22 Ribu Anak di Jakarta Utara Putus Sekolah, Pemprov DKI Diminta Bertindak Cepat

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
22 Ribu Anak di Jakarta Utara Putus Sekolah, Pemprov DKI Diminta Bertindak Cepat

Ilustrasi sekolah. (Foto: DPRD DKI Jakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan realitas yang mengejutkan.

Berdasarkan data tersebut, ada lebih dari 22 ribu anak di Jakarta Utara yang tidak sekolah saat ini.

Menyikapi hal itu, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, mendesak Pemprov DKI untuk mengatasinya sebelum menjadi masalah yang lebih besar lagi.

"Tingginya angka ATS di Jakarta Utara harus mendapatkan perhatian serius dari Pemprov DKI. Bilamana anak-anak itu tidak menerima pendidikan yang semestinya, maka akan kesulitan di masa depan untuk mendapatkan pekerjaan. Ini juga akan bergulir menjadi permasalahan sosial dan ekonomi nantinya," tegas Justin, Senin (4/5).

Justin menilai, program sekolah swasta gratis harus dikawal secara serius. Belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengumumkan, ada 103 sekolah swasta gratis yang tersedia bagi warga Jakarta.

Baca juga:

70 Ribu Sekolah Direnovasi Sepanjang 2026, Bukti Presiden Prabowo Serius Kawal Kualitas SDM Indonesia

Anggarannya mencapai angka Rp 253,6 miliar. Sementara di Jakarta Utara, akan disiapkan sebanyak 20 sekolah swasta gratis.

"Dengan program seperti ini, besar harapannya lebih banyak lagi anak di Jakarta yang bisa masuk sekolah. Asalkan, pelaksanaannya dilakukan dengan baik. Pengawasanya harus ketat.

Lantas, lanjut Justin, jangan sampai anggaran yang sebesar itu nantinya disalahgunakan hingga dikorupsi. Ia pun memperingatkan agar praktik-praktik yang dapat mempersulit anak-anak mengakses sekolah swasta gratis tidak ditoleransi.

"Dan sedari awal juga harus diawasi supaya tidak terjadi praktik-praktik diskriminasi atau pungli yang akan mempersulit anak-anak untuk masuk sekolah," ucapnya.

Baca juga:

DPRD DKI Sentil Gubernur Pramono Soal Banyak Anak yang masih Putus Sekolah


Namun, Justin juga menekankan bahwa keberhasilan program itu tidak sepenuhnya berada di tangan Pemprov DKI.

Ia menegaskan, sekolah swasta gratis juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat, terutama para orang tua untuk memastikan anak-anaknya masuk sekolah.

"Masalah pendidikan di Jakarta tidak hanya terjadi di ruang lingkup sekolah. Terkadang, faktor sosial dan budaya juga berpengaruh. Contohnya, masih ada anak-anak yang bolos dan dibiarkan begitu saja oleh orang tuanya," jelasnya.

Bukan hanya perkelahian, bolos sekolah, dan perundungan saja yang jadi masalah, Justin melihat kegagalan orang tua murid mendidik anak-anak di rumah juga berkontribusi terhadap terjadinya tindakan-tindakan lainnya, seperti tawuran dan balap liar.

Baca juga:

Sekolah Rakyat Jadi Utama Pemutus Rantai Kemiskinan, Lulusan Diminta Jadi Agen Pemberdayaan Masyarakat

"Harus ada kerja sama antara orang tua murid dengan para guru di sekolah. Pendidikan di lingkungan keluarga dan pelajaran yang didapatkan di sekolah harus seiring-sejalan dan berkesinambungan. Karena kalau tidak, maka pendidikan tidak akan menjadi efektif dan selalu ada anak yang karena alasan apa pun itu mengalami putus sekolah," imbuhnya.

Justin pun mendorong agar Pemprov DKI menerapkan sanksi terhadap para orang tua murid yang lalai dalam mendidik anak-anaknya, mulai dari denda hingga kurungan jika diperlukan.

"Di Belanda, orang tua murid bisa dikenakan denda mulai sebesar 100 euro (Rp 1,8 juta) per hari kalau anaknya tidak masuk sekolah alias bolos. Sementara itu, di Inggris orang tua murid dapat didenda sampai dengan 2.500 poundsterling (Rp 54 juta) untuk masalah yang sama. Kalau itu tidak cukup, orang tua murid bahkan bisa dipenjara," pungkasnya. (Asp)

#Sekolah Swasta Gratis #PSI #Pemprov DKI Jakarta #Pendidikan #Sekolah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemprov DKI Keruk Anak Kali Krukut Setelah Hampir 60 Tahun, Penataan Ditargetkan Rampung 2028
Pemprov DKI mengeruk Anak Kali Krukut di Kebon Melati setelah hampir 60 tahun. Penataan sepanjang 2,3 km ditargetkan rampung 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Pemprov DKI Keruk Anak Kali Krukut Setelah Hampir 60 Tahun, Penataan Ditargetkan Rampung 2028
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Bank Jakarta dan PT SMI menyiapkan Rp 2,11 triliun untuk membantu tujuh proyek infrastruktur.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Indonesia
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan aksi iklim harus berangkat dari persoalan sehari-hari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Indonesia
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Dinkes DKI Jakarta menyoroti pasien cuci darah yang semakin muda. Safitri Handayana menyebut pasien berusia 20 tahun sudah banyak mengakses layanan cuci darah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Indonesia
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Pemerintah berencana terlebih dulu menjalankan program percontohan (pilot project) dengan anggaran sekitar Rp 5 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Bagikan