Puluhan Rusa di Pulau Komodo Dibantai?

Thomas KukuhThomas Kukuh - Jumat, 11 Agustus 2017
Puluhan Rusa di Pulau Komodo Dibantai?

Foto rusa mati yang disebut-sebut berasal dari Pulau Komodo. (facebook)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Belakangan waktu ini banyak beredar kabar bahwa puluhan rusa di Pulau Komodo menjadi korban pembantaian. Bahkan di media sosial sempat beredar sebuah foto yang menampakan sebuah kapal motor berisi rusa dari Pulau Komodo yang dibantai dengan beberapa penumpang. Nah terkait informasi tersebut, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Sudiono akan melakukan investigasi.

Sudiono mengaku telah membentuk tim internal untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pembantaian puluhan rusa di Pulau Komodo. “Investigasi yersebut dilakukan bekerja sama dengan Dirjen Penegak Hukum (Gakum) dan pihak kepolisian,” kata Sudiono, Jumat (11/8).

Menurutnya, foto tersebut belum bisa menjelaskan asal usulnya rusa, kapan kejadian tersebut berlangsung, dan siapa pelakunya. Dengan begitu perlu digali data-data lainnya. Yang jelas, lanjut dia, hasil investigasi nantinya akan membuktikan kaitan antara foto yang beredar tentang rusa yang mati, dengan Taman Nasional Komodo.

Sebelumnya, sejumlah pihak mengecam dugaan tindakan pembantaian rusa di Komodo dan meminta Kepala BTNK harus bertanggung jawab. Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat, Abdul Ganir, turut mengutuk tindakan itu dan meragukan kinerja Kepala BTNK.

"BTNK harus bertanggung jawab soal rusa itu. BTNK tidak boleh membuat statemen seolah-olah mereka tidak diberi tugas untuk menjaga Taman Nasional Komodo. Kepala BTNK harus dimintai pertanggungjawabannya dan dia harus bertanggung jawab," tegas Ganir.

Menurut dia, bila dugaan pembantaian rusa itu benar terjadi dan tidak segera disikapi secara serius, maka populasi komodo akan terus berkurang karena menipisnya stok makanan. Bila itu terjadi, maka satu saat komodo akan punah. (*)

#NTT #Pulau Komodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Kasus YBR sebagai bukti rapuhnya perlindungan negara terhadap anak-anak di pelosok kawasan 3 T yang perlunya penanganan khusus dan darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Lainnya
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Mensesneg mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk merumuskan langkah preventif.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Indonesia
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak merupakan teguran bagi negara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Kasus bunuh diri siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang diduga dipicu karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis menjadi sorotan
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Olahraga
Pemprov NTB dan NTT Nyatakan Kesiapan Gelar PON XXII 2028
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Frengky Aruan - Kamis, 29 Januari 2026
Pemprov NTB dan NTT Nyatakan Kesiapan Gelar PON XXII 2028
Indonesia
2 Bibit Siklon Terpantau di Sekitar NTT, Bawa Potensi Hujan Ringan hingga Lebat
Dalam 24-72 jam, bibit siklon tropis 93S memiliki peluang sedang hingga tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis, sedangkan bibit siklon tropis 95S masih berada dalam kategori peluang rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
2 Bibit Siklon Terpantau di Sekitar NTT, Bawa Potensi Hujan Ringan hingga Lebat
Indonesia
Gubernur NTT Janji Kawal Keluarga Prada Lucky Tuntut Keadilan Sampai ke Pusat
"Selaku Gubernur NTT, saya mendukung langkah dan sikap orang tua dari Prada Lucky, Pak Kristian Namo dan lbu Sepriana Paulina Mirpey,"
Wisnu Cipto - Senin, 11 Agustus 2025
Gubernur NTT Janji Kawal Keluarga Prada Lucky Tuntut Keadilan Sampai ke Pusat
Bagikan