Peringatan UNESCO: AI Perlebar Jarak Si Kaya dan Si Miskin di Indonesia

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 26 Februari 2026
Peringatan UNESCO: AI Perlebar Jarak Si Kaya dan Si Miskin di Indonesia

Ilustrasi Artificial Intelligence. (Foto: Unsplash/Markus Winkler)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan peringatan keras dari UNESCO terkait risiko terbesar dari perkembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia bukanlah kebocoran data.

Badan PBB itu menegaskan risiko terbesar AI potensi memperlebar kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin, serta antara masyarakat berpendidikan dan tidak berpendidikan.

"Karena AI telah masuk ke kategori emerging technology yang memengaruhi pengambilan keputusan ekonomi, politik, hingga kehidupan sosial," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, dalam acara Digital Day 2026 “Digital Sovereignty: Leaders Must Act Now to Secure the Future, Kamis (26/2).

Baca juga:

Dian Sastrowardoyo: Peran Perempuan Krusial di Tengah Disrupsi Teknologi AI


Peta Jalan AI nasional

Oleh karenanya, Edwin menekannya pendekatan terhadap AI di Indonesia tidak bisa lagi bersifat sektoral atau parsial. Menurutnya, kedaulatan digital tidak cukup hanya dengan membangun pusat data atau keamanan siber.

“Indonesia harus terlibat dalam seluruh ekosistem AI, termasuk energi hijau, chip, semikonduktor, infrastruktur, model, serta aplikasi, agar dapat mencegah monopoli AI global,” ujarnya, dikutip Antara.

Dalam konteks global, Indonesia memiliki posisi unik karena skala populasi, keragaman etnis, dan karakter kepulauan yang menjadikannya laboratorium tata kelola AI yang etis dan inklusif.

Saat ini, pemerintah sedang menyusun peta jalan AI nasional yang memuat 10 sektor prioritas, ratusan program turunan, serta standar etika AI lintas kementerian.

Baca juga:

Teknologi AI Berhasil Terjemahkan Gulungan Teks Kuno yang Terkubur di Pompeii

Ancaman Pengangguran Massal

Transformasi AI diperkirakan memicu pergeseran besar di pasar kerja global. Jutaan pekerjaan akan hilang, tercipta, maupun berevolusi akibat otomatisasi dan digitalisasi.

Karena itu, penguatan talenta nasional di bidang AI menjadi krusial agar Indonesia tidak tertinggal. Untuk itu, prinsip etika AI yang sedang dirancang meliputi inklusivitas, transparansi, dan keberlanjutan.

Edwin menegaskan regulasi yang disiapkan diharapkan tidak hanya menjadi pedoman, tetapi juga memiliki kekuatan hukum agar tata kelola AI berjalan sesuai sistem. “Standar etika AI harus bisa ditegakkan, bukan sekadar arahan,” tandas pejabat eselon 1 Komdigi itu. (*)

#AI #UNESCO #Komdigi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Konten Berita Jadi Bagian Ekosistem AI, Media Bisa Bagi Hasil dengan Google dan Meta
Pemerintah mendorong skema bagi untung bagi media Indonesia atas pemanfaatan konten berita oleh Google dan Meta.
Soffi Amira - Jumat, 23 Oktober 2026
Konten Berita Jadi Bagian Ekosistem AI, Media Bisa Bagi Hasil dengan Google dan Meta
Indonesia
Konten Karhutla Hilang di Medsos, Menkomdigi Meutya Hafid Minta Platform Buka Algoritma
Menkomdigi, Meutya Hafid, membantah konten karhutla dihapus di media sosial. Ia mempertanyakan transparansi algoritma.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
Konten Karhutla Hilang di Medsos, Menkomdigi Meutya Hafid Minta Platform Buka Algoritma
Tekno
AI Akan Ubah Industri Otomotif, Masa Depan Desainer Mobil Terancam
AI memunculkan kekhawatiran terhadap masa depan profesi desainer mobil.
Yusuf Abdillah - Minggu, 18 Oktober 2026
AI Akan Ubah Industri Otomotif, Masa Depan Desainer Mobil Terancam
Indonesia
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
memperkuat kontribusi UNESCO dalam menghadapi tantangan global, Indonesia mengajukan tiga prioritas utama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
Tekno
Senjata Rahasia Bikin Konten Viral! YouTube Dorong Kreator Pakai Google AI
YouTube menegaskan AI memberdayakan proses kreatif konten kreator. Simak aturan transparansi dan trik bikin konten viral pakai AI.
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Senjata Rahasia Bikin Konten Viral! YouTube Dorong Kreator Pakai Google AI
Tekno
Waspadalah! Korea Selatan Peringatkan Kemungkinan Penggunaan AI dalam Peretasan Bank
Kecerdasan buatan (AI) diduga digunakan dalam serangkaian peretasan yang menyasar sektor keuangan di Korea Selatan.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Waspadalah! Korea Selatan Peringatkan Kemungkinan Penggunaan AI dalam Peretasan Bank
Indonesia
Komdigi Bersama Polisi Bakal Lebih Aktif Usut Jual Beli Data Pribadi
Penelusuran dilakukan untuk mengidentifikasi sumber penyebaran, sarana yang digunakan, serta pihak-pihak yang terlibat sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Komdigi Bersama Polisi Bakal Lebih Aktif Usut Jual Beli Data Pribadi
Tekno
98 Persen Profesional Indonesia Pakai AI untuk Presentasi, Ini yang Paling Sering Dilakukan
Canva mencatat, 98 persen profesional Indonesia telah memanfaatkan AI dalam berbagai tahapan pembuatan presentasi.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
98 Persen Profesional Indonesia Pakai AI untuk Presentasi, Ini yang Paling Sering Dilakukan
Dunia
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Paus telah mengidentifikasi AI sebagai salah satu tantangan terbesar bagi umat manusia hanya dalam kurun waktu beberapa hari setelah terpilih.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Bagikan