Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

IHSG Anjlok Tertekan Rupiah! Pelaku Pasar Modal Kompak Wait and See Arah Suku Bunga The Fed

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
IHSG Anjlok Tertekan Rupiah! Pelaku Pasar Modal Kompak Wait and See Arah Suku Bunga The Fed

Ilustrasi (Pexels/StockRadars)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (28/7) ditutup di zona merah.

Sikap wait and see para investor menjelang pengumuman suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi pemicu utama lesunya laju bursa domestik.

Pada akhir sesi, IHSG terkoreksi sebesar 55,19 poin (0,89%) ke level 6.130,59. Arah penurunan ini juga diikuti oleh indeks saham unggulan LQ45 yang merosot 0,74% ke posisi 608,03.

Baca juga:

IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Analisis Pasar & Sentimen Global

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG kali ini berjalan beriringan dengan masih derasnya tekanan terhadap nilai tukar Rupiah.

Beberapa sentimen kunci yang membayangi pergerakan pasar hari ini:

  • Ekspektasi Keputusan The Fed: Investor global menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Konsensus melonggarnya inflasi AS dan melandainya harga minyak mentah memunculkan spekulasi terkait arah suku bunga.

  • Meredanya Tensi Minyak Mentah: Harga minyak dunia melanjutkan tren koreksi seiring munculnya kabar dialog diplomasi antara Iran, Arab Saudi, dan Oman terkait keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz.

Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Domestik

Sektor keuangan dalam negeri turut menghadapi tantangan cukup berat. Mata uang garuda terkoreksi 0,41% ke level Rp18.083 per dolar AS di pasar spot, mendekati rekor terendah sepanjang sejarah di posisi Rp18.190.

Tekanan terhadap Rupiah terdorong oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Selain indeks Dolar AS yang menguat menjelang rapat The Fed, pasar juga mencermati kepastian figur Gubernur Bank Indonesia selanjutnya yang dinilai bakal menentukan arah kebijakan moneter ke depan,

terang Ratna.

Rincian Sektor dan Pergerakan Saham

Bursa

Sepanjang hari, IHSG konsisten tertahan di zona merah sejak pembukaan hingga penutupan sesi kedua.

Kinerja Sektoral

  • Sektor Menguat: Hanya sektor barang konsumen primer (consumer staples) yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,43%.

  • Sektor Melemah: Sektor properti memimpin penurunan terdalam hingga 2,78%, disusul sektor energi (-1,59%) dan sektor keuangan (-0,93%).

Saham Top Gainers & Top Losers

  • Top Gainers: KOBX, ALKA, DWGL, MCAS, dan ZONE.

  • Top Losers: MPRO, KDTN, DMMX, ARKO, dan TAMA.

Total frekuensi perdagangan mencapai 1,65 juta kali transaksi dengan volume 24,09 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp12,12 triliun. Sebanyak 281 saham menguat, 380 saham melemah, dan 304 saham stagnan.

Baca juga:

Gubernur BI Mundur di Tengah Gejolak Pasar, IHSG Tertekan Pertemuan The Fed dan Isu Suku Bunga Global

Kondisi Bursa Saham Asia

Tren pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang juga ditutup bervariasi cenderung melemah:

  • Nikkei (Jepang): Anjlok 3,83% ke level 62.446,00

  • Kospi (Korea Selatan): Anjlok 10,84% ke level 6.023,66

  • Shanghai Composite (China): Turun 1,16% ke level 3.813,31

  • Straits Times (Singapura): Turun tipis 0,02% ke level 5.619,22

  • Hang Seng (Hong Kong): Menguat sendirian sebesar 0,41% ke level 25.310,85

#IHSG #Pasar Saham #Indeks Saham #Harga Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Anjlok Tertekan Rupiah! Pelaku Pasar Modal Kompak Wait and See Arah Suku Bunga The Fed
Total frekuensi perdagangan mencapai 1,65 juta kali transaksi dengan volume 24,09 miliar lembar saham
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
IHSG Anjlok Tertekan Rupiah! Pelaku Pasar Modal Kompak Wait and See Arah Suku Bunga The Fed
Indonesia
IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Tercatat Indeks Nikkei menguat 0,66 persen menuju 65.038,00, sementara Indeks Shanghai melesat 1,15 persen ke level 3.858,25
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Indonesia
Gubernur BI Mundur di Tengah Gejolak Pasar, IHSG Tertekan Pertemuan The Fed dan Isu Suku Bunga Global
Fokus perhatian pasar juga tertuju pada pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Gubernur BI Mundur di Tengah Gejolak Pasar, IHSG Tertekan Pertemuan The Fed dan Isu Suku Bunga Global
Indonesia
IHSG Tercebur ke Zona Merah Bersama Wall Street Akibat Harga Minyak Meroket
Serangan kelompok Houthi sokongan Iran terhadap dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah memperburuk distribusi minyak global
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG Tercebur ke Zona Merah Bersama Wall Street Akibat Harga Minyak Meroket
Indonesia
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Perbandingan menunjukkan posisi sebelumnya berada di level Rp17.936 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Indonesia
IHSG Mengamuk di Sesi I, Sektor Energi dan Emas Terbang Bebas Disulut Konflik Panas Timur Tengah
Kenaikan harga minyak mentah dan aset emas di pasar internasional menjadi pemicu utama gairah transaksi para pemodal
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
IHSG Mengamuk di Sesi I, Sektor Energi dan Emas Terbang Bebas Disulut Konflik Panas Timur Tengah
Indonesia
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Penguatan IHSG berjalan selaras dengan pergerakan kelompok saham unggulan pada papan utama perdagangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Olahraga
Konsorsium Investor Ajak Jeff Bezos Akuisisi Saham Liverpool, FSG Buka Peluang?
Bos Amazon, Jeff Bezos, ditawari untuk membeli saham Liverpool. Namun, hal ini masih dalam kajian.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
Konsorsium Investor Ajak Jeff Bezos Akuisisi Saham Liverpool, FSG Buka Peluang?
Indonesia
IHSG Bergerak Galau Menanti Keputusan Suku Bunga BI Saat Pemerintah dan DPR Matangkan Regulasi Pusat Finansial Internasional
Pada saat bersamaan, DPR RI bersama pemerintah mematangkan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) guna menarik dana family office global
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Juli 2026
IHSG Bergerak Galau Menanti Keputusan Suku Bunga BI Saat Pemerintah dan DPR Matangkan Regulasi Pusat Finansial Internasional
Indonesia
IHSG Mengamuk Kejar Level 6.300, Penguatan Saham LQ45 Jadi Penyelamat Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian
Ancaman eskalasi konflik Amerika Serikat kontra Iran memperkeruh stabilitas harga minyak mentah dunia
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
IHSG Mengamuk Kejar Level 6.300, Penguatan Saham LQ45 Jadi Penyelamat Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian
Bagikan