Puluhan Rusa di Pulau Komodo Dibantai?
Foto rusa mati yang disebut-sebut berasal dari Pulau Komodo. (facebook)
MerahPutih.com - Belakangan waktu ini banyak beredar kabar bahwa puluhan rusa di Pulau Komodo menjadi korban pembantaian. Bahkan di media sosial sempat beredar sebuah foto yang menampakan sebuah kapal motor berisi rusa dari Pulau Komodo yang dibantai dengan beberapa penumpang. Nah terkait informasi tersebut, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Sudiono akan melakukan investigasi.
Sudiono mengaku telah membentuk tim internal untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pembantaian puluhan rusa di Pulau Komodo. “Investigasi yersebut dilakukan bekerja sama dengan Dirjen Penegak Hukum (Gakum) dan pihak kepolisian,” kata Sudiono, Jumat (11/8).
Menurutnya, foto tersebut belum bisa menjelaskan asal usulnya rusa, kapan kejadian tersebut berlangsung, dan siapa pelakunya. Dengan begitu perlu digali data-data lainnya. Yang jelas, lanjut dia, hasil investigasi nantinya akan membuktikan kaitan antara foto yang beredar tentang rusa yang mati, dengan Taman Nasional Komodo.
Sebelumnya, sejumlah pihak mengecam dugaan tindakan pembantaian rusa di Komodo dan meminta Kepala BTNK harus bertanggung jawab. Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat, Abdul Ganir, turut mengutuk tindakan itu dan meragukan kinerja Kepala BTNK.
"BTNK harus bertanggung jawab soal rusa itu. BTNK tidak boleh membuat statemen seolah-olah mereka tidak diberi tugas untuk menjaga Taman Nasional Komodo. Kepala BTNK harus dimintai pertanggungjawabannya dan dia harus bertanggung jawab," tegas Ganir.
Menurut dia, bila dugaan pembantaian rusa itu benar terjadi dan tidak segera disikapi secara serius, maka populasi komodo akan terus berkurang karena menipisnya stok makanan. Bila itu terjadi, maka satu saat komodo akan punah. (*)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Tragedi Siswa SD di NTT, Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Pemprov NTB dan NTT Nyatakan Kesiapan Gelar PON XXII 2028
2 Bibit Siklon Terpantau di Sekitar NTT, Bawa Potensi Hujan Ringan hingga Lebat
Gubernur NTT Janji Kawal Keluarga Prada Lucky Tuntut Keadilan Sampai ke Pusat