MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut dia, perpindahan kader merupakan hal lumrah dalam dinamika politik dan tidak memengaruhi stabilitas organisasi secara keseluruhan.
Saan mengatakan, jumlah kader NasDem yang keluar dan bergabung ke partai lain masih sangat sedikit. Bahkan, menurut dia, jumlahnya dapat dihitung dengan jari tangan sehingga tidak perlu dibesar-besarkan.
“Kalau dikatakan banyak, masih bisa dihitung dengan jari ya. Dan fenomena pindah itu kan hal biasa, mungkin saja mereka mencari suasana dan tantangan baru di tempat lain,” ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4).
Wakil Ketua DPR RI itu menilai perpindahan kader ke partai lain merupakan bagian dari hak politik setiap individu yang harus dihormati. Menurutnya, setiap kader memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan politik, termasuk jika ingin mencari pengalaman dan tantangan baru di luar partai tempat mereka sebelumnya bernaung.
Meski ada sejumlah kader hengkang, Saan memastikan kondisi internal Partai NasDem tetap dalam keadaan stabil. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini konsolidasi partai berjalan dengan baik dari tingkat pusat hingga daerah.
Baca juga:
“Dalam konteks internal Partai NasDem sampai hari ini, bahkan ke depan, NasDem tetap solid. Konsolidasi baik secara nasional, wilayah maupun daerah terus kita lakukan secara masif,” kata dia.
Saan menjelaskan, penguatan struktur organisasi terus dilakukan partainya secara berkelanjutan sebagai upaya memperkokoh fondasi internal menghadapi dinamika politik nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pendidikan politik dan konsolidasi kader di Akademi Bela Negara NasDem.
Menurut dia, sepanjang tahun 2025, NasDem secara intensif menggelar pendidikan politik bagi kader melalui program tersebut. Kegiatan itu, kata dia, menjadi bagian dari strategi partai untuk menjaga soliditas dan meningkatkan kualitas kader.
Saan menambahkan, dalam dunia politik perpindahan kader dari satu partai ke partai lain bukanlah hal yang bisa dihindari. Ia menyebut kejenuhan internal maupun keinginan mencari suasana baru bisa menjadi alasan seseorang memutuskan berpindah partai.
Karena itu, ia menilai dinamika tersebut merupakan sesuatu yang wajar dalam sistem demokrasi.
“Ada kader-kader yang apa pindah sekali lagi itu hal yang biasa dan itu dinamika biasa aja. Mungkin mereka sudah jenuh di internal NasDem mencari suasana dan tantangan baru dan itu kan enggak bisa kita apa tahan itu kan hak politik masing-masing," tutur dia.
Ia memastikan Partai NasDem tetap fokus memperkuat organisasi dan tidak terganggu oleh perpindahan sejumlah kader tersebut. (Pon)