Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen, Jokowi: Sudah Bagus Dibanding Negara-Negara Lain

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 06 November 2019
Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen, Jokowi: Sudah Bagus Dibanding Negara-Negara Lain

Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo mengaku bersyukur pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5 persen (Year on Year/YoY). Sebab, kata Jokowi, banyak negara lain yang kemajuan ekonominya tergolong buruk.

“Enggak banyak, lebih dikit tapi lebih dari 5, sudah bagus, dibandingkan dengan negara-negara lain. Ada yang sudah minus, ada yang menuju ke nol, ada yang berkurang sampai 1,5 persen, 1 persen, 2 persen,” kata Jokowi dalam keterangannya, Rabu (6/11).

Baca Juga:

Presiden Jokowi-Direktur Pelaksana IMF Bahas Kondisi Ekonomi Global Terkini

Jokowi meyakini, Indonesia mempunyai potensi menjadi negara yang berpenghasilan tinggi dan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah.

Namun Presiden mengingatkan, ada beberapa agenda yang mendesak yang harus kita lakukan. Ia menyebutkan, 5 tahun yang lalu memang fokus konsentrasi di pembangunan infrastruktur.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 hanya 5 persen. Foto: Pixabay/Mohamed Hasan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 hanya 5 persen. Foto: Pixabay/Mohamed Hasan

“Dengan kanan-kiri kita stok infratruktur kita jauh sekali. Saya berikan contoh jalan tol. Sejak tol Jagorawi dibangun tahun 1978 artinya sudah 40 tahun yang lalu, kita baru membangun 780 km. Tiongkok, China dalam waktu yang sama sudah membangun 280.000 km,” ungkap Jokowi.

Baca Juga:

Jokowi Diingatkan Benahi Ekonomi Dikuasai Asing, Bukan Sibuk Urus Isu Radikal

Karena itulah, lanjut Jokowi, kenapa ia memerintahkan Menteri BUMN, Menteri PUPR, urusan investasi, infrastruktur itu betul-betul diperhatikan.

"Karena kita ketinggalan jauh sekali, jauh sekali. 280.000 dibandingkan 780 enggak pakai ribu itu jauh sekali,” ujar Jokowi. Belum urusan yang lain-lain.

Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva di Impact Exhibition and Convention Center pada Minggu (3/11/2019). ANTARA/HO-Biro Pers Media dan
Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva di Impact Exhibition and Convention Center pada Minggu (3/11/2019). (ANTARA/HO-Biro Pers Media)

"Oleh sebab itu, kalau kita konsentrasi ke pembangunan jalan tol, pembangunan airport, pembangunan pelabuhan, pembangunan powerplan yang nantinya diharapkan akan memberikan kecepatan logistik, kecepatan mobilitas barang dan jasa ke seluruh penjuru negeri," jelas Jokowi. (Knu)

Baca Juga:

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat, Pemerintah Diminta Kerja Lebih Serius

#Pertumbuhan Ekonomi #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Eddy Soeparno Harap Pidato Kenegaraan Prabowo Tegaskan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, berharap pidato kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto, tegaskan pertumbuhan ekonomi.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Eddy Soeparno Harap Pidato Kenegaraan Prabowo Tegaskan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, perlambatan ekonomi China, menekan perdagangan global dan permintaan komoditas Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Indonesia
Airlangga Senang Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Selama 7 Tahun Berturut Turut
Capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 melanjutkan keberhasilan Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen selama tujuh tahun berturut-turut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Airlangga Senang Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Selama 7 Tahun Berturut Turut
Indonesia
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Pemprov DKI juga memperkuat kualitas tenaga kerja untuk memastikan pertumbuhan ekonomi diikuti perluasan kesempatan kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Indonesia
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy menilai sekitar 115 UU perlu diubah karena dinilai berpihak pada ekonomi neoliberalisme.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Indonesia
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Proyeksi ini bukan berarti sinyal positif bagi negara Indonesia. Celios melihat situasi ini akan menciptakan ketimpangan ekstrem dengan gap yang sangat jauh.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Indonesia
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Pemerintah kembali menempatkan dana Rp 281 triliun di bank BUMN hingga Desember 2026 untuk menjaga likuiditas perbankan. Tambahan dana siaga Rp 100 triliun juga disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Bagikan