Kesehatan

Bagaimana Cara Membedakan Virus Corona dan Flu Biasa?

annehsannehs - Jumat, 13 Maret 2020
Bagaimana Cara Membedakan Virus Corona dan Flu Biasa?

Apa beda virus Corona dan flu biasa? (Foto Smithsonian Magazine)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETELAH virus Corona masuk ke Indonesia, pastinya kita harus lebih waspada dan menjaga diri agar terhindar darinya. Mengutip The Guardian, virus Corona memang muncul berbarengan dengan musim flu, tepatnya di belahan bumi bagian utara.

Meskipun para dokter mengalami kesulitan dalam membedakan apakah seseorang terjangkit virus Corona atau hanya flu biasa, ada beberapa gejala sama dinilai dari berbagai kasus yang terjadi di seluruh dunia. Untuk flu biasa, gejala normal yang terlihat adalah panas tinggi, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, hidung tersumbat, pilek, mudah lelah, dan cenderung lebih sering muntah atau mengalami diare.

Baca juga:

Kisah Pelajar Indonesia Berjuang Menghadapi Corona di Tiongkok

corona
RSUD dr Moewardi Solo, Jawa Tengah menggelar simulasi pasien virus corona. (MP/Ismail)

Meskipun begitu, studi awal pasien yang dibawa ke rumah sakit karena virus Corona menunjukkan gejala demam tinggi, batuk kering, kekelahan, dan nyeri otot. Infeksi paru-paru atau pneumonia juga umum bagi pasien COVID-19. Untuk beberapa kasus, infeksi paru-paru yang dialami bisa sampai membuat pasien kesulitan bernapas.

Hidung tersumbat dan tenggorokan yang sakit menjadi gejala yang tidak terlalu banyak, karena hanya 5% diantara pasien COVID-19 yang mengalaminya. Namun, untuk mengetahui hasil yang akurat, tetap dibutuhkan tes khusus oleh para ahli di rumah sakit.

Baca juga:

Masker N95 vs Surgical Mask, Mana Lebih Efektif Cegah Penularan Virus Corona?

corona
Wabah virus corona menjadikan permintaan masker dan hand sanitizer meningkat (Foto: Pixabay/geralt)

Menurut Johns Hopkins University Center for Systems Science and Engineering, sampai pada 12 Maret 2020 sebanyak 125,000 orang telah terinfeksi virus Corona yang tersebar pada lebih dari 80 negara.

Sampai saat ini belum ada vaksin yang efektif untuk COVID-19. Meskipun begitu, kaletra menjadi harapan saat ini yang bisa menyembuhkan virus Corona. Kaletra merupakan kombinasi dari dua obat anti-HIV dan remdesivir. (Shn)

Baca juga:

Gejala, Pencegahan, serta Asal Virus Corona yang Mematikan

#Virus Corona #Penyakit Corona #Pasien Corona #Kesehatan #Virus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan