Rena Masri, Ada Banyak Jenis Gangguan Mental

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 10 Oktober 2019
Rena Masri, Ada Banyak Jenis Gangguan Mental

Banyak gangguan mental yang diidap orang. (Foto: Pexels/Kat Jayne)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAMA hidup, kita tak pernah terlepas dari gangguan, baik fisik maupun psikis. Gangguan fisik mungkin mudah dideteksi dan ditangani di waktu yang tepat. Sebaliknya, gangguan psikis atau mental justru begitu sulit untuk diidentifikasi. Kondisi diperparah saat mereka menolak keadaan karena tak ingin dianggap "gila".

Psikolog, Rena Masri menuturkan gangguan mental merupakan suatu gangguan yang menyebabkan perubahan pada emosi, pola pikir, dan juga perilaku. Ada banyak jenis dari gangguan mental ini, antara lain gangguan makan, gangguan afektif atau gangguan mood, gangguan kecemasan,psikotik, obsesif compulsif, gangguan kepribadian dan gangguan stress paska trauma.

Baca Juga:

Awas Gangguan Mental pada Remaja!

mental
Rena Masri; Ketidakmampuan memanage emosi tersebut membuat mereka mudah marah. (Foto: dok.pribadi)

Meskipun kasat mata, gejala seseorang mengalami depresi dapat dilihat dari dua faktor, yakni psikologis dan fisik. Gejala psikologis yang biasanya muncul pada seseorang yang mengalami depresi antara lain perasaan bersalah dan merasa diri tidak berguna, emosi yang tidak stabil dan sulit untuk mengendalikan emosi. "Ketidakmampuan memanage emosi tersebut membuat mereka mudah marah, mudah sedih, dan lain-lain," tutur Rena.

Rena melanjutkan gejala psikologis lainnya yang bisa dideteksi adalah tidak bersemangat dan tidak termotivasi untuk melakukan rutinitas harian, sering merasa cemas, takut, dan khawatir secara berlebih, berkurangnya fokus dan konsentrasi.

"Kondisi paling parah yang bisa dialami penderita depresi adalah muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan pemikiran untuk bunuh diri," ujarnya.

Baca Juga:

Gangguan Mental Paling Banyak Menyerang Generasi Milenial, Apa Penyebabnya?

mental
Penderita depresi merasa cepat letih. (Foto: Pexels/Kat Jayne)

Sementara gejala fisik yang bisa diidentifikasi dari penderita depresi meliputi tidak nafsu makan sehingga mempengaruhi penurunan berat badan, kesulitan untuk tidur atau terlalu banyak tidur, merasa cepat lelah dan letih, dan sering mengalami sakit kepala.

Depresi tidak muncul begitu saja. Ada berbagai hal yang memicu seseorang mengalami depresi. "Ada beberapa hal yang bisa memicu munculnya mental ilness pada seseorang sepeeri pengalaman traumatis, kehilangan, ketergantungan pada jenis obat tertentu, pernah mengalami kekerasan atau pelecehan, stres berkepanjangan, dan cedera otak atau mengalami gangguan pada fungsi sel syaraf otak," urai Rena

Seseorang yang mengalami gangguan mental sebaiknya memang melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menegakkan diagnosa dan menentukan seberapa berat gangguan yang dialaminya. (avia)

Baca Juga:

Merasa Kesehatan Mental Terganggu, Apa yang Harus Dilakukan?

#Gangguan Mental #Kesehatan Mental #Kesehatan #Lampu Kuning Oktober
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan