PSI Minta Anies Tak Rapel Bantuan Warga Jakarta

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 20 September 2021
PSI Minta Anies Tak Rapel Bantuan Warga Jakarta

Ilustrasi - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta akan mencairkan dana bantuan Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ) secara tiga bulan sekaligus, pada bulan Juli, Agustus dan September baru dapat dilakukan pada akhir September 2021.

Sebelumnya, pencairan rapel tiga bulanan juga terjadi pada tahun 2019-2020. Terakhir dana bantuan bulan April, Mei dan Juni 2021 baru dibayarkan sekaligus tiga bulan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2021.

Fraksi PSI DPRD DKI menolak keras perubahan sistem pencairan dari setiap bulan menjadi rapel tiga bulanan karena jelas membebani para penerima bantuan yang memiliki kebutuhan harus dibayarkan tiap bulan.

Baca Juga:

KPK Periksa Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Besok

“Pada reses kemarin kami juga mendengar langsung keluhan warga terkait sistem rapel ini. Mereka minta pencairan dilakukan per bulan karena banyaknya tagihan yang harus dilunasi di akhir bulan," ujar Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad.

Perubahan sistem rapel tiga bulan ini juga melanggar sejumlah aturan yang disusun Pemprov DKI Jakarta seperti Pergub No 24 Tahun 2019 tentang Pemberian Bantuan Sosial untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar Penyandang Disabilitas pasal 13 yang menyebutkan pencairan ke rekening penerima bantuan dilakukan per bulan.

Gubernur DKI Anies Baswedan saat peringatan Hari Sumpah Pemuda di Silang Monas, Senin (28/10). (Foto: MP/Asropih)
Gubernur DKI Anies Baswedan saat peringatan Hari Sumpah Pemuda di Silang Monas, Senin (28/10). (Foto: MP/Asropih)

Selain itu, pada Pergub No 96 Tahun 2019 tentang Pemberian Bantuan Sosial untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar bagi Anak pasal 9 tertulis pemindahbukuan/transfer ke rekening orang tua atau wali anak dilakukan setiap bulan.

"Di peraturan tertulis pencairan dilakukan per bulan, ini memperlihatkan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak menjalankan peraturan yang telah mereka susun sendiri," paparnya.

Baca Juga:

PSI Tagih Keseriusan Anies Jalankan Gugatan Terkait Polusi Udara

Untuk itu Fraksi PSI meminta Gubernur Anies untuk segera melakukan evaluasi terkait sistem pencairan dana dan segera mencairkan dana bantuan yang sudah dinantikan para penerima dana bantuan.

"Kembalikan ke sistem bulanan seperti yang tertera pada aturan. Jangan sampai masyarakat semakin terbebani hanya karena Pemprov DKI Jakarta tidak memiliki komitmen untuk menjalankan aturan yang mereka buat sendiri,” pungkas Idris. (Asp)

Baca Juga:

Diputus Bersalah Soal Kualitas Udara, Anies Minta Warga Naik Kendaraan Umum

#PSI #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Ia menyebut ini menjadi hal yang positif bagi kerja-kerja politik di Dapil Jateng 5 khususnya di Solo dan Jawa Tengah
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Bagikan