AS dan Eropa Bahas Pelarangan Impor Minyak Rusia

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 07 Maret 2022
AS dan Eropa Bahas Pelarangan Impor Minyak Rusia

Arsip foto - Kepala sumur dan rig pengeboran di ladang minyak Yarakta, milik Irkutsk Oil Company (INK), di wilayah Irkutsk, Rusia (11/3/2019). ANTARA/REUTERS/Vasily Fedosenko/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyatakan AS dan para mitranya di Eropa sedang membahas tentang pelarangan impor minyak Rusia, Minggu (6/3).

Namun, AS dan sekutu Eropa tetap menekankan pentingnya pasokan minyak yang stabil secara global.

"Kami sekarang dalam diskusi yang sangat aktif dengan mitra Eropa kami tentang pelarangan impor minyak Rusia ke negara kami, sementara tentu saja, pada saat yang sama, menjaga pasokan minyak global yang stabil," kata Blinken dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi NBC dalam acara "Meet the Press".

Baca Juga:

Perang Rusia dan Ukraina, Pemasukan dan Belanja Indonesia Bakal Terkena Imbas

Dikutip Antara, Blinken saat ini dalam perjalanan melintasi Eropa untuk berkoordinasi dengan para sekutu AS untuk melawan invasi Rusia ke Ukraina.

Dia menambahkan bahwa ia membahas impor minyak dengan Presiden Joe Biden dan kabinetnya pada Sabtu (5/3).

Komentar Blinken itu disampaikan saat harga minyak dunia melonjak selama seminggu terakhir, setelah Amerika Serikat dan sekutunya memberi sanksi kepada Rusia menyusul invasi ke Ukraina.

Setelah invasi Rusia ke Ukraina, AS menjatuhkan sanksi pada ekspor teknologi ke kilang-kilang Rusia dan pipa gas Nord Stream 2 yang belum diluncurkan.

Baca Juga:

Nahdlatul Ulama Serukan Genjatan Senjata antara Rusia dengan Ukraina

Sejauh ini, pihak AS tidak menargetkan sanksi larangan ekspor minyak dan gas Rusia karena pemerintahan Biden mempertimbangkan dampaknya terhadap pasar minyak global dan harga energi di AS.

Saat ditanya apakah Amerika Serikat telah mengesampingkan pelarangan impor minyak Rusia secara sepihak, Blinken mengatakan, "Saya tidak akan mengesampingkan pengambilan tindakan dengan satu atau lain cara, terlepas dari dampak tindakan itu. Namun, semua yang telah kami lakukan, pendekatannya dimulai dengan koordinasi dengan para sekutu dan mitra (AS)".

Warga AS sejauh ini merupakan konsumen bensin terberat di dunia. Hal itu disebabkan penggunaan mobil-mobil besar, jarak mengemudi yang jauh dan transportasi umum yang sedikit di banyak daerah di AS. Untuk itu, kenaikan harga minyak secara tradisional menjadi racun politik bagi para pemimpin AS.

Amerika Serikat mengimpor rata-rata lebih dari 20,4 juta barel per bulan minyak mentah dan produk minyak olahan dari Rusia pada 2021. Jumlah itu adalah sekitar 8 persen dari total impor bahan bakar cair AS, menurut Badan Informasi Energi (EIA) AS. (*)

Baca Juga:

Setelah Samsung dan Apple, Giliran Microsoft yang Hentikan Bisnis di Rusia

#Rusia #Amerika Serikat #Eropa #Ukraina #Konflik Ukraina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Indonesia
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi keamanan yang relatif kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Indonesia
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Bukan perayaan ulang tahun.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Bagikan