Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Prabowo Ingin Bentuk Satgas Pendanaan Taman Nasional, DPR Ingatkan Fungsi Konservasi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Prabowo Ingin Bentuk Satgas Pendanaan Taman Nasional, DPR Ingatkan Fungsi Konservasi

Seekor harimau sumatra terekam kamera jebak TNBT di Resort Suo-Suo, Provinsi Jambi. ANTARA/HO-SPTN Wilayah I TNBT

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menanggapi rencana Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pendanaan Taman Nasional.

Satgas tersebut direncanakan untuk mencari sumber pembiayaan berkelanjutan guna mendukung pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia.

Daniel berharap pembentukan satgas tersebut tetap menempatkan fungsi utama taman nasional sebagai kawasan perlindungan hutan dan ekosistem.

“Harapan kami terhadap pembentukan satgas taman nasional adalah agar pengelolaan kawasan benar-benar mengutamakan fungsi utama perlindungan hutan,” kata Daniel dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/3).

Menurut Daniel, taman nasional merupakan kawasan konservasi yang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem, habitat satwa liar, serta keanekaragaman hayati.

Karena itu, setiap kebijakan penataan maupun pengelolaan kawasan tidak boleh mengubah fungsi dasar taman nasional sebagai wilayah perlindungan alam.

Ia menegaskan bahwa prioritas utama pengelolaan kawasan tetap harus berada pada aspek konservasi.

Baca juga:

Prabowo dan Raja Charles Bahas Konservasi, Inggris Siap Bantu Pelestarian Ekosistem Indonesia

Di sisi lain, Daniel menilai pengelolaan taman nasional juga perlu memperhatikan keseimbangan antara upaya konservasi dengan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.

Menurutnya, pengelolaan yang tepat dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak kelestarian alam.

Beberapa contoh kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain ekowisata, pemanfaatan jasa lingkungan, serta kegiatan ekonomi berbasis konservasi.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu juga menyinggung wacana yang pernah muncul terkait perubahan zonasi di Taman Nasional Way Kambas.

Saat itu sempat muncul kekhawatiran karena adanya usulan perubahan zona inti menjadi zona pemanfaatan.

Menurut Daniel, perubahan semacam itu tidak boleh dilakukan dengan alasan penataan kawasan.

“Fungsi konservasi harus tetap menjadi prioritas utama. Zona inti jangan sampai diubah menjadi zona pemanfaatan,” ujarnya.

Baca juga:

Presiden Prabowo Disebut Presiden Paling Peduli Konservasi Satwa

Daniel juga mendorong adanya ruang pengawasan bagi masyarakat terhadap pengelolaan taman nasional.

Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi perubahan status zona inti tanpa pengawasan publik.

Selain itu, ia menilai penataan kawasan taman nasional sebaiknya dirancang agar tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.

Pemerintah dapat membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta, misalnya dalam pengembangan ekowisata maupun pemanfaatan jasa lingkungan.

Meski demikian, ia menegaskan kendali kebijakan dan pengelolaan kawasan tetap harus berada di tangan pemerintah.

“Dengan adanya satgas ini, diharapkan tata kelola taman nasional menjadi lebih baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Daniel. (Pon)

#Konservasi #Hutan #Komisi IV DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Komisi IV DPR Sentil Menhut Raja Juli: Dugaan Gratifikasi Harus Dikembalikan ke KPK, Bukan ke Pemberi
Firman Soebagyo menegaskan dugaan gratifikasi harus dilaporkan kepada KPK, bukan dikembalikan kepada pemberi. Komisi IV DPR akan meminta penjelasan Kementerian Kehutanan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Komisi IV DPR Sentil Menhut Raja Juli: Dugaan Gratifikasi Harus Dikembalikan ke KPK, Bukan ke Pemberi
Indonesia
Titiek Soeharto Minta Mitigasi El Nino Dipercepat demi Lindungi Ketahanan Pangan Nasional
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto meminta mitigasi El Nino dilakukan secara cepat dan terintegrasi guna menjaga produktivitas pertanian, peternakan, dan ketahanan pangan nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
Titiek Soeharto Minta Mitigasi El Nino Dipercepat demi Lindungi Ketahanan Pangan Nasional
Indonesia
El Nino Berpeluang Capai 98 Persen, DPR Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi Darurat Karhutla dan Kekeringan
Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin meminta pemerintah segera melakukan mitigasi darurat menghadapi El Nino yang berpeluang mencapai 98 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
El Nino Berpeluang Capai 98 Persen, DPR Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi Darurat Karhutla dan Kekeringan
Indonesia
Harga Telur Anjlok, DPR Desak BGN Serap Telur Peternak untuk Program MBG
Anggota Komisi IV DPR meminta BGN mengoptimalkan penyerapan telur lokal melalui program MBG untuk membantu peternak dan memenuhi kebutuhan gizi anak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
Harga Telur Anjlok, DPR Desak BGN Serap Telur Peternak untuk Program MBG
Indonesia
Pembangunan Cold Storage Kampung Nelayan Dinilai Bisa Putus Ketergantungan Nelayan pada Tengkulak
Anggota Komisi IV DPR RI mendukung pembangunan cold storage dalam program Kampung Nelayan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Pembangunan Cold Storage Kampung Nelayan Dinilai Bisa Putus Ketergantungan Nelayan pada Tengkulak
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gencar Bongkar Mafia Pangan Penyebab Harga Minyak Goreng Naik
Anggota Komisi IV DPR RI meminta pemerintah mengusut mafia pangan yang diduga menyebabkan kenaikan harga minyak goreng dan mengganggu distribusi pangan nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
DPR Minta Pemerintah Gencar Bongkar Mafia Pangan Penyebab Harga Minyak Goreng Naik
Indonesia
Indonesia Turunkan Karhutla 86 Persen, Menhut RI Dorong Pengakuan Hutan Adat di Forum PBB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap Indonesia berhasil menekan karhutla hingga 86 persen dalam satu dekade terakhir saat forum PBB di New York.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Indonesia Turunkan Karhutla 86 Persen, Menhut RI Dorong Pengakuan Hutan Adat di Forum PBB
Travel
Sah! Teluk Saleh NTB Sandang Status Area Konservasi Baru Hiu Paus
Teluk Saleh sah menjadi kawasan konservasi hiu paus seluas 73 ribu hektare, sekaligus mengunci arah pembangunan pariwisata berbasis ekosistem, bukan eksploitasi jangka pendek.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Sah! Teluk Saleh NTB Sandang Status Area Konservasi Baru Hiu Paus
Indonesia
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
DPR meminta pengawasan ketat terhadap hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Sebab, penyakit PMK mulai mengintai.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
Indonesia
Deforestasi Tahun 2025 Menggila, DPR RI Ingatkan Kemenhut Jangan Main Mata dengan Perusak
Jaelani menilai kejadian di Sumatera merupakan harga mahal yang harus dibayar akibat kelalaian menjaga ekosistem
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Deforestasi Tahun 2025 Menggila, DPR RI Ingatkan Kemenhut Jangan Main Mata dengan Perusak
Bagikan