bisnis di Rusia

Rusia juga memastikan aksi kekerasan fisik terhadap diplomat mereka itu tak akan berpengaruh terhadap kebijakan terhadap Ukraina.

Sebaliknya, Moskow malah menebar ancaman kepada ketiga negara Balkan itu jika tidak mampu menjamin keselamatan diplomat Rusia di negara mereka. "Agar mereka menanggung konsekuensi psikosis anti-Rusia yang telah mereka lepaskan," tegas Kemenlu Rusia.

Lembaga penyiaran nasional Lithuania melansir pernyataan Jubir kepolisian setempat menyatakan tersangka pemukulan terhadap diplomat Rusia itu sudah ditangkap. Adapun, korban pemukulan sendiri menolak bantuan perawatan medis dari otoritas Lithuania. (*)

Baca Juga:

Perang Rusia dan Ukraina, Pemasukan dan Belanja Indonesia Bakal Terkena Imbas

#Konflik Ukraina
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Wanti-wanti Ancaman Perang Dunia III, Indonesia Tetap Terkena Dampaknya
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta semua pihak tak memandang enteng Perang Dunia III. Sebab, Indonesia tetap terkena dampaknya.
Soffi Amira - Senin, 02 Februari 2026
Prabowo Wanti-wanti Ancaman Perang Dunia III, Indonesia Tetap Terkena Dampaknya
Dunia
Rancangan Donald Trump Perjanjian Damai Konflik Ukraina: AS Akui Krimea dan Donbas Sah Milik Rusia
“Rencana ini tidak memaksa Ukraina mengakui Krimea dan Donbas sebagai wilayah Rusia.”
Wisnu Cipto - Kamis, 20 November 2025
Rancangan Donald Trump Perjanjian Damai Konflik Ukraina: AS Akui Krimea dan Donbas Sah Milik Rusia
Indonesia
5 Dampak Mengerikan Jika Terjadi Perang Dunia III, Trauma Psikologis hingga Meningkatnya Kemiskinan
Ketegangan geopolitik yang makin intens saat ini disebut dapat memicu Perang Dunia III.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 23 Juni 2025
5 Dampak Mengerikan Jika Terjadi Perang Dunia III, Trauma Psikologis hingga Meningkatnya Kemiskinan
Dunia
Korut Tepis Isu 6.000 Tentaranya Tewas di Perang Rusia-Ukraina, Hanya Ratusan
Korut telah mengirim 3.000 personel militer tambahan ke wilayah Kursk tahun ini setelah tahun lalu mengirim 11.000 tentara mereka ke Rusia
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Korut Tepis Isu 6.000 Tentaranya Tewas di Perang Rusia-Ukraina, Hanya Ratusan
Indonesia
Eks Marinir TNI AL Gabung Rusia Perang di Ukraina, Satria Bisa Dihukum Kalau Masih WNI
Seorang WNI tidak diperbolehkan menjadi prajurit atau tentara negara lain sekalipun berstatus negara sahabat Indonesia.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Mei 2025
 Eks Marinir TNI AL Gabung Rusia Perang di Ukraina, Satria Bisa Dihukum Kalau Masih WNI
Dunia
Zelenskyy Telepon Trump 1 Jam, Langsung Setuju Hentikan Serangan ke Infrastruktur Energi Rusia
Zelenskyy sepakat untuk menghentikan salah satu serangan Ukraina ke Rusia.
Ikhsan Aryo Digdo - Kamis, 20 Maret 2025
Zelenskyy Telepon Trump 1 Jam, Langsung Setuju Hentikan Serangan ke Infrastruktur Energi Rusia
Dunia
Rusia Rebut Kursk, Ukraina Terdesak setelah AS Putus Bantuan Intelijen
Ukraina tidak bisa mengimbangi perlawanan Rusia di Kursk.
Ikhsan Aryo Digdo - Kamis, 13 Maret 2025
Rusia Rebut Kursk, Ukraina Terdesak setelah AS Putus Bantuan Intelijen
Dunia
Pakai Pendekatan Wortel dan Tongkat, Trump Hentikan Semua Bantuan Militer AS ke Ukraina
Putusan pemberhentian bantuan militer ke Ukraina itu atas perintah langsung dari Presiden Donald Trump.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Maret 2025
Pakai Pendekatan Wortel dan Tongkat, Trump Hentikan Semua Bantuan Militer AS ke Ukraina
Dunia
Ditelepon Trump, Presiden Rusia Putin Sepakat Hentikan Perang di Ukraina
Trump mengaku telah menunjuk Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, Penasihat Keamanan Nasional Michael Waltz dan utusan khususnya Steve Witkoff untuk memimpin negosiasi dengan Rusia dan Ukraina.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Februari 2025
Ditelepon Trump, Presiden Rusia Putin Sepakat Hentikan Perang di Ukraina
Dunia
Pentagon Deteksi 10.000 Tentara Korut Sudah Berada di Perbatasan Ukraina
Pentagon Deteksi 10.000 Tentara Korut Sudah Berada di Perbatasan Ukraina
Wisnu Cipto - Rabu, 30 Oktober 2024
Pentagon Deteksi 10.000 Tentara Korut Sudah Berada di Perbatasan Ukraina
Bagikan