Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto (tengah) didampingi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana (kanan) dan Kabid Propam Kombes Pol. Dodik Susianto (kiri) saat konferensi pers kasus pelaku tawuran tertembak saat pembubaran oleh polisi, di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (27/9/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Polda Sulsel

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tawuran antarpemuda Kandea III dan Bunga Ejaya Beru disamping kanal Masijid Al Markaz pecah pada Minggu pukul 02.50 WITA. Lima personel Polsek Tallo dipimpin Ipda Azharirir sedang berpatroli mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Ada seratusan orang di lokasi kejadian bertikai saling serang menggunakan batu, busur dan anak panah . Saat berusaha membubarkan tawuran, kata Kapolres Arya, informasinya personil melepaskan tembakan peringatan, namun diserang balik para pelaku tawuran menggunakan batu dan anak panah. Tawuran akhirnya berhasil dibubarkan Namun, pada pukul 04.50 WITA diperoleh informasi ada seorang tertembak.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit TNI AU Jala Ammari. Informasi tersebut diketahui Kapolsek Tallo AKP Asfada lalu mendatangi rumah sakit, selanjutnya dirujuk untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Bayangkara. Tetapi, nyawa korban tidak dapat ditolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Sebanyak lima anggota Polsek Tallo menjalani pemeriksaan tim Bidang Propam, buntut pembubaran tawuran antarkelompok di Jalan Kandea III, Bunga Ejaya Beru, mengakibatkan seorang pemuda bernama Rafli Ramadhani alias Pingky (19) tewas diduga akibat luka tembak di Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca juga:

Kembali Minta Tawuran di Jakarta Dihentikan, Pramono: Energi Anak Muda Harus Dialihkan

Saya sampaikan ini ada Pak Kabid Humas Polda Sulsel, dan pak Kabid Propam juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap anggota-anggotanya yang tadi diduga melakukan tindak tersebut,

kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, Minggu (27/9).

Ia menegaskan tim Bidang Propam kini sedang mendalami apakah personil Polri yang bertugas menjalankan Standar Operasi Prosedur (SOP) atau tidak saat membubarkan tawuran tersebut. Ia meminta agar publik bersabar menunggu hasil pemeriksaan.

Nanti dari hasil tersebut akan kita umumkan, apakah menyalahi SOP atau tidak. Namanya masih penyelidikan harap bersabar,

ucapnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat agar menahan diri, tidak terprovokasi dengan pihak-pihak manapun, sebab keluarga korban sudah memberikan kepercayaan kepada polisi untuk menangani dan menyelesaikan perkara tersebut seusai kejadian itu.

Hal senada juga disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto. Ia menyatakan, upaya tindak lanjut telah dilakukan kepolisian terhadap personel yang bertugas. Kelimanya sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam serta Irwasda untuk menentukan siapa yang berbuat, alat apa digunakan dan apakah sudah sesuai SOP atau belum.

Nanti dari hasil pemeriksaan (diketahui). Tapi, kita masih lakukan pemeriksaan semua, anggota tadi malam yang melaksanakan tugas masih dalam pemeriksaan semua,

tuturnya.

Didik menjelaskan, pemeriksaan yang dijalankan tersebut ditanyakan berapa orang yang bertugas, dan apakah sudah menjalankan prosedur memberikan tembakan peringatan, termasuk senjata api yang digunakan.

Berapa orang yang memberikan peringatan, senjatanya siapa, proyektil jenis apa, nanti akan keluar hasil dari penyidikan, termasuk hasil Labfor akan kita tunggu,

katanya merespons pertanyaan wartawan.

Mengenai aturan boleh tidak anggota membawa senjata api saat membubarkan tawuran, kata Didik, hak ini juga masih dilakukan pemeriksaan. Di situ nantinya akan diketahui, apakah menjalankan SOP atau tidak. Sejauh ini pemeriksaan masih berjalan.

Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol.dr. Muhammad Haris mengatakan telah melaksanakan pemeriksaan luar jenazah korban dengan persetujuan keluarga untuk pemeriksaan dalam atau autopsi.

Kita dapatkan di punggung belakang ada luka. Kemudian pada pemeriksaan selanjutnya ada luka keluar yang menyerupai luka tembak, dari daerah punggung luar kiri keluar di lengan kanan,

tuturnya.
#Tawuran #Tawuran Pemuda #Polisi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
pemeriksaan yang dijalankan tersebut ditanyakan berapa orang yang bertugas, dan apakah sudah menjalankan prosedur memberikan tembakan peringatan, termasuk senjata api yang digunakan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
Olahraga
Tak Hanya di Lapangan, Polisi Juga Lakukan Patroli Siber selama FIFA ASEAN CUP 2026
Pola pengamanan disiapkan untuk menghadapi tingginya mobilitas selama turnamen, termasuk pergerakan suporter.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Tak Hanya di Lapangan, Polisi Juga Lakukan Patroli Siber selama FIFA ASEAN CUP 2026
Indonesia
Kawasan Elit Tangerang Selatan Jadi Tempat Home Industry Tembakau Sintetis
Tiga tersangka, yakni MR, IN, dan NK, diamankan pada Senin (7/9) sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan perumahan U-Ville Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Kawasan Elit Tangerang Selatan Jadi Tempat Home Industry Tembakau Sintetis
Indonesia
Sempat Ditolak Warga, Warung Mie Babi di Sukoharjo Diduga Dibakar 4 Orang
akibat kejadian ini menutup sementara tempat usahanya itu. Dan telah mengumumkan di akun medsos tempat usahanya tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Sempat Ditolak Warga, Warung Mie Babi di Sukoharjo Diduga Dibakar 4 Orang
Berita Foto
Polisi Bagikan Masker Gratis kepada Pengendara Motor Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Polisi memberikan masker untuk cgeah dampak abu vulkanik kepada pengendara motor yang melintas di Kawasan Patung Pemuda, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 07 September 2026
Polisi Bagikan Masker Gratis kepada Pengendara Motor Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Indonesia
Polisi Siagakan 299 Personel SAR Erupsi Gunung Anak Krakatau, Warga Butuh Bantuan Hubungi 110
Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Nazli Harahap menuturkan, personel yang disiapkan nantinya dapat digerakkan untuk mendukung pencarian dan pertolongan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Polisi Siagakan 299 Personel SAR Erupsi Gunung Anak Krakatau, Warga Butuh Bantuan Hubungi 110
Indonesia
Rekam Jejak dan Tugas Irjen Roycke Langie, Jenderal Asal Manado yang Isi Pos Astamaops Kapolri
Jenderal kelahiran Manado, 24 November 1970 ini sebelumnya menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Rekam Jejak dan Tugas Irjen Roycke Langie, Jenderal Asal Manado yang Isi Pos Astamaops Kapolri
Berita Foto
Polisi Bubarkan Aksi Demo 27 Agustus di Gedung DPR dengan Water Cannon
Polisi mengerahkan Mobil Water Cannon untuk membubarkan massa aksi demo 27 Agustus di Depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 27 Agustus 2026
Polisi Bubarkan Aksi Demo 27 Agustus di Gedung DPR dengan Water Cannon
Berita Foto
Aksi Polisi Anti Huru-Hara Kawal Gedung DPR saat Demo 27 Agustus
Sejumlah personil kepolisian anti huru-hara berjaga saat aksi unjuk rasa 27 Agustus di Depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 27 Agustus 2026
Aksi Polisi Anti Huru-Hara Kawal Gedung DPR saat Demo 27 Agustus
Indonesia
Polisi Dikerahkan ke 8 Provinsi Karhutla,Bawa Perangkat Presentasi, Laptop, Layar, Brosur, dan Flyer Buat Edukasi
Sebanyak 403 personel kita dorong ke delapan Polda untuk melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Polisi Dikerahkan ke 8 Provinsi Karhutla,Bawa Perangkat Presentasi, Laptop, Layar, Brosur, dan Flyer Buat Edukasi
Bagikan