Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November

Kota New York. (Foto: Unsplash/ben o'bro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ada baiknya bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk sementara waktu tidak pergi liburan atau berkunjung ke New York, Amerika Serikat (AS). Terlebih bagi mereka yang kondisi badannya sedang tidak fit.

Gubernur New York, Kathy Hochul, secara resmi menetapkan status darurat bencana di seluruh wilayah negara bagian akibat ledakan kasus wabah campak yang kian meluas dan sulit dikendalikan pemerintah daerah setempat.

Baca juga:

Gubernur Pramono Klaim Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York

Dekrit Berlaku Hingga 4 November 2026

Dekrit penetapan status darurat bencana itu dikeluarkan langsung melalui perintah eksekutif yang mulai berlaku efektif sejak Senin 5 Oktober 2026 hingga 4 November 2026 mendatang.

Saya, Kathy Hochul, Gubernur Negara Bagian New York, berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Konstitusi Negara Bagian New York dan Pasal 28 Artikel 2-B Undang-Undang Eksekutif, dengan ini menyatakan ancaman bencana yang tidak dapat ditangani secara memadai oleh pemerintah daerah yang terdampak,

Gubernur New York, Kathy Hochu

Gubernur perempuan pertama New York itu menegaskan masa berlaku Perintah Eksekutif Nomor Darurat itu dipastikan mengikat di seluruh wilayah hukum negara bagian New York tanpa terkecuali.

Pemerintah negara bagian juga menegaskan kebijakan tanggap darurat bencana ini bakal terus diberlakukan secara ketat. Dekrit diterbitkan diambil guna memberikan wewenang penuh serta mobilisasi sumber daya darurat dalam menekan laju penyebaran penyakit menular berisiko tinggi.

Baca juga:

Cangkupan Imunisasi Tidak Merata, Wabah Campak Meningkat Pesat

Kembalinya Wabah Campak di AS Setelah Tahun 2000

Data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkapkan angka kasus campak aktif di seluruh wilayah Amerika Serikat kini telah melonjak drastis hingga mendekati 3.900 pasien.

Lonjakan kasus ini terbilang sangat mengkhawatirkan mengingat penyakit campak sejatinya telah dinyatakan berhasil dieliminasi total dari wilayah AS pada tahun 2000, atau hampir dua dekade lalu, berkat program vaksinasi massal.

Imbauan Penundaan Kunjungan ke New York

Ditemukannya kembali kasus campak di AS, khususnya di New York ditenggarai akibat tingginya mobilitas warga atau wisatawan internasional yang belum divaksinasi saat masuk dari luar negeri.

Otoritas kesehatan setempat mengimbau seluruh masyarakat serta calon wisatawan mancanegara untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak ke New York selama masa darurat berlangsung.

Masyarakat juga diminta untuk segera melengkapi status vaksinasi MMR demi memutus rantai penularan virus campak yang sangat agresif ini. (*)

#Campak #New York #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Gubernur Pramono Pamer Capaian Ekonomi Jakarta ke Pemimpin Kota Dunia di Amerika
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Jakarta tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang kuat.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Gubernur Pramono Pamer Capaian Ekonomi Jakarta ke Pemimpin Kota Dunia di Amerika
Bagikan