Prihatin Banyak Warga Terdampak PPKM Darurat, Anggota DPRD PKS Solo Potong Gaji

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Juli 2021
Prihatin Banyak Warga Terdampak PPKM Darurat, Anggota DPRD PKS Solo Potong Gaji

Angkringan Solo. (Foto: MP/ Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fraksi PKS DPRD Solo, Jawa Tengah, mengeluarkan kebijakan pemotongan gaji bagi lima anggotanya di DPRD. Hasil pemotongan gaji tersebut bakal diberikan pada Pemkot Solo untuk membantu warga Solo terdampak kebijakan PPKM Darurat pada 3-20 Juli.

Ketua FPKS DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro mengatakan, pemotongan gaji pada bulan Juli atau selama sebulan ini khusus diperuntukan menyumbangkan ke masyarakat Solo terdampak PPKM darurat.

Menurutnya langkah pemotongan gaji tersebut sebagai bentuk kepedulian partai dan gotong royong bersama pemerintah daerah dalam menangani pandemi COVID-19 di Solo.

Baca Juga:

Tito Perintahkan Kepala Daerah Turun Lapangan Pantau PPKM Darurat

"Saya juga mengajak pejabat dan masyarakat Solo yang mampu untuk bersama sama memupuk kepedulian dengan menyumbangkan sebagian gaji atau rezekinya," ujar Asih, Kamis (8/7).

Dikatakannya, FPKS mendengar banyaknya keluhan masyarakat terdampak PPKM Darurat. Keluhan paling banyak soal penutupan 15 pasar tradisional, pertokoan dan aturan jam makan di tempat.

"Pemkot Solo dalam menerapkan kebijakan juga harus menghitung konsekuensi dan dampaknya baik secara sosial, ekonomi maupun keamanannya," papar dia.

Ia mendesak pada Pemkot Solo segera memberikan kompensasi bantuan sosial bagi masyarakat terdampak ketika tempat usaha mereka harus menutup total.

Selain itu, FPKS juga mengusulkan pada Pemkot Solo agar menambah pos anggaran bantuan sosial sebesar Rp 20 miliar sebagai kompensasi warga terdampak PPKM Darurat.

Kondisi Kota Solo saat PPKM Darurat. (Foto: MP/ Ismail)
Kondisi Kota Solo saat PPKM Darurat. (Foto: MP/ Ismail)

"Anggaran itu dapat diusulkan Wali Kota Solo (Gibran) melalui BTT (Belanja Tidak Terduga) atau melalui mekanisme mendahului anggaran APBD 2021," tuturnya.

Ia mengatakan, PKS Solo mendukung PPKM Darurat yang diterapkan pada 3-20 Juli untuk menekan angka kasus Corona di Solo. Pihaknya juga ajak pada masyarakat agar hidup bersih dan sehat dengan melakukan 5 M yaitu Memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas .

"Kami juga menyoroti kebijakan yang berubah-ubah terutama soal penutupan jalan. Jika dibiarkan akan terjadi ketidakpercayaan masyarakat pada Pemkot Solo dalam menangani COVID-19," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Selain Uang Tunai Rp 600 Ribu, Warga Terdampak PPKM Darurat Dapat Beras 10 Kg

#PPKM Darurat #PPKM #Dampak Kemiskinan #COVID-19 #PKS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Politkus PKS Minta Pemerintah Bebaskan Pajak Pembalut, Tegaskan sebagai Kebutuhan Dasar Perempuan
Kebijakan perpajakan terhadap pembalut perlu mempertimbangkan aspek keadilan, kesehatan, serta kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Politkus PKS Minta Pemerintah Bebaskan Pajak Pembalut, Tegaskan sebagai Kebutuhan Dasar Perempuan
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui proses pidana, tetapi juga harus menyasar izin usaha dan kewajiban pemulihan lingkungan.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Indonesia
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Mendesak penegakan hukum dilakukan hingga tuntas dengan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pihak yang terbukti bersalah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Indonesia
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Almuzzammil Yusuf menginstruksikan pejabat partai menyisihkan gaji untuk korban karhutla, menyiapkan layanan kesehatan darurat, dan mendesak penegakan hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Indonesia
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
salah satu persoalan yang perlu diperjelas adalah siapa yang bertanggung jawab terhadap aset setelah dilakukan penyitaan maupun perampasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Persyaratan Bedah Rumah Didesak Buat Disederhanakan, FokusDi Kantong Kemiskinan
Realisasi program bedah rumah memperhatikan aspek pemerataan di seluruh wilayah Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Persyaratan Bedah Rumah Didesak Buat Disederhanakan, FokusDi Kantong Kemiskinan
Indonesia
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
BPS dan Bank Dunia menggunakan sumber data yang sama, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Namun, cara pengukuran kemiskinan yang digunakan berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
Bagikan