Kesehatan

Perlu Tes COVID-19? Kopi di Pagi Hari Jawabannya

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 19 Maret 2021
Perlu Tes COVID-19? Kopi di Pagi Hari Jawabannya

Apakah kamu bisa menghirup aroma kopi di pagi hari? (Foto: 123RF/bizoon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEHILANGAN penciuman adalah gejala virus Corona yang relatif spesifik. Jadi, para peneliti mengatakan bangun dan mencium kopi dapat menjadi kebiasaan yang baik untuk memeriksa kesehatanmu.

Jutaan orang memulai hari dengan kopi. Dan selama pandemi ini, dari kopi yang sama muncul ketidakmampuan baru untuk mencium wanginya. Ini menjadi awal kesadaran bahwa mereka mengidap COVID-19.

Baca juga:

Lapisan Ozon Membaik di Tengah Pandemi COVID-19

Sekarang, dalam pertempuran melawan pandemi, bahkan para profesional medis menyarankan agar orang-orang menghirup kopi untuk memeriksa ulang apakah mereka memiliki gejala umum ini. Jika kopi pagi kamu tidak tertangkap wanginya oleh hidung, bisa jadi diperlukan tes COVID-19, baik itu PCR atau antigen.

Ritual kopi pagi dapat menjadi sarana mengecek indera penciuman. (Foto: 123RF/maridav)

CDC mencantumkan 11 gejala COVID-19 di situs webnya. Tetapi sementara kebanyakan dari gejala tersebut mirip dengan beragam penyakit umum, ada satu yang lebih spesifik untuk COVID-19: hilangnya indra penciuman. Oleh banyak pasien, gejala ini digambarkan sebagai benar-benar kehilangan kemampuan membaui apa pun.

Seorang rekan mengatakan kepada saya bahwa dia bahkan dapat memasukkan minyak kayu putih ke lubang hidungnya dan tidak mencium bau apa pun. Implikasi dari gejala yang berbeda ini cukup penting karena jika kamu bangun dengan sakit kepala atau diare, ya masih dalam tahapan mungkin positif COVID-19. Namun, jika kamu bangun dan tidak bisa mencium aroma kopi di pagi hari, kemungkinan positif menjadi jauh lebih kuat.

"Kami telah lama mengetahui bahwa orang dapat kehilangan indra penciumannya setelah infeksi virus lain, seperti flu, tetapi persentase orang yang memiliki masalah dengan COVID-19 ini sangat luar biasa," kata James Schwob, seorang profesor perkembangan, biologi molekuler, dan kimiawi di Tufts University School of Medicine, AS.

Hilangnya indera penciuman merupakan gejala COVID-19 yang spesifik. (Foto: 123RF/Volodymyr Baleha)

"Setiap gejala yang dapat dikaitkan langsung dengan penyakit menjadi penting untuk diwaspadai, sehingga dapat digunakan untuk memandu perlu tidaknya pengetesan dan menjaga agar orang tidak menyebarkan penyakit tanpa disadari," ujar Schwob seperti diberitakan marthastewart.com (18/3).

Schwob kemudian secara khusus menyarankan penggunaan kopi sebagai cara untuk mengecek indra penciumanmu. "Salah satu hal yang bisa dilakukan dengan cukup mudah, cukup obyektif oleh seseorang di rumah adalah dengan mengambil kopi bubuk dan melihat seberapa jauh kamu bisa memegangnya dan masih mencium baunya," lanjutnya.

Baca juga:

Bagaimana Cara Membedakan Virus Corona dan Flu Biasa?

"Atau lakukan hal yang sama dengan alkohol gosok atau sampo. Jika hidung kamu tidak tersumbat tapi kamu kesulitan mengenali bau-bauan atau aroma lain yang dikenal, kamu mungkin harus menghubungi dokter untuk melakukan tes," dia menekankan.

Dan Schwob tidak sendiri. Minggu ini, situs Daily Coffee News menulis bahwa, "tinjauan literatur ilmiah dan saran dari para akademisi tentang rasa dan bau menunjukkan lusinan contoh di mana kopi digunakan sebagai barometer untuk tes penciuman dalam COVID-19, selain karena baunya yang khas dan juga ketersediaannya yang luas secara global di rumah."

Jika bagi hidungmu kopi tidak berbau, ada baiknya melakukan tes COVID-19. (Foto: 123RF/nikcoa)

Situs tersebut mengutip artikel di jurnal medis BMJ yang menyarankan pasien dapat diminta untuk mencoba mencium kopi. Kampanye Penn State yang disebut "Stop. Smell. Be well.", menyarankan siswa menggunakan sesuatu seperti kopi untuk mengecek kemampuan penciuman mereka setiap pagi.

"Kehilangan penciuman sangat spesifik untuk COVID-19, tetapi tidak semua orang dengan infeksi SARS-CoV-2 melaporkan kehilangan kemampuan ini. Secara kritis, bisa mencium sesuatu tidak berarti kamu bebas COVID," tulis dua profesor Penn State dalam situs The Conversation.

"Tetap saja, kami menganjurkan kamu untuk Stop. Smell. Be well. Dan jika kamu benar-benar kehilangan indra penciuman, harap isolasi diri dan hubungi ahli kesehatan," mereka menegaskan. (aru)

Baca juga:

Mampukah Vitamin C Menangkal COVID-19?

#Kesehatan #COVID-19 #Kopi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dari Rambadia hingga Cublak Suweng, kopi Indonesia dibawa Roemah Koffie ke panggung dunia. Klik untuk detail kisahnya!
Wisnu Cipto - Minggu, 06 September 2026
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Kuliner
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu daerah ke daerah lain, secangkir kopi dapat membawa pengalaman rasa sekaligus cerita yang berbeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Berita Foto
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencicipi segelas kopi saat mengunjungi pameran Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Kuliner
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Sejak kopi bisa dinikmati rakyat secara umum, tradisi ngopi berkembang dari warung kopi sederhana di desa hingga kedai modern kekinian di kota besar.
Dwi Astarini - Minggu, 30 Agustus 2026
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Bagikan