Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid

Frengky AruanFrengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh umumkan susunan pengurus Partai Nasdem 2024-2029. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut dia, perpindahan kader merupakan hal lumrah dalam dinamika politik dan tidak memengaruhi stabilitas organisasi secara keseluruhan.

Saan mengatakan, jumlah kader NasDem yang keluar dan bergabung ke partai lain masih sangat sedikit. Bahkan, menurut dia, jumlahnya dapat dihitung dengan jari tangan sehingga tidak perlu dibesar-besarkan.

“Kalau dikatakan banyak, masih bisa dihitung dengan jari ya. Dan fenomena pindah itu kan hal biasa, mungkin saja mereka mencari suasana dan tantangan baru di tempat lain,” ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4).

Wakil Ketua DPR RI itu menilai perpindahan kader ke partai lain merupakan bagian dari hak politik setiap individu yang harus dihormati. Menurutnya, setiap kader memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan politik, termasuk jika ingin mencari pengalaman dan tantangan baru di luar partai tempat mereka sebelumnya bernaung.

Meski ada sejumlah kader hengkang, Saan memastikan kondisi internal Partai NasDem tetap dalam keadaan stabil. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini konsolidasi partai berjalan dengan baik dari tingkat pusat hingga daerah.

Baca juga:

Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif

“Dalam konteks internal Partai NasDem sampai hari ini, bahkan ke depan, NasDem tetap solid. Konsolidasi baik secara nasional, wilayah maupun daerah terus kita lakukan secara masif,” kata dia.

Saan menjelaskan, penguatan struktur organisasi terus dilakukan partainya secara berkelanjutan sebagai upaya memperkokoh fondasi internal menghadapi dinamika politik nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pendidikan politik dan konsolidasi kader di Akademi Bela Negara NasDem.

Menurut dia, sepanjang tahun 2025, NasDem secara intensif menggelar pendidikan politik bagi kader melalui program tersebut. Kegiatan itu, kata dia, menjadi bagian dari strategi partai untuk menjaga soliditas dan meningkatkan kualitas kader.

Saan menambahkan, dalam dunia politik perpindahan kader dari satu partai ke partai lain bukanlah hal yang bisa dihindari. Ia menyebut kejenuhan internal maupun keinginan mencari suasana baru bisa menjadi alasan seseorang memutuskan berpindah partai.

Karena itu, ia menilai dinamika tersebut merupakan sesuatu yang wajar dalam sistem demokrasi.

“Ada kader-kader yang apa pindah sekali lagi itu hal yang biasa dan itu dinamika biasa aja. Mungkin mereka sudah jenuh di internal NasDem mencari suasana dan tantangan baru dan itu kan enggak bisa kita apa tahan itu kan hak politik masing-masing," tutur dia.

Ia memastikan Partai NasDem tetap fokus memperkuat organisasi dan tidak terganggu oleh perpindahan sejumlah kader tersebut. (Pon)

#Partai Nasdem #PSI #Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Berita Foto
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP - GPI) Khoirul Amin menyampaikan pernyataan sikap dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (25l6/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Kebijakan tersebut perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Indonesia
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Advokat Prabu Sutisna mengimbau tokoh publik lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memicu polemik di masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Ia menyebut ini menjadi hal yang positif bagi kerja-kerja politik di Dapil Jateng 5 khususnya di Solo dan Jawa Tengah
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Indonesia
Kaesang si Bungsu Jokowi Incar Kursi DPR 2019, Maju Lewat Dapil V Jateng
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep resmi maju Pileg DPR RI 2029 dari Dapil V Jateng. Fokus utama Kaesang adalah menggarap suara dari Kota Solo, basis keluarga Jokowi.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kaesang si Bungsu Jokowi Incar Kursi DPR 2019, Maju Lewat Dapil V Jateng
Indonesia
Legislator PSI Minta Polda Metro Buka Identitas Pemilik Alphard yang Terlibat Cekcok Satpam Bundaran HI
Ada dugaan pemakaian pelat nomor palsu oleh kendaraan Alphard yang berada di tengah-tengah insiden ini.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Legislator PSI Minta Polda Metro Buka Identitas Pemilik Alphard yang Terlibat Cekcok Satpam Bundaran HI
Olahraga
Timnas Argentina Terancam Sanksi FIFA Akibat Bentangkan Spanduk Politik Kontroversial Usai Kalahkan Inggris
Hukuman masa lalu tersebut jatuh setelah sejumlah pemain berpose menggunakan spanduk politik serupa menjelang laga persahabatan melawan Slovenia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Juli 2026
Timnas Argentina Terancam Sanksi FIFA Akibat Bentangkan Spanduk Politik Kontroversial Usai Kalahkan Inggris
Bagikan