MerahPutih.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyinggung meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah saat membuka Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).
Pada pidatonya, Puan menyoroti eskalasi ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menurut Puan, dunia saat ini tengah menyaksikan konflik geopolitik yang kian sering diselesaikan melalui penggunaan kekuatan militer. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel di satu sisi serta Iran di sisi lain, kata dia, mencerminkan dinamika hubungan internasional yang sarat dengan kepentingan strategis, dominasi keamanan regional, dan persaingan kekuatan global.
“Dunia sedang menyaksikan konflik geopolitik yang diselesaikan menggunakan kekuatan militer,” ujar Puan.
Baca juga:
Kemlu Berhasil Evakuasi 32 WNI dari Iran, Dijadwalkan Tiba di Indonesia Hari ini
Ia menilai, eskalasi aksi militer tersebut memunculkan pemahaman kritis bahwa penggunaan kekuatan bersenjata kerap mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara. Kondisi ini juga memperlihatkan adanya dominasi negara tertentu terhadap negara lain.
Selain itu, Puan menyoroti melemahnya peran lembaga multilateral dalam mencegah konflik yang lebih luas. Ia menyebut situasi tersebut mencerminkan kegagalan sistem keamanan global yang tidak lagi mampu menjamin keseimbangan kepentingan antarnegara.
Puan mengatakan, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak hanya mencerminkan pertentangan kepentingan di tingkat regional, tetapi juga menggambarkan tantangan besar bagi tata kelola global ke depan.
Ia menegaskan kembali pentingnya peran hukum internasional serta lembaga internasional dalam menjaga perdamaian, keadilan, dan stabilitas dunia.
Baca juga:
DPR Ingatkan Pemerintah Tetap Objektif Sikapi Ketegangan Iran dan Amerika Serikat-Israel
Menurut dia, penghormatan terhadap kedaulatan negara harus tetap menjadi prinsip utama dalam hubungan internasional.
Pada kesempatan itu, Puan juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ia menyebut Khamenei gugur dalam serangan militer terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026.
“Atas nama pimpinan dan anggota DPR RI, kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei,” kata Puan yang disambut tepuk tangan peserta rapat.
Ia menambahkan, Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial menyampaikan simpati kepada seluruh rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit akibat konflik tersebut. (Pon)