Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman militer, kali ini terhadap Oman. Ia memperingatkan negara itu akan “diledakkan” jika mencoba mengendalikan Selat Hormuz bersama Iran.

Oman akan bersikap seperti negara lain, atau kami harus menghancurkan mereka,

kata Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih.

Pernyataan agresif itu menambah daftar panjang ancaman Trump terhadap negara lain selama masa kepresidenannya. Berdasarkan catatan CNN, Trump tercatat pernah mengeluarkan ancaman menyerang 15 negara di dunia selama dua kali menjabat Presiden AS hingga sekarang.

Baca juga:

Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz

Pola Ancaman Militer

Laporan CNN mencatat, Trump telah mengancam, membuka kemungkinan menyerang, atau benar-benar menyerang 15 negara sepanjang dua masa jabatannya. Dari jumlah itu, tujuh negara benar-benar diserang, yakni Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman.

Ancaman itu sebagian besar terjadi dalam 16 bulan pertama masa jabatan keduanya, meski beberapa juga muncul di periode pertama (2017–2021). Trump kerap menggunakan retorika militer sebagai ciri khas kebijakan luar negerinya.

Baca juga:

Kirim USS Abraham Lincoln, Trump Ancam Bakal Lenyapkan Kuba dalam Sekejap

Fokus Trump di Timur Tengah

CNN mencatat jika dirata-rata ancaman agresif era kepemimpinan Trump hingga saat ini telah menyasar 1 banding 13 dari total negara yang di dunia.

Ancaman itu mencakup empat dari enam benua berpenduduk di dunia: Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Timur Tengah menjadi kawasan paling sering menjadi target ancaman, dengan lima negara tercatat: Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman.

Baca juga:

Trump Ingin Kendali Penuh Selat Hormuz dan Ambil Uranium Iran

Wilayah Asia lainnya yang menjadi target ancaman Trump menyasar Korea Utara. Trump juga pernah mengancam Kanada, Kolombia, Kuba, Greenland (wilayah Denmark), Meksiko, dan Panama.

“Data ini menunjukkan seberapa sering Trump menggunakan kemungkinan kekuatan militer dalam pernyataannya,” CNN.

Baca juga:

Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela

Dalam beberapa kasus dilansir Antara, ancaman Trump melampaui penggunaan militer dan mengarah pada kemungkinan ekspansi wilayah. Lima negara itu sebagai target kontrol AS, yakni Kanada, Kuba, Greenland, Panama (Terusan Panama), dan Venezuela. (*)

#Agresif Militer #Donald Trump #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan