Merahputih. com - Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo angkat bicara terkait mundurnya relawan Satgas COVID-19. Doni hanya bisa mengucapkan terima kasih para relawan yang sudah bergabung dengan Satgas COVID-19 sejak bulan maret lalu.
"Saya ucapkan terima kasih. Manakala tidak berkenan melanjutkan, saya tidak mampu melarangnya. Semua relawan bekerja didasarkan hati nurani, nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip non dikriminasi," ujar Doni usai meninjau tempat pengungsian warga lereng Gunung Merapi di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (19/11).
Baca Juga
Berbaju Jokowi, Relawan Satgas COVID-19 Ramai-Ramai Mundur Gegara Doni Monardo
"Saya selaku ketua Satgas Penangan COVID-19 menyapaikan terima kasih sebesar besarnya kepada semua relawan yang telah bergabung bersama kami," sambung dia.
Satgas sudah bekerja keras selama delapan bulan bersama relawan dalam menangani COVID-19. Atas dasar tersebut jika ada satu masalah yang terjadi, sebaiknya tidak dilakukan secara emosiaonal.
"Saya sudah delapan bulan jarang pulang rumah. Tiga bulan pertama ada kasus COVID-19 saya tinggal di kantor dituntut pengorbanan dan kesabaran," kata dia.
Diketahui, Relawan Gugus Tugas Jabodetabek Satgas COVID-19 ramai-ramai mundur dari tugas yang diembannya. Mereka kecewa dengan aturan yang diterapkan dalam memberikan hukuman ke Rizieq Shihab yang diduga melanggar protokol kesehatan.
Mereka kecewa pemerintah tidak tegas mencegah kerumunan sejak kepulangan pemimpin Front Pembela Islam itu. Mereka lantas mengembalikan rompi dan id card relawan Satgas COVID-19.
Mereka juga membawa sejumlah poster desakan turunkan Doni Monardo sebagai Ketua Satgas COVID-19 hingga protes denda kerumunan Rizieq hanya Rp 50 juta.
"Kami menyatakan mosi tidak percaya dan mendesak pimpinan Satgas dan jajarannya mengundurkan diri dari jabatannya," kata koordinator aksi, Abdul Mufid di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (19/11)
Baca Juga:
TNI Diminta Jadi Relawan Penyuntikan Vaksin COVID-19
Setelah menanggalkan rompinya, terlihat beberapa relawan aksi menggunakan kaos kampanye Jokowi-Amin dan GP Ansor.
"Kita tidak berkaitan, memang ada beberapa elemen di relawan ini, ada Duta Jokowi ada, terus ada Banser, ada Ansor juga, jadi satu naungan di masa pandemi ini kita dapat bersatu dari berbagai elemen, tiba-tiba kita dipisahkan dengan kejadian (kerumunan Rizieq) ini," kata dia. (Ismail/Jawa Tengah)