Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem

Frengky AruanFrengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem

Arsip - Mantan Presiden Jokowi saat menghadiri Kongres PSI 2025. (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan ada belasan hingga puluhan politisi yang siap merapat, termasuk dari Partai NasDem. Mereka akan bergabung PSI karena ketokohan Presiden ke-7 Jokowi.

Dia menegaskan perpindahan kader merupakan hal lumrah dalam dunia politik. Namun, dalam konteks saat ini, ia menilai ada faktor kuat yang mendorong terjadinya gelombang migrasi politik tersebut, yakni figur Jokowi yang disebut sebagai patron PSI.

“Ada sekitar 15 sampai 20 anggota DPR aktif yang sedang dalam proses atau menyatakan keinginan bergabung ke PSI,” kata dia.

Perpindahan itu, kata dia, tidak hanya berasal dari satu partai. Meski mengakui ada sejumlah nama dari NasDem, ia menegaskan bahwa gelombang tersebut datang dari berbagai latar belakang partai politik.

“Tidak hanya dari NasDem. Ada dari berbagai partai. Tapi saya tidak bisa sebutkan satu per satu hari ini,” katanya.

Baca juga:

Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif

Ia juga menyinggung adanya kader yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung dengan PSI. Salah satu yang disorot adalah sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

“Itu pilihan politik. Ada yang bahkan meninggalkan posisi penting. Tapi bagi mereka, ini bagian dari langkah ke depan,” paparnya.

Bestari menambahkan perpindahan tersebut bukan hasil pendekatan atau rekrutmen aktif dari PSI. Ia menyebut para politisi datang dengan kesadaran sendiri, melihat peluang politik dan arah dukungan publik.

Menurutnya, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi masih menjadi magnet besar dalam peta politik nasional. Hal ini, kata dia, secara tidak langsung berdampak pada meningkatnya minat politisi untuk bergabung dengan PSI.

“Tidak ada istilah diajak-ajak. Mereka datang sendiri. Mereka melihat bahwa ada figur yang dipercaya publik, kinerjanya dianggap baik, dan itu menjadi daya tarik,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

#PSI #Jokowi #Partai Nasdem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Jokowi menegaskan pergantian pucuk pimpinan di Polri itu memang sudah saatnya dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Bagikan