Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (28/7) ditutup di zona merah.
Sikap wait and see para investor menjelang pengumuman suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi pemicu utama lesunya laju bursa domestik.
Pada akhir sesi, IHSG terkoreksi sebesar 55,19 poin (0,89%) ke level 6.130,59. Arah penurunan ini juga diikuti oleh indeks saham unggulan LQ45 yang merosot 0,74% ke posisi 608,03.
Baca juga:
IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Analisis Pasar & Sentimen Global
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG kali ini berjalan beriringan dengan masih derasnya tekanan terhadap nilai tukar Rupiah.
Beberapa sentimen kunci yang membayangi pergerakan pasar hari ini:
-
Ekspektasi Keputusan The Fed: Investor global menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Konsensus melonggarnya inflasi AS dan melandainya harga minyak mentah memunculkan spekulasi terkait arah suku bunga.
-
Meredanya Tensi Minyak Mentah: Harga minyak dunia melanjutkan tren koreksi seiring munculnya kabar dialog diplomasi antara Iran, Arab Saudi, dan Oman terkait keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz.
Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Domestik
Sektor keuangan dalam negeri turut menghadapi tantangan cukup berat. Mata uang garuda terkoreksi 0,41% ke level Rp18.083 per dolar AS di pasar spot, mendekati rekor terendah sepanjang sejarah di posisi Rp18.190.
Tekanan terhadap Rupiah terdorong oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Selain indeks Dolar AS yang menguat menjelang rapat The Fed, pasar juga mencermati kepastian figur Gubernur Bank Indonesia selanjutnya yang dinilai bakal menentukan arah kebijakan moneter ke depan,
terang Ratna.
Rincian Sektor dan Pergerakan Saham

Sepanjang hari, IHSG konsisten tertahan di zona merah sejak pembukaan hingga penutupan sesi kedua.
Kinerja Sektoral
-
Sektor Menguat: Hanya sektor barang konsumen primer (consumer staples) yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,43%.
-
Sektor Melemah: Sektor properti memimpin penurunan terdalam hingga 2,78%, disusul sektor energi (-1,59%) dan sektor keuangan (-0,93%).
Saham Top Gainers & Top Losers
-
Top Gainers: KOBX, ALKA, DWGL, MCAS, dan ZONE.
-
Top Losers: MPRO, KDTN, DMMX, ARKO, dan TAMA.
Total frekuensi perdagangan mencapai 1,65 juta kali transaksi dengan volume 24,09 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp12,12 triliun. Sebanyak 281 saham menguat, 380 saham melemah, dan 304 saham stagnan.
Baca juga:
Kondisi Bursa Saham Asia
Tren pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang juga ditutup bervariasi cenderung melemah:
-
Nikkei (Jepang): Anjlok 3,83% ke level 62.446,00
-
Kospi (Korea Selatan): Anjlok 10,84% ke level 6.023,66
-
Shanghai Composite (China): Turun 1,16% ke level 3.813,31
-
Straits Times (Singapura): Turun tipis 0,02% ke level 5.619,22
-
Hang Seng (Hong Kong): Menguat sendirian sebesar 0,41% ke level 25.310,85

