Rupiah Sempat Jebol Rp18.000, Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Rupiah Sempat Jebol Rp18.000, Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate

Ilustrasi. (ANTARA/BI Dokumentasi/pri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Suku bunga acuan (BI-Rate) diprediksi akan bertahan pada level 5,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia bulanan Juni 2026.

Keputusan mempertahankan tingkat suku bunga ini menyusul langkah pengetatan signifikan kurun waktu sangat singkat sebelumnya.

Menurut pandangan kami, ini merefleksikan pengetatan moneter cukup signifikan dan kami memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga kebijakan pada rapat bulan Juni,

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky.

Baca juga:

IHSG Sengaja Melemah Demi Cari Perhatian, Investor Ramai-ramai Tahan Napas Tunggu Hasil RDG BI

Rekam Jejak Agresivitas Suku Bunga BI-Rate

Sebelumnya, Bank Indonesia meluncurkan rangkaian kebijakan ketat demi meredam gejolak depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Rentetan intervensi tersebut terekam jelas melalui fluktuasi indikator pasar keuangan:

  • RDG Reguler Mei 2026: Kenaikan BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps).

  • RDG Mingguan Juni 2026: Kenaikan tambahan 25 bps akibat rupiah menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.

  • Total Akumulasi Kenaikan: Pengetatan moneter mencapai 75 bps dalam periode singkat.

  • Posisi Nilai Tukar Terbaru: Rupiah berhasil menguat balik ke kisaran Rp17.700 per dolar AS per 12 Juni.

  • Arus Keluar Modal Asing: Pasar obligasi mencatat net outflow 0,18 miliar dolar AS, sementara pasar saham defisit 0,19 miliar dolar AS sepanjang 9-12 Juni.

Karyawan

Langkah tambahan menarik arus masuk modal bermuara pada peningkatan imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Kebijakan ini terbukti efektif menstabilkan pasar keuangan, meskipun pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini masih bertumpu pada aksi buyback saham bank BUMN serta akumulasi investor domestik.

Menanti Pemulihan Kepercayaan Investor Jangka Panjang

Pandangan senada datang dari Chief Economist Bank Permata Josua Pardede mengenai urgensi pelonggaran kebijakan suku bunga. Penguatan rupiah jangka pendek memberi ruang bagi bank sentral menahan laju kenaikan BI-Rate.

“Ini berarti penguatan rupiah saat ini masih ditopang oleh kombinasi kenaikan suku bunga, instrumen moneter jangka pendek, dan perbaikan sentimen global, belum sepenuhnya oleh pemulihan kepercayaan investor jangka panjang,” jelas Josua dinukil Antara.

Ilustrasi.

Josua memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak stabil kisaran Rp17.400 hingga Rp17.900 per dolar AS pasca pengetatan kumulatif 75 bps. Sentimen positif global berupa penurunan harga minyak dunia turut meringankan beban kerja instrumen moneter domestik.

Baca juga:

IHSG Pagi Ini Melemah dan Rupiah Terpuruk Dekati Rp17.856

Melengkapi analisis makro tersebut, Chief Economist BTN Myrdal Gunarto mengingatkan pentingnya aspek sektor riil di luar pasar keuangan.

Penguatan nilai tukar memerlukan sokongan nyata dari Realisasi Investasi Asing Langsung (FDI). Pemerintah wajib memperkuat komunikasi prospek investasi domestik guna memastikan komitmen jangka panjang para pemodal global terealisasi sempurna di Indonesia.

#Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Pergerakan Saham #IHSG #Bank Indonesia #BI Rate #Suku Bunga Acuan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Stabilkan Rupiah, BI Tahan BI Rate di 5,75 Persen
Selain mempertimbangkan dampak ke pertumbuhan, BI memilih menggunakan instrumen lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong aliran modal masuk.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Stabilkan Rupiah, BI Tahan BI Rate di 5,75 Persen
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
IHSG hari ini melemah akibat sentimen pemberlakuan harga saham terendah Rp1 oleh BEI. Simak analisis pergerakan IHSG, nasib saham gocap, dan sentimen global di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 28 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
Indonesia
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Laju IHSG hari ini ditutup melemah mengekor bursa saham Asia. Ketahui penyebab utama IHSG turun, mulai dari tensi geopolitik hingga daftar saham top gainers & losers di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Indonesia
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
BI menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta pada akhir tahun ini atau tumbuh sebesar 20,26 persen secara tahunan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya
Penasaran apa penyebab IHSG hari ini turun tajam? Cek rangkuman lengkap soal sentimen pasar modal, dari tekanan Wall Street, inflasi, hingga kondisi ekonomi dalam negeri yang lagi lesu
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya
Indonesia
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Tugas penagihan kewajiban itu akan dialihkan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Indonesia
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Pemerintah resmi melunasi utang BLBI Rp218,3 T ke BI setelah 30 tahun. Hak tagih dan penyitaan aset obligor nakal diambil alih Kemenkeu!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9).
Yusuf Abdillah - Selasa, 22 September 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Indonesia
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Tensi Timur Tengah Mereda, Cek Prediksi Saham Paling Cuan
Pergerakan IHSG hari ini sukses dibuka menguat tajam berkat meredanya tensi di Timur Tengah dan respons pasar terhadap The Fed. Cek prediksi IHSG selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Tensi Timur Tengah Mereda, Cek Prediksi Saham Paling Cuan
Indonesia
Kabar Cuan Akhir Pekan: IHSG Hari Ini Meroket, Rupiah Ikut Libas Dolar AS
Penasaran dengan pergerakan IHSG hari ini dan nilai tukar Rupiah? Kabar baik, bursa saham dan mata uang kita kompak menguat pada Jumat pagi! Cek rincian datanya di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Kabar Cuan Akhir Pekan: IHSG Hari Ini Meroket, Rupiah Ikut Libas Dolar AS
Bagikan