Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meluncurkan layanan Angkutan Sekolah Ramah Disabilitas Tahun 2026 di Balai Kota Jakarta. (foto: dok Pemprov DKI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah sebanyak 32 unit bus Sekolah Ramah Disabilitas di ibu kota. Langkah ini menjadi wujud komitmen Pemprov DKI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga, khususnya anak-anak penyandang disabilitas.

Setiap armada bus dilengkapi dengan pengemudi serta awak pendamping yang bertugas membantu siswa saat naik dan turun bus, termasuk dalam pengoperasian lift chair bagi pengguna kursi roda.

Untuk bus berukuran medium, tersedia empat ruang kursi roda dan sembilan kursi penumpang dengan total kapasitas 13 siswa. Sementara itu, mikrobus memiliki kapasitas dua kursi roda dan tujuh kursi penumpang.

"Pada hari ini, Pemprov DKI kembali meluncurkan angkutan sekolah ramah disabilitas. Kita meluncurkan 32 bus dan menambah lima rute baru," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat peluncuran layanan Angkutan Sekolah Ramah Disabilitas Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).

Baca juga:

Pemerintah DKI Jakarta Luncurkan 13 Unit Bus Sekolah Ramah Disabilitas

Pramono menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak. Karena itu, pemerintah berkewajiban memfasilitasi dan memberikan kemudahan agar seluruh anak dapat meraih cita-cita setinggi-tingginya tanpa terkecuali.

Melalui layanan angkutan sekolah ramah disabilitas ini, Pemprov DKI memastikan anak-anak penyandang disabilitas memperoleh akses pendidikan yang setara, aman, dan nyaman.

"Mudah-mudahan armada bus ini dapat memberikan kemudahan bagi anak-anak dalam berangkat dan pulang sekolah, serta menunjang aktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan pendidikan mereka," ujarnya.

Pada tahun 2026 ini, Pemprov DKI menambah 32 unit bus sekolah ramah disabilitas yang terdiri atas 13 unit mikrobus dan 19 unit bus medium. Dengan penambahan tersebut, total armada bus sekolah ramah disabilitas di Jakarta kini berjumlah 37 unit yang melayani 10 rute.

"Penambahan armada ini merupakan kontribusi Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah disabilitas," terang Pramono.

Baca juga:

Pramono Akui Trotoar di Jakarta Kurang Ramah Disabilitas, Bakal Lakukan Penataan

Ia menambahkan, sebagai kota global yang inklusif, Jakarta harus menyediakan ruang dan akses yang setara bagi penyandang disabilitas, tidak hanya di sektor pendidikan, tetapi juga pada berbagai aspek kehidupan lainnya, termasuk ketenagakerjaan melalui penyelenggaraan bursa kerja khusus disabilitas.

Adapun lima rute tambahan angkutan sekolah ramah disabilitas tersebut meliputi Rute Reguler 32 Yayasan Pendidikan Anak Cacat–Ciledug; Rute Zonasi 12 Rusun Rawabebek–Rorotan yang melayani SLB Karya Mulia; Rute Zonasi 16 BNN–Cipinang via Jatinegara yang melayani SLB Karya Guna; Rute Zonasi 17 Kampung Rambutan–Lebak Bulus yang melayani SLBN 01 Jakarta dan SLBA Pembina Tingkat Nasional; serta Rute Zonasi 19 Permata Hijau–Lebak Bulus yang melayani SLBN 01 Jakarta dan SLBA Pembina Tingkat Nasional. (Asp)

#Pemprov DKI Jakarta #Bus Sekolah #Pramono Anung #Penyandang Disabilitas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Jakarta Running Festival 2026 digelar 24-25 Oktober. Peserta dengan bib resmi bisa menggunakan MRT, LRT, Transjakarta, dan Transjabodetabek dengan tarif Rp 0.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Indonesia
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027-2028. Pramono menyebut penerbitan masih menunggu persetujuan pusat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Indonesia
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Lapangan Banteng akan semakin nyaman dikunjungi. Proses penataan kini sudah mencapai 63 persen, kemudian rampung November 2026.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Indonesia
Layani Kepulauan Seribu, Transjakarta Bakal Dapat Suntikan Modal Anyar
ramono mengatakan tambahan modal itu juga diperuntukkan guna menambah beberapa fasilitas layanan Transjakarta ke Pulau Seribu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Layani Kepulauan Seribu, Transjakarta Bakal Dapat Suntikan Modal Anyar
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Cabuti Tiang Listrik, Menata Jaringan Kabel Udara tak Terpakai
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel udara dapat diturunkan ke bawah tanah secara bertahap dalam lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pemprov DKI Jakarta Cabuti Tiang Listrik, Menata Jaringan Kabel Udara tak Terpakai
Indonesia
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Indonesia
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam golongan penerima transportasi umum gratis. Total penerima subsidi naik transportasi menjadi 21 golongan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Indonesia
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek dipastikan naik mulai 1 Januari 2027. Besaran tarif baru belum diumumkan Pemprov DKI Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Bagikan