ASN DKI Jakarta Wajib Naik Transportasi Umum Setiap Rabu, Kondisi Tertentu Dikecualikan
Ilustrasi ASN Pemprov Jakarta. (Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta)
Merahputih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta untuk menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu, dengan pengecualian untuk kondisi tertentu seperti disabilitas dan kehamilan.
Menurut Instruksi Gubernur (Ingub) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 6 Tahun 2024 yang ditandatangani oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung pada 23 April 2025, Pemprov DKI Jakarta memberikan dispensasi bagi pegawai yang sedang sakit, hamil, memiliki disabilitas, serta petugas lapangan yang memerlukan mobilitas khusus.
“Dikecualikan dari penggunaan angkutan umum massal sebagai moda transportasi bagi seluruh Pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada setiap hari Rabu, bagi pegawai dengan kondisi sakit, hamil, disabilitas, dan petugas lapangan yang membutuhkan mobilitas tertentu,” tulis aturan tersebut seperti dikutip, Senin (28/4).
Baca juga:
Guru Non-ASN Bakal Terima Tunjangan Rp 300 Ribu Sampai Rp 500 Ribu Dari Pemerintah
Aturan tersebut menyatakan bahwa kewajiban menggunakan angkutan umum massal setiap hari Rabu tidak berlaku bagi pegawai dengan kondisi sakit, hamil, disabilitas, dan petugas lapangan yang membutuhkan pergerakan spesifik.
Adapun ASN yang wajib mematuhi kebijakan ini meliputi berbagai posisi strategis di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari Sekretaris Daerah Provinsi hingga Lurah Kelurahan, serta seluruh pegawai Pemprov DKI Jakarta. Mereka diwajibkan menggunakan transportasi umum setiap Rabu saat berangkat, bertugas, dan pulang kerja.
Jenis transportasi umum massal yang termasuk dalam kebijakan ini adalah Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Jabodetabek (Commuterline), Kereta Bandara (Raillink), bus/angkot reguler, kapal, serta angkutan antar jemput karyawan/pegawai.
Baca juga:
Kepala setiap perangkat daerah bertanggung jawab untuk mengawasi kepatuhan pegawai terhadap penggunaan transportasi umum massal setiap hari Rabu di unit kerja masing-masing.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan transportasi umum, serta mengurangi polusi dan kemacetan di Jakarta.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
2.080 PPPK BGN Tahap I Naik Status Jadi ASN
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
ASN Solo Mulai WFA, Walkot Respati Sebut Hemat Anggaran Operasional Kantor 29 Persen
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said