Merahputih.com - MerahPutih.com - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi, menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi dan pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut dia, evaluasi merupakan bagian yang wajar dalam sistem pemerintahan untuk memastikan program prioritas nasional berjalan optimal.
Nurhadi menyampaikan hal tersebut menanggapi keputusan Presiden Prabowo mengganti Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewijk Pusung dari jajaran pimpinan BGN. Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala.
Baca juga:
“Kami juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pak Dadan Hindayana serta para Wakil Kepala BGN yang turut mengakhiri masa tugasnya atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi mereka dalam membangun fondasi kelembagaan BGN sejak awal pembentukannya,” kata Nurhadi di Jakarta, Rabu (3/6).
Menurut Nurhadi, membangun lembaga baru yang mengelola program sebesar Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan pekerjaan mudah. Selama masa kepemimpinan sebelumnya, berbagai infrastruktur kelembagaan, sistem pelayanan, hingga jaringan pelaksanaan program telah mulai terbentuk.
Karena itu, ia berharap pergantian kepemimpinan dapat menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
“Program MBG merupakan investasi strategis bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, pelaksanaannya harus semakin profesional, akuntabel, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Politisi NasDem itu juga mengucapkan selamat kepada Nanik S. Deyang yang dipercaya memimpin BGN. Menurut dia, amanah tersebut membawa tanggung jawab besar karena harapan publik terhadap keberhasilan program MBG sangat tinggi.
Ia meminta kepemimpinan baru segera melakukan konsolidasi dan memperkuat pengawasan pada seluruh rantai pelaksanaan program, mulai dari pengadaan bahan pangan, proses produksi, distribusi, hingga kualitas makanan yang diterima penerima manfaat.
Baca juga:
Pemerintah Pastikan Pergantian Pimpinan BGN tak Ganggu Pelaksanaan MBG
Selain itu, Nurhadi menekankan pentingnya fokus pada kualitas layanan, bukan sekadar mengejar jumlah penerima manfaat. Menurut dia, keberhasilan MBG harus diukur dari dampaknya terhadap perbaikan gizi anak, penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu hamil, dan kualitas generasi mendatang.
“Kami berharap kepemimpinan baru dapat membawa semangat perbaikan, memperkuat kepercayaan publik, dan mempercepat terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045,” tegasnya. (Pon)

