Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Pedagang daging. (Foto: Antara)
Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menanggapi santai rencana aksi mogok massal yang dilakukan oleh para pedagang daging yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI). Meski gelombang protes mulai menguat, Pramono optimistis pasokan daging di ibu kota tidak akan lumpuh total.
Pramono mengaku telah memantau langsung situasi di pasar-pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan komoditas protein tersebut. Ia meyakini masih banyak pedagang yang tetap memilih untuk melayani pelanggan di tengah ancaman mogok kerja.
“Saya membaca berita itu dan saya sudah mengecek di lapangan. Memang ada keinginan (mogok), tetapi saya yakin tetap berjualan di Jakarta. Tidak semua asosiasi bisa melarang anggotanya berjualan,” tegas Pramono, Kamis (22/1).
Tagih Janji Manis Kementerian Pertanian
Di sisi lain, Dewan Pengurus Daerah (DPD) APDI DKI Jakarta menyatakan langkah mogok ini merupakan puncak kekecewaan terhadap pemerintah. Ketua DPD APDI Jakarta, Wahyu Purnama, mendesak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Badan Pangan Nasional untuk segera turun tangan menekan harga sapi yang kian tak masuk akal.
Wahyu mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya menjanjikan harga sapi timbang hidup akan stabil dalam waktu dua pekan setelah rapat pada 5 Januari lalu. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Kondisi ini diperparah dengan daya beli masyarakat yang sedang merosot tajam.
“Harga sapi timbang hidup dari feedloter yang terlalu tinggi, harga karkas dari Rumah Potong Hewan (RPH) akhirnya mengikuti naik,” ujar Wahyu.
Jabodetabek Berhenti Beroperasi Tiga Hari
Aksi mogok berjualan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1). Aksi ini menyasar seluruh pasar tradisional dan RPH di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Para pedagang berharap aksi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah agar segera merealisasikan janji stabilisasi harga.
Jika tidak, pelaku UMKM dan masyarakat menengah ke bawah akan terus menjadi korban dari tingginya harga daging di pasaran.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Ruang Terbuka Hijau Jakarta Baru 5,6 Persen di 2025, Pemprov Kejar Target 30 Persen pada 2045
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Dana Transfer Daerah Dipangkas, Target Sekolah Swasta Gratis DKI 2026 Turun Jadi 100 Sekolah
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan