Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran

Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketegangan di perairan Selat Hormuz kembali meningkat di tengah berlangsungnya proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Media Fox News melaporkan pada Selasa (26/5), militer AS menghancurkan dua kapal milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta sebuah sistem rudal permukaan-ke-udara di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran.

Baca juga:

AS dan Iran Sepakat Buka Blokade Selat Hormuz Dalam 30 Hari

Kapal Iran Dituduh Menebar Ranjau di Selat Hormuz

Jurnalis Fox News, Jennifer Griffin, mengutip alasan serangan militer AS itu berdasarkan keterangan sumber pejabat senior AS di Gedung Putih.

Dua kapal Iran itu terlihat memasang ranjau di Selat Hormuz,

tulis Jurnalis Fox News, Jennifer Griffin, di media sosial X.

Griffin menambahkan pesawat tempur AS kemudian melancarkan serangan yang menargetkan kapal IRGC dan sistem pertahanan udara di Bandar Abbas.

Dilansir Antara, Kantor berita Reuters sebelumnya juga melaporkan adanya ledakan di kawasan Bandar Abbas, yang diduga berkaitan dengan aksi serangan.

Baca juga:

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Akan Segera Dibuka

Imbas Serangan ke Proses Perundingan

Meski serangan ini menimbulkan eskalasi baru, media-media AS menilai insiden tersebut merupakan tindakan defensif.

Pers negeri Paman Sam juga memprediksi serangan tidak serta-merta menandakan berakhirnya gencatan senjata yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.

Sebelumnya, laporan Washington Post menyebutkan AS dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal melakukan gencatan senjata, serta rencana untuk membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 30 hari ke depan.

Kedua pihak sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari guna mencapai penyelesaian akhir,

tulis laporan Washington Post.

(*)

#Iran #Amerika Serikat #Selat Hormuz
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan