Pria Harus Fokus Pada Peran Parenting

P Suryo RP Suryo R - Minggu, 18 Maret 2018
Pria Harus Fokus Pada Peran Parenting

Budaya male chauvinisme yang masih kental di negeri ini dapat mempersulit proses parenting. (Foto: pixabay/marmaladelane)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEPUTUSAN Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan cuti selama sebulan bagi pria yang ingin menemani istri melahirkan seolah menjadi angin segar. Bagaimana tidak? Pria bisa fokus menemani dan mendukung proses melahirkan sang jabang bayi.

Melahirkan merupakan suatu peristiwa menegangkan bagi wanita. Kehadiran pria dan support suami sangat dibutuhkan. "Suami yang hadir untuk menemani istrinya melahirkan bisa menurunkan kecemasan istri hingga akhirnya dapat menjalankan proses bersalin dengan tenang," papar Psikolog Adityana Kasandra Putranto. Ketenangan jelang melahirkan dapat membantu proses melahirkan menjadi lebih lancar.

Cuti selama satu bulan bagi pria bukan perkara mudah di Indonesia. Pemerintah harus menyadari kelemahan sosial budaya di Indonesia yang belum siap menerima budaya semacam itu. Budaya male chauvinisme yang masih kental di negeri ini dapat mempersulit proses parenting.

Cuti sebulan untuk pria demi menjalankan peran parenting merupakan praktik yang banyak dilakukan di luar negeri. Mengadopsi praktik semacam ini akan terasa percuma apabila tradisi dan budayanya tidak turut serta diterapkan oleh masyarakat Indonesia.

Yang kerap terjadi, di Indonesia laki-laki tidak boleh mengganti popok, tidak boleh lama-lama memegang bayi, dan lain sebagainya. "Libur sebulan dia cuma leyeh-leyeh. Ya useless," kata Adit.

Menurut Adit, kemajuan bangsa terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kualitas
SDM tergantung dari bagaimana keluarga menghasilkan SDM. "Pabrik dalam keluarga harus dibenahi dahulu. Perbaikan itu mencakup perbaikan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial budaya," urainya.

Ketika memberlakukan kebijakan tersebut, pemerintah harus menyertakan aturan yang bersifat mengikat. Hal tersebut agar pria memanfaatkan cutinya secara maksimal dan menjalankan tugas parentingnya secara benar. Misalnya, pria harus membuat foto aktivitas setiap harinya.

"Semua yang dilakukan harus dalam rangka membantu istri dan anak menghasilkan quality time," tegasnya.

Peran suami bagi istri yang melahirkan sangat besar, mencakup peran secara teknis, fisik, dan juga dukungan emosional. Peran teknis suami misalnya mengurus administrasi rumah sakit, sehingga proses bersalin lebih cepat dan lancar. Kemudian peran fisik, seperti membantu istri menyiapkan pakaian, menyuapi makanan, membantu ke toilet, dan lain sebagainya.

fatherhood
Anak yang dilahirkan pun mendapatkan manfaat dari kehadiran ayahnya. (Foto: pixabay/tookapic)

Peran suami yang paling krusial yakni dukungan emosional. "Kondisi melahirkan biasanya penuh kecemasan. Kehadiran suami tentu dapat membuat istri merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan proses melahirkan," jelasnya.

Bentuk dukungan secara emosional contohnya dengan menggenggam tangan istri saat akan melahirkan. Genggaman tangan suami bisa menjadi sumber semangat. Selain menggenggam suami juga bisa memberikan kata-kata positif sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan istri, bahkan rasa sakit.

Setelah proses melahirkan selesai, suami pun memiliki peran besar dalam menjaga kondisi fisik dan emosional ibu dan buah hatinya.

Kondisi ibu yang masih lemah selepas melahirkan, membuat suami menjadi andalan dalam hal memastikan asupan nutrisi yang mencukupi ibu dan anak, begitu pula dengan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan. Kehadiran suami menjadi hal penting bagi sang istri

"Jika dilihat dari sisi emosional, tentu ibu yang baru melahirkan rentan mengalami baby blues. Suami menjadi orang terdekat yang bisa menemani Ibu, menenangkannya, dan memastikan ibu tidak terlalu lelah, sehingga ibu pun bisa mengasuh anak dengan kasih sayang yang optimal," beber Adit.

Manfaat dari kehadiran suami tak hanya dirasakan oleh ibu hamil. Anak yang dilahirkan pun mendapatkan manfaat dari kehadiran ayahnya. "Anak yang sering dengar suara ayahnya sejak dari dalam kandungan akan mampu mengenali suara ayahnya setelah lahir," tutur Adit.

Kehadiran ayah disamping bayinya akan membentuk emosi anaknya. Anak yang memperoleh perhatian, kasih sayang dan cinta akan menyimpan pengalaman emosi positif yang ikut membentuk karakter kasih sayang dalam dirinya. (avia)

#Suami #PNS
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Dikabarkan Mau Hapus Utang Pensiunan PNS
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan mau menghapus utang pensiunan PNS. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Sabtu, 23 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Dikabarkan Mau Hapus Utang Pensiunan PNS
Indonesia
Kemendikdasmen Cari Sekolah Kelebihan Pengajar, Tutupi Kekurangan Formasi 498 Ribu Guru
Kemendikdasmen dan lembaga terkait juga sedang membahas mekanisme seleksi bagi ratusan ribu guru non-ASN tersebut yang sudah masuk sistem Dapodik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
Kemendikdasmen Cari Sekolah Kelebihan Pengajar, Tutupi Kekurangan Formasi 498 Ribu Guru
Indonesia
DPR Dorong Status Semua Guru Jadi PNS
Ke depan, harus ada satu status guru nasional, yaitu PNS. Tidak ada lagi guru PPPK maupun PPPK Paruh Waktu
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 11 Mei 2026
DPR Dorong Status Semua Guru Jadi PNS
Indonesia
THR ASN 2026 Mulai Cair, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 55 Triliun
Pemerintah mulai mencairkan THR ASN 2026 sejak 26 Februari. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut total anggaran mencapai Rp55 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
THR ASN 2026 Mulai Cair, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 55 Triliun
Indonesia
DPR Usulkan Gaji Tunggal Bagi ASN, Hilangkan Disparitas Penghasilan
Kebijakan ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan kerja ASN, karena sistem yang lebih adil akan menumbuhkan loyalitas dan semangat kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Oktober 2025
DPR Usulkan Gaji Tunggal Bagi ASN, Hilangkan Disparitas Penghasilan
Indonesia
Usulan PPPK Diangkat Jadi PNS Dapat Dukungan dari DPR: Demi Kesejahteraan dan Karier yang Pasti
Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad dukung usulan PPPK diangkat jadi PNS, dinilai beri kepastian, kesejahteraan, dan karier yang lebih baik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Usulan PPPK Diangkat Jadi PNS Dapat Dukungan dari DPR: Demi Kesejahteraan dan Karier yang Pasti
Indonesia
TPP ASN DKI Aman dari Potongan, Pramono Anung Ancam Pecat PNS yang 'Flexing'
Aturan mengenai TPP ini tertuang dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 69 tahun 2020
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 25 Oktober 2025
TPP ASN DKI Aman dari Potongan, Pramono Anung Ancam Pecat PNS yang 'Flexing'
Indonesia
Jejak Kesejahteraan ASN, DPR 'Ngebet' Hapuskan Beda Gaji PNS-PPPK
Pembahasan UU ASN akan melalui tahap naskah akademik di Baleg
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Oktober 2025
Jejak Kesejahteraan ASN, DPR 'Ngebet' Hapuskan Beda Gaji PNS-PPPK
Indonesia
APBD DKI Jakarta 2026 Dipangkas Rp 15 Triliun, Gubernur Pramono akan Kurangi Kuota Rekrutmen PJLP Tahun Depan
Nilai APBD DKI Jakarta 2026 diperkirakan turun menjadi Rp 79,06 triliun dari Rp 95,35 triliun pada tahun sebelumnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Oktober 2025
APBD DKI Jakarta 2026 Dipangkas Rp 15 Triliun, Gubernur Pramono akan Kurangi Kuota Rekrutmen PJLP Tahun Depan
Indonesia
Gubernur Dedi Bakal Umumkan Pegawai Termalas di Media Sosial dan Dipindah Jadi Tenaga Administratif di Sekolah
Pengumuman di media sosial ini, akan dilakukan mulai tanggal 1 November 2025 mendatang, untuk melecut kinerja pegawai tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Oktober 2025
Gubernur Dedi Bakal Umumkan Pegawai Termalas di Media Sosial dan Dipindah Jadi Tenaga Administratif di Sekolah
Bagikan