Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Tanah Abang

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 21 Januari 2020
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Tanah Abang

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto memperlihatkan barang bukti penganiayaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia di Tanah Abang, Selasa (21/1). Foto: MP/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepolisian menangkap pelaku penganiayaan berujung kematian terhadap seorang pemuda berinisial F (20). Korban tewas setelah dianiaya dua pelaku, MA (20) dan FS (16).

Kejadian penganiyaaan ini berlangsung saat aksi tawuran dua kelompok di kawasan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Minggu (19/1) pagi hari.

Baca Juga

Ajakan Tawuran di Malam Tahun Baru Gencar Diserukan Lewat Media Sosial

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto, FS mengajak teman-temannya untuk melakukan aksi tawuran menggunakan media sosial.

"Dia menyebarkan pesan untuk mengajak anak-anak di Kebon Kacang melakukan tawuran dengan kelompok Kampung Bali," kata Heru di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (21/1).

Heru melanjutkan, mereka yang terpancing emosi langsung melakukan pertemuan di depan Hotel Verce dan melakukan aksi tawuran.

Ilustrasi (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)
Ilustrasi (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

"Kedua pelaku membawa celurit. Mereka memancing dengan memukul-mukul portal hingga mengundang kelompok lainnya melempari batu," jelas Heru.

Baca Juga

Halte TransJakarta Rusak Akibat Tawuran Warga

Kedua kelompok yang janjian tawuran melalui Instagram ini langsung saling baku hantam dan melempar batu. Para pelaku antara kelompok Kebon Kacang dan Kebon Bali saling melempar batu.

"Nah dua tersangka ini langsung menyerang korban. Kemudian, korban dibacok di bagian kepala belakang. Dia meninggal di rumah sakit Tarakan," ungkap Heru.

Heru mengungkapkan pelaku sakit hati karena kerap diejek di media sosial. Heru belum memastikan apakah pelaku menggunakan minuman keras atau narkoba saat melakukan aksinya.

"Mereka melakukan aksi melalui janjian di media sosial. Ini yang mesti kita antisipasi. Kami masih melakukan penyelidikan. Saat ini tersangka hanya dua," jelas Heru.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara.

Baca Juga

Kronologi Tawuran di Manggarai yang Buat Warga Panik

Ia mengatakan, polisi selalu bergerak dengan melakukan sejumlah inovasi pengamanan. Seperti memperbanyak patroli dan dan mendatangi tokoh-tokoh masyarakat setempat.

"Kami melakukan manajerial antisipasi yang baik. Dan memberikan inovasi baru dalam bertindak khususnya pencegahan," jelas Heru

Heru melihat, kehadiran polisi di tengah masyarakat itu yang penting. Apalagi dengan patroli selama 24 jam penuh. (Knu)

#Tawuran #Tawuran Pemuda
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
pemeriksaan yang dijalankan tersebut ditanyakan berapa orang yang bertugas, dan apakah sudah menjalankan prosedur memberikan tembakan peringatan, termasuk senjata api yang digunakan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
Indonesia
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua meminta RT/RW, FKDM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, dan camat memperkuat deteksi dini usai bentrokan di Matraman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Indonesia
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Anggota Komisi III DPR RI meminta kepolisian memperkuat kamtibmas, meningkatkan patroli, dan mencegah aksi balasan usai bentrokan antarwarga di Menteng.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Indonesia
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bentrokan di Matraman tidak boleh dikaitkan dengan isu suku atau etnis.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Indonesia
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Konflik horizontal yang tidak segera ditangani berpotensi memicu aksi balas dendam, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak rasa aman warga, hingga menimbulkan kerugian ekonomi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Indonesia
Bentrokan di Matraman, Gubernur Pramono Dukung Proses Hukum hingga Tuntas
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Bentrokan di Matraman, Gubernur Pramono Dukung Proses Hukum hingga Tuntas
Indonesia
Siswa Sekolah Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Terpaksa Belajar dari Rumah
MI Raudlotul Athfal Karisma di Menteng terapkan PJJ pasca bentrokan Jalan Tambak. Camat Menteng pastikan keamanan dipantau, warga diminta tidak terprovokasi. Satu korban tewas, satu kritis di RSCM.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Siswa Sekolah Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Terpaksa Belajar dari Rumah
Indonesia
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Polda Metro Jaya tetapkan 7 tersangka bentrok Matraman dan Jalan Tambak. 4 tersangka kasus perusakan, 3 tersangka kasus pengeroyokan. Satu korban tewas, satu luka dirawat di RSCM.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Indonesia
Bentrok Berdarah di Matraman, DPRD Suruh Pemprov Cek Satgas Jaga Jakarta di Sana Aktif Tidak
DPRD DKI Jakarta soroti bentrok berdarah di Matraman. Anggota Komisi A PSI Kevin Wu minta Pemprov perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM untuk cegah konflik sosial.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Bentrok Berdarah di Matraman, DPRD Suruh Pemprov Cek Satgas Jaga Jakarta di Sana Aktif Tidak
Indonesia
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Salah satu kelompok warga mendatangi tempat jualan sarapan, namun merasa kecewa akibat tidak mendapatkan pelayanan secara baik
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Bagikan